Senin, 11 April 2011

Ujian Ulangan SD Diserahkan ke Sekolah

Pendidikan lampost : Senin, 11 April 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Keputusan mengulang ujian sekolah SD terkait dengan salahnya 17 dari 40 soal Matematika, bergantung pada keputusan dan ketersediaan biaya di setiap sekolah.

Pasalnya, biaya ujian sekolah ditanggung sepenuhnya setiap sekolah. Lain halnya ujian nasional (UN) yang biayanya ditanggung APBN.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya saat membuka uji coba UN tingkat SMP yang diselenggarakan Bimbingan Belajar Informatics di Universitas Bandar Lampung, Minggu (10-4).

Sukarma Wijaya mengatakan kekeliruan itu terjadi karena tidak melalui proses evaluasi. Sebelum dilaksanakan ujian sekolah, seharusanya ada tim koreksi soal sehingga tidak terjadi eror.

"Tapi saya sudah panggil mereka. Jadi semua bergantung MKKS. Itu menjadi pembelajaran sehingga diharapkan kelalaian itu tidak akan terjadi lagi. Prinsipnya, kalau bisa, diulang. Bila ada persoalan dana, dikembalikan ke operasional sekolah," kata dia.

Menurut dia, jika sekolah kesulitan biaya, mereka bisa secara bijak manjadikan soal yang salah hangus. Dengan demikian, total nilai yang dihitung tidak termasuk soal yang salah.

"Soal yang salah jangan jadi bonus. Kita jangan membudayakan memberikan kemudahan anak-anak, kecuali kalau anaknya memang mampu," katanya.

Sukarma mengatakan ujian sekolah tidak semestinya menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) secara keseluruhan. "Boleh saja sekolah mengambil kebijakan menggunakan lembar jawaban manual tanpa harus menggunakan sistem komputer."

Pendidikan Karakter

Terkait dengan pendidikan karakter, Sukarma Wijaya mengatakan ke depan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung akan membuat mata pelajaran Pendidikan Karakter yang bermuatan lokal.

Pelajaran budi pekerti atau akhlak dibutuhkan karena banyak ditemui perilaku remaja yang menyimpang. Hal ini juga terjadi karena kemajuan teknologi, seperti para siswa mengunduh konten porno di internet.

"Tidak ada cara lain, kita harus memportal ini dengan penanaman akhlak kepada anak SD, SMP, dan SMA," katanya.

Untuk itu, diharapkan pada tahun ajaran baru mata pelajaran ini sudah bisa dilaksanakan. Hal ini juga bergantung pada pendanaan. Sebab, itu perlu dibicarakan terlebih dahulu dengan Dewan Pendidikan dan Komisi D DPRD Bandar Lampung.

"Kami juga perlu mempersiapkan tenaga pengajar yang mempunyai kompetensi. Tidak menutup kemungkinan tenaga pengajar diambil dari luar."

Dia mengatakan meskipun ilmu dan teknologi semakin berkembang, anak-anak perlu dibentengi akhlak dan budi pekerti. "Sekarang kita lihat, siswa menganggap biasa bercanda dengan guru. Seharusnya mereka menghormati. Lain dengan saat kami sekolah dulu."

Uji coba Informatics yang bekerja sama dengan MKKS SMP diikuti seribuan peserta SMP se-Bandar Lampung. Direncanakan minggu depan uji coba tingkat SD untuk menghadapi UN di tempat yang sama.

Menurut Ketua Panitia Yulia, uji coba ini memperebutkan hadiah jutaan rupiah dengan membagikan berbagai doorprize dari sponsor. (UMB/S-2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar