Minggu, 02 Januari 2011

AKHIRNYA ADA PAUD DIKAMPUNG KAMI

Bandar Lampung Lampost : Minggu, 2 Januari 2011

MASYARAKAT LINGK. II SPANGJAYA BERSEPAKAT
MEMBANGUN PAUD DENGAN DANA PNPM MANDIRI

BANDAR LAMPUNG—Lama sudah menunggu, akhirnya keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Lingkungan II, Kelurahan Sepangjaya, Kedaton, Bandar Lampung, hadir juga. Ini sungguh menggembirakan. Ini salah satu bentuk kesadaran akan pentingnya pendidikan dini pada anak.

Memang, dewasa ini sudah banyak yang menyadari pentingnya PAUD sebagai langkah awal pembentukan karakter anak. Di PAUD, anak-anak prasekolah dikenalkan pendidikan moral dan nilai keagamaan, dikembangkan kemampuan fisik dan motoriknya, kemampuan bahasa, serta sosial-emosional dan seni.

Sayangnya, tidak semua desa dan kampung memiliki fasilitas PAUD, termasuk Lingkungan II Kelurahan Kotasepang Jaya. Setahun lalu anak-anak usia prasekolah di sana tidak bisa mengenyam pendidikan karena tidak ada TK, PAUD, atau lembaga pembelajaran lain yang sejenis.

Untuk belajar ke PAUD di tempat lain, para orang tua mengaku tidak memiliki biaya untuk ongkos plus iuran rutin. Maklum saja, sebagian besar kepala keluarga di sana hanya pekerja biasa dan buruh serabutan yang gajinya tidak menentu.

Namun sejak awal tahun lalu, mimpi warga di sana untuk menyekolahkan anak mereka di PAUD menjadi kenyataan. Berkat kesepakatan dan usulan masyarakat yang menginginkan pembangunan PAUD, dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan senilai Rp50 juta berhasil didapat. Masyarakat juga secara sukarela mengumpulkan "sumbangan" hingga mencapai Rp13,515 juta.

"Kami mengumpulkan sumbangan agar anak-anak kami bisa cepat bersekolah," kata Rosidah, salah satu warga di sekitar PAUD yang ditemui Lampung Post minggu lalu.

Beruntungnya, dana PNPM dan sumbangan warga itu tidak perlu digunakan untuk membeli lahan yang akan dibangun PAUD.

Seorang wanita tua yang biasa dipanggil Mbah Lastri mewakafkan tanah seluas 14 meter x 11,5 meter untuk dibangun PAUD. Tanah itu berada tepat di depan rumah Mbah Lastri yang sehari-harinya hidup sendiri itu.

"Ndak apa-apa. Yang penting anak-anak di sini bisa sekolah," kata wanita renta yang sudah agak susah diajak bicara itu.

Warga setempat pun langsung menyambut uluran tangan Mbah Lastri. Mereka bergotong royong membangun PAUD itu, dan akhirnya pada Agustus 2010 lalu pembangunan selesai. Anak-anak usia 3—5 tahun di sana bisa belajar di bangunan yang dicat biru dan kuning itu.

Hingga kini, tak kurang dari 40 anak setiap hari belajar dan bermain di sana.

"Kalau PNPM ini kan mendanai apa yang disepakati masyarakat. Kami bangga dengan masyarakat di sini yang masih menyadari arti penting pendidikan sejak usia dini. Kami juga bangga dengan kerelaan hati Mbah Lastri yang mewakafkan tanahnya sehingga pembangunan PAUD ini bisa cepat selesai," kata Senior Fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan Kecamatan Kedaton, Qosiri Aburohim, di lokasi PAUD.

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran di PAUD, kata Qosiri, rencananya tahun depan akan ada dana PNPM Mandiri Perkotaan lagi yang dikucurkan untuk pengadaan mainan, seperti ayunan, dan jungkat-jungkit.

"Semoga saja kerelaan hati Mbah Lastri dan kekompakan masyarakat di sini bisa bermanfaat dan mencetak generasi penerus bangsa yang berdaya saing," kata dia. (RIZKI ELINDA SARY/D-2)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar