Jumat, 28 Januari 2011

UJIAN MASUK LOKAL : Unila Mungkin Tak Buka Jalur Mandiri

Pendidikan Lampost : Jum'at, 28 Januari 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Rektor Universitas Lampung (Unila) Sugeng P. Harianto menyatakan Unila kemungkinan tidak membuka jalur mandiri atau ujian masuk lokal. Hal itu dikatakan Sugeng kepada Lampung Post, di ruang kerjanya, lantai II Gedung Rektorat Unila, Kamis (27-1).

"Kemungkinan Unila untuk tidak membuka ujian masuk lokal masih terbukti cukup besar. Tapi, itu tergantung dari seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri nanti," kata Sugeng.

Ia menjelaskan kemungkinan ini terbuka jika hasil peserta SNMPTN tahun ini memiliki sebaran nilai yang baik. Rencananya Unila akan menggeser kuota SNMPTN hingga 80 persen dari 60 persen yang ditetapkan.

"Penambahan 20 persen pada jalur SNMPTN ini untuk mengantisipasi peserta yang tidak daftar ulang. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya mereka yang tidak daftar ulang bisa mencapai 20 persen," ujarnya.

Sugeng menyimulasikan untuk program studi manajemen hutan, misalnya, kuota yang ditetapkan 40 orang. Jumlah peserta yang memiliki nilai 8 sebanyak 30 orang. Jika ditambah mereka yang memiliki nilai 7 jumlahnya menjadi 50 orang.

"Nah jika kondisinya seperti ini ada kemungkinan kami akan memakai 7, dengan demikian jumlah yang diterima menjadi 50 orang," kata dia.

Rektor menyatakan dengan demikian kuota mahasiswa yang diterima dari jalur SNMPTN akan bergeser. Bergesernya kuota SNMPTN tentunya akan mengurangi kuota penerimaan mahasiswa dari jalur ujian masuk lokal.

Meski demikian, Rektor tetap menjamin angka 10 persen akan tetap diberikan untuk jalur undangan siswa miskin dan 10 persen lagi untuk jalur penerimaan bibit unggul daerah.

Sugeng mengatakan kebijakan ini tidak bertentangan dengan PP 34 Tahun 2010 tentang penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. PP ini menyatakan jumlah minimal mahasiswa yang diterima dari jalur SNMPTN 60 persen.

Ia menyatakan jalur ujian masuk lokal baru akan diselenggarakan jika terjadi kekosongan bangku yang diakibatkan tidak daftar ulangnya peserta yang diterima baik melalui jalur SNMPTN tulis, SNMPTN undangan, penerimaan bibit unggul daerah, dan program undangan bagi siswa miskin. (MG14/S-1)
Cetak Berita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar