Jumat, 08 April 2011

Belum Tertarik Jadi RSBI

Bintang Pelajar : Selasa, 5 April 2011


BERBAGAI sarana dan prasarana SMAN 1 Terbanggibesar, Lampung Tengah, sebenarnya relatif lengkap. Di sekolah yang dirintis para transmigran pensiunan TNI AD pada 12 Juni 1977 itu, ada perpustakaan, laboratorium, dan jaringan komputer yang dilengkapi fasilitas hotspot.

----------------lit

Bangunannya pun cukup megah dan sangat representatif. Di sana, ada 25 kelas reguler, dua ruang kelas akselerasi (program percepatan), empat laboratorium, musala, 26 kamar mandi, ruang guru yang lapang, ruang tata usaha, bimbingan dan konseling (BK), koperasi, dan kantin.

Selain itu, juga terdapat berbagai sarana untuk mengembangkan bakat para siswa. Setidaknya, di sekolah ini terdapat 14 jenis kegiatan ekstrakurikuler. Karena itu, sarana olahraga seperti lapangan bola basket, bola kaki, dan bulu tangkis dimiliki.

Tempat parkir guru dan murid cukup luas dan disediakan secara terpisah. Halaman yang cukup luas yang di dalamnya terdapat sejumlah gazebo dan taman yang asri semakin menjadikan sekolah ini nyaman untuk belajar di dalam maupun luar kelas.

Prestasi yang diukir para siswanya juga cukup membanggakan, sebab bukan saja mampu menjadi jago kandang alias lokal Lamteng, akan tetapi mampu menembus nasional. Prestasi itu antara lain berhasil memborong juara pertama, kedua, dan ketiga lomba Penelitian Ilmiah Remaja (PIR) tingkat Provinsi Lampung tahun lalu. Terakhir, juara kedua lomba Matematika dan Bahasa Inggris serta pemanfaatan barang bekas, juga pada tingkat yang sama.

Prestasi nonakademik juga tak kalah membanggakan. Klub basket putri, misalnya, mampu menjuarai lomba tingkat MKKS enam kali berturut-turut. Yang lelaki pun juga mampu menjadi juara pertama pertandingan sepak bola tingkat MKKS Lamteng.

Karena itu, menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sukiman, tak mengherankan jika pihaknya pernah ditawari Dinas Pendidikan Lamteng untuk menjadi rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Namun, Dasiyo Priambodo, kepala sekolah, mengaku belum siap. Personel, sarana, dan operasional yang dimiliki dinilai belum memadai.

Padahal, saat ini SMAN 1 Terbanggibesar telah menjadi model pembelajaran di Lamteng. Beberapa pihak pun menilai lembaga pendidikan ini sebagai sekolah favorit. Sebab, pembelajaran dan prestasi yang didapat memang sangat membanggakan.

Menurut Dasiyo, pihaknya bukan tak ingin menjadi RSBI. Namun, pihaknya tidak ingin predikat itu nanti hanya sekadar nama saja, tetapi kualitasnya tidak berbeda bahkan lebih rendah dari sekolah berstandar nasional.

Dia yakin jika kuantitas dan kualitas sarana, prasarana, dan personalia terus ditingkatkan, pada saatnya—tanpa dipaksakan pun—SMAN 1 Terbanggibesar bisa setara dengan sekolah berstandar internasional.

“Jadi, kami tak memburu gelar, pangkat, atau predikat. Yang selalu kami upayakan adalah bagaimana meningkatkan mutu pembelajaran dan lulusan,” kata Dasiyo. (TIM REDAKSI/S-1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar