Jumat, 25 Februari 2011

PENDIDIKAN PROFESI: Akper Bunda Delima Tingkatkan Akreditasi

Pendidikan Lampost : Jum'at, 25 Februari 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Akademi Keperawatan (Akper) Bunda Delima Bandar Lampung meningkatkan mutu pembelajaran untuk memperoleh akreditasi A dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan.

"Kendati sudah mendapat akreditasi B, kami terus berupaya untuk mendapatkan akreditasi A," kata Ketua Yayasan Pendidikan Bunda Delima, Rumyati Syahrul, saat memberikan sambutan dalam acara capping day Akper Bunda Delima di Museum Lampung, Selasa (22-2).

Acara ini dihadiri Direktur Akper Bunda Delima Ns. Idawati K.N., utusan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung, dan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

Rumyati menjelaskan untuk meningkatkan status akreditasi dari B ke A, pihaknya mempersiapkan berbagai hal. Antara lain menyekolahkan puluhan dosen dengan melanjutkan pendidikan S-2 dan S-3 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Universitas Respati Indonesia di Jakarta.

Kemudian meningkatkan kompetensi lulusan dengan mengedepankan kemampuan akademik, keterampilan, dan etika. Sesuai dengan profesi keperawatan yang mengacu kepada profesionalisme, lulusan harus dapat menjalankan asuhan keperawatan secara profesional.

Selain itu juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan untuk lahan praktek mahasiswa. Baik rumah sakit yang ada di Lampung maupun luar daerah. Seperti dengan RS Jiwa Dr. Marzuki Mahdi di Bogor, Unit Kegawatdaruratan 118 dan RS Kanker Dhamais, RS Harapan Kita Jakarta. "Baru-baru ini mahasiswa kami melakukan praktek klinik di RS Jiwa Dr. Marzuki Mahdi selama dua pekan. Serta pelatihan Unit Kegawatdaruratan 118 dan fieldtrip di RS Kanker Darmais Jakarta," kata Rumyati.

Sementara capping day kali ini diikuti 97 mahasiswa. Ia menjelaskan kegiatan pemakaian atribut ini merupakan tradisi akademik sebagai simbolisasi dan legitimasi identitas mahasiswa keperawatan sebelum melakukan asuhan keperawatan, baik di laboratorium maupun lahan praktek. Kegiatan ini sekaligus agar mahasiswa memahami hakikat tanggung jawabnya sesuai dengan janji yang telah diucapkan.

Kemudian untuk memelihara kedisiplinan dalam menjalankan profesi sebagai perawat dan bidan yang profesional. "Kami berharap setelah memakai atribut ini, mahasiswa dapat bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai dan norma pendidikan yang diperoleh di bangku kuliah," kata dia. (AST/S-2)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar