Tampilkan postingan dengan label UMPTN / PKAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMPTN / PKAB. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2011

Unila Rencanakan Buka Program Reguler II

Pendidikan Lampost : Senin, 21 Maret 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Universitas Lampung berencana membuka program baru pada penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2011 sebagai pengganti program ekstensi yang telah ditutup. Program ini bernama reguler.

Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung Hasriadi Mat Akin menjelaskan hal itu di ruang kerjanya, Jumat (18-3).

"Program ini sebagai pengganti program ekstensi yang telah ditutup penerimaannya pada 2007. Untuk program ekstensi kami tinggal menunggu kelulusan mahasiswa yang tinggal beberapa angkatan," kata dia.

Hasriadi menjelaskan program reguler ini memiliki kesamaan dan perbedaan dengan program reguler satu maupun program ekstensi atau lebih dikenal dengan program nonreguler karena ditujukan kepada mereka yang telah bekerja.

"Sama halnya dengan program reguler satu, dalam program reguler dua ini mahasiswa dapat mengambil jumlah SKS secara penuh, berbeda dengan program nonreguler atau ekstensi yang dibatasi maksimal sembilan SKS," Kata Hasriadi.

Mengenai dosen pengajar dan sarana prasarana perkuliahan, ia menjelaskan tidak ada bedanya dengan program reguler satu. Bedanya, reguler satu berlangsung pagi hingga siang sementara reguler dua berlangsung sore hingga malam. Ini dikhususkan bagi mereka yang telah bekerja pagi hingga siang tapi ingin memperoleh gelar sarjana.

"Sistem penerimaannya pun juga sama persis dengan program ekstensi beberapa waktu lalu. Calon mahasiswa harus mengikuti ujian tertulis yang diselenggarakan masing-masing fakultas yang membuka program tersebut. Artinya seleksi tetap kami lakukan," kata dia.

Hingga saat ini baru dua fakultas yang menyatakan akan membuka program ini: Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum. Satu fakultas yang menyatakan belum akan membuka program ini yakni MIPA. Sementara lima fakultas lainnya masih belum memutuskan.

Hasriadi menginformasikan penerimaan jalur reguler dua baru dilakukan setelah program penerimaan mahasiswa baru jalur reguler satu selesai diselenggarakan. Untuk reguler satu terdiri dari jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri tulis dan undangan, program perluasan akses pendidikan masyarakat miskin, ujian masuk lokal, dan penerimaan bibit unggul daerah.

"Mereka yang boleh mendaftar adalah mereka yang benar sudah bekerja ataupun mereka yang telah tiga tahun gagal dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Sedangkan untuk fresh graduated dari sekolah menengah atas tidak diperkenankan ikut," kata dia. (MG14/S-1)

Minggu, 20 Maret 2011

SNMPTN UNDANGAN: Pendaftar di Unila Capai 7.279 Siswa

Pendidikan Lampost : Kamis, 17 Maret 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan berakhir Selasa (15-3). Sebanyak 233.898 siswa SMA sederajat mendaftarkan diri dalam jalur ini dan 7.279 di antaranya mendaftarkan diri untuk diterima di Unila.

Berdasarkan data yang dimiliki Panitia Lokal SNMPTN di Provinsi Lampung, sejak dibuka 1 Februari lalu hingga hari terakhir, jumlah pendaftar secara nasional 233.898 siswa. Sebanyak 7.279 siswa mendaftarkan diri pada Unila. Mereka memperebutkan 788 kursi dengan tingkat persaingan 1 berbanding 10.

Ketua Panitia Lokal SNMPTN Undangan Hasriadi Mat Akin mengatakan jumlah ini merupakan data final karena pendaftaran secara nasional ditutup serentak pada Selasa (15-3) malam.

Dari tabulasi data juga diketahui dari 7.279 orang, 4.388 orang berasal provinsi Lampung, 1.833 (Sumatera Selatan), 257 (Sumatera Utara), 208 (Jawa Barat), 172 (Banten), 92 (DKI Jakarta), 80 (Bengkulu), 69 (Jambi), 54 (Sumatera Barat), 29 (Jawa Tengah), dan 22 (Kepulauan Bangka Belitung).

Selanjutnya, 21 dari Jawa Timur, 11 (Kepulauan Riau), 8 (DI Yogyakarta), 7 (Kalimantan Barat), 5 (Aceh), 3 (Sulawesi Selatan), 2 (Kalimantan Timur), 1 (Bali, dan 1 (Gorontalo). Dengan demikian Unila diminati oleh siswa dari 21 provinsi yang ada di Indonesia dari jalur SNMPTN undangan ini.

Berdasarkan data yang dikeluarkan panitia lokal SNMPTN, jumlah pendaftar SNMPTN undangan melalui program beasiswa Bidik Missi 2011 mencapai 2.171 pendaftar. Mereka adalah siswa miskin yang direkomendasikan sekolah dan mendaftar secara gratis.

Humas Panitia Lokal SNMPTN M. Komarudin menjelaskan pendaftaran berlangsung lebih dari satu bulan, sejak 1 Februari 2011 hingga 12 Maret 2011 dan kemudian Panitia Pusat memutuskan melakukan perpanjangan selama dua hari. Sehingga pendaftaran baru ditutup pada 15 Maret tepat tengah malam. MG14/S-2

Ia menjelaskan dalam proses registrasi oleh sekolah ada empat data yang harus diinput kepala sekolah saat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN undangan. Di antaranya, profil sekolah, data siswa, nilai semester satu hingga lima, dan data siswa tiap kelas secara paralel di sekolah yang mendaftar.

Menurutnya, berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan saat sosialisasi di Yogyakarta, satu kepala sekolah membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk memasukkan semua data yang menjadi persyaratan SNMPTN undangan. Dalam sosialisasi kepada kepala sekolah, terus Komarudin, pihaknya tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan. Akan tetapi, panlok juga akan memberikan penjelasan serta simulasi yang sudah di dokumentasikan dalam compact disk (cd), dan dibagikan kepada setiap sekolah. MG14

Senin, 07 Maret 2011

64 Ribu Lebih Daftar lewat Jalur Undangan

Pendidikan Lampost : Senin, 7 Maret 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak 64.626 siswa SMA sederajat mendaftarkan diri dalam SNMPTN jalur undangan.

Berdasarkan data yang dimiliki Panitia Lokal SNMPTN di Provinsi Lampung, sejak dibuka 1 Februari lalu sampai hari ke 33, jumlah pendaftar secara nasional 64.626 siswa, 1.748 orang di antaranya mendaftar di Unila dan 773 orang menempatkan Unila sebagai pilihan pertama mereka.

Ketua Panitia Lokal SNMPTN Undangan Hasriadi Mat Akin pekan lalu mengatakan jumlah ini masih sementara mengingat pendaftaran akan berlangsung hingga 12 Maret.

Dari tabulasi data juga diketahui dari 1.748 orang tersebut, 934 berasal dari Provinsi Lampung, 590 dari Sumatera Selatan, 78 dari Jawa Barat, 73 asal Sumatera Utara, 40 dari Banten, 18 dari Bengkulu, 13 dari DKI Jakarta dan Sumatera Barat, 11 dari Jambi, 9 dari Jawa Tengah, 8 dari Bangka Belitung, 3 dari Aceh, 2 dari Yogyakarta dan Jawa Timur, sisanya satu dari Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Barat dan Gorontalo.

Jika dilihat dari asal sekolah di Lampung, baru sembilan kabupaten yang mendaftarkan siswanya, yaitu 37 orang dari Lampung Barat, Lampung Selatan (34), Lampung Tengah (137), Lampung Timur (48), Pringsewu (132), Tanggamus (57), Bandar Lampung (309), Metro (108), dan Lampung Utara (68). Total peserta dari Lampung 930 siswa.

Humas Panitia Lokal SNMPTN M. Komarudin menjelaskan jumlah pendaftar diperkirakan bertambah lantaran masih banyak siswa yang belum melakukan registrasi akhir karena bimbang menentukan program studi pilihan. Pendaftaran ini meliputi delapan tahap, tahap satu hingga enam dilakukan oleh sekolah sementara tahap tujuh dan delapan dilakukan siswa.

Ia menjelaskan dalam registrasi sekolah, ada empat data yang harus di-input kepala sekolah saat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN undangan. Di antaranya, profil sekolah, data siswa, nilai semester satu hingga lima, dan data siswa tiap kelas secara paralel di sekolah yang mendaftar.

Menurut dia, berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan saat sosialisasi di Yogyakarta, satu kepala sekolah membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk memasukkan semua data yang menjadi persyaratan SNMPTN undangan. Dalam sosialisasi kepada kepala sekolah, kata Komarudin, pihaknya tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan. Akan tetapi, panitia juga akan memberikan penjelasan serta simulasi yang sudah didokumentasikan dalam compact disk (CD) dan dibagikan kepada setiap sekolah.

Rabu, 02 Maret 2011

779 Siswa SMA Pilih Unila

Pendidikan Lampost : Selasa, 1 Maret 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak 779 siswa SMA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia menempatkan Universitas Lampung (Unila) menjadi pilihan pertamanya pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan.

Dari jumlah itu, 354 di antaranya adalah pelajar SMA sederajat di Lampung. Dari tabulasi data, diketahui 312 orang dari Sumatera Selatan, Sumatera Utara (36), Jawa Barat (32), Banten (11), dan Bengkulu (6).

Selanjutnya, 5 orang dari Bangka Belitung, Sumatera Barat dan Jambi, 4 orang dari DKI dan Jawa Tengah, sisanya satu orang dari Aceh, Riau, Bali, dan Kalimantan Barat. Dari 779 orang tersebut 252 orang mendaftar dari jalur beasiswa Bidik Misi.

Berdasar data yang dimiliki Panitia Lokal SNMPTN di Provinsi Lampung, sejak dibuka sejak 1 Februari lalu hingga hari ke 28, jumlah pendaftar secara nasional masih berada pada kisaran 26.291 siswa. Sebanyak 779 orang mendaftarkan diri di Unila.

Ketua Panitia Lokal SNMPTN Undangan Hasriadi Mat Akin di ruang kerjanya, lantai II Rektorat Universitas Lampung (Unila), mengatakan jumlah ini masih minim mengingat jumlah SMA sederajat secara nasional mencapai angka 18 ribu sekolah.

Jika dilihat dari asal sekolah di Lampung, 15 orang dari Lampung Barat, 5 orang dari Lampung Selatan, 60 orang dari Lampung tengah, 4 orang dari Lampung Timur, 85 orang dari Pringsewu, 40 orang dari Tanggamus, 93 orang dari Bandar Lampung, dan 56 orang dari Metro.

Humas Panitia Lokal SNMPTN M. Komarudin menjelaskan masih minimnya jumlah pendaftar diperkirakan lantaran banyak siswa yang belum melakukan proses registrasi akhir karena masih bimbang menentukan program studi pilihan. "Pendaftaran meliputi delapan tahap, tahap satu hingga enam dilakukan oleh sekolah, sementara tahap tujuh dan delapan dilakukan oleh siswa," kata dia.

Ia menjelaskan dalam proses registrasi oleh sekolah ada empat data yang harus di-input kepala sekolah saat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN undangan. Di antaranya, profil sekolah, data siswa, nilai semester satu hingga lima, dan data siswa tiap kelas secara paralel di sekolah yang mendaftar.

Komarudin mengatakan berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan saat sosialisasi di Yogyakarta, satu kepala sekolah membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk memasukkan semua data yang menjadi persyaratan SNMPTN undangan. Dalam sosialisasi kepada kepala sekolah, ujar Komarudin, pihaknya tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan. Akan tetapi, panitia lokal juga akan memberikan penjelasan serta simulasi yang sudah didokumentasikan dalam compact disc (CD), dan dibagikan kepada setiap sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Sobirin menyatakan pihak sekolah telah meregistrasi siswa berdasarkan ketentuan yang ada. Untuk siswa kelas akselerasi 100 persen diregistrasi. Untuk RSBI 75 persen diregistrasi dan untuk reguler karena sekolahnya terakreditasi A, 50 persen telah diregistrasi.

Ia memperkirakan minimnya jumlah pendaftar bukan karena sekolah yang belum mendaftar, melainkan siswa yang masih bingung memilih program studi apa yang akan dipilih.

"Dalam pendaftaran ini terdapat tujuh tahap. Untuk tahapan yang dilakukan sekolah telah selesai. Sekarang tinggal proses yang dilakukan oleh siswa, dari melengkapi data, memilih program studi, upload foto hingga mencetak kartu tanda peserta SNMPTN jalur undangan," kata Sobirin. (MG14/S-1)

Kamis, 24 Februari 2011

Siswa Miskin Gratis Daftar SNMPTN

Pendidikan Lampost : Rabu, 23 Februari 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), baik jalur tulis maupun undangan, membebaskan siswa miskin dari biaya pendaftaran. Jika lulus, mereka akan diproyeksikan untuk menerima beasiswa Bidik Misi 2011.

Ketua Pelaksana Panitia Lokal SNMPTN Undangan dan Tulis Provinsi Lampung Hasriadi Mat Akin mengatakan hal itu di ruang kerjanya, lantai II Gedung Rektorat Universitas Lampung, Selasa (22-2).

"Mereka yang tergolong siswa miskin jangan khawatir. Mereka dapat mendaftarkan diri untuk menjadi peserta SNMPTN tulis dan undangan tanpa dikenai biaya pendaftaran karena Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang akan menanggung biayanya," kata dia.

Mengenai prosedurnya, kata Hasriadi, ada di website panitia SNMPTN 2011. Siswa tidak bisa mendaftarkan diri secara pribadi, tetapi melalui rekomendasi sekolah. Sekolah nantinya yang akan mengajukan pendaftaran kepada panitia pusat dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan biaya pendaftaran SNMPTN jalur undangan tahun 2011 sebesar Rp175 ribu, biaya jalur tulis Rp150 ribu/peserta untuk kelompok IPA dan IPS. Sedang untuk kelompok IPC (IPA+IPS) Rp175 ribu/peserta. Biaya tersebut disetor ke Bank Mandiri. Biaya yang sudah disetor tersebut tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.

"Namun agar mereka memperoleh beasiswa Bidik Misi dan terbebas dari biaya kuliah, mereka harus lolos dulu baik dari SNMPTN undangan maupun SNMPTN tulis karena yang dilihat pertama kali adalah kemampuan akademik, bukan kondisi ekonominya," kata Hasriadi.

Sayangnya, kata Hasriadi, berdasarkan pengalaman tahun lalu pada program beasiswa Bidik Misi 2010 justru banyak siswa miskin yang tidak mampu memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan pemerintah. Banyak calon penerima beasiswa yang gagal menembus SNMPTN.

"Tahun lalu kami meminta SMA sederajat di provinisi ini untuk merekomendasikan siswa miskin di sekolahnya yang memiliki ranking 1 hingga 10. Terdatalah 470 peserta, ternyata dari jumlah tersebut hanya 60 orang yang lolos SNMPTN sedangkan sisanya gagal," ujarnya.

Berdasarkan ketentuan beasiswa Bidik Misi yang diunduh di website Dikti diketahui sasaran beasiswa adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat tahun 2010 dan 2011 yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi.

Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program diploma IV dan S-1, dan selama 6 (enam) semester untuk program diploma III. Untuk program studi yang memerlukan pendidikan keprofesian atau sejenis, perpanjangan pendanaan diupayakan oleh perguruan tinggi penyelenggara.

Harga satuan bantuan biaya pendidikan tahun 2011 adalah sebesar Rp6 juta/mahasiswa/semester yang terdiri atas bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa dan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikelola oleh PTP (perguruan tinggi pengelola). Sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (MG14/S-2)

Rabu, 23 Februari 2011

MAHASISWA BARU: Minim, Pendaftar SNMPTN Undangan

Pendidikan Lampust : Selasa, 22 Februari 2011

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sudah tiga minggu dibuka, jumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan hingga Senin (21-2) masih minim.

Berdasarkan data Panitia Lokal SNMPTN di Provinsi Lampung, sejak dibuka pada 1 Februari lalu, hingga hari ke-21 jumlah pendaftar secara nasional masih berada pada kisaran 5.004 siswa. Padahal jumlah SMA sederajat yang terdata mencapai 18 ribu sekolah.

Ketua Panitia Lokal SNMPTN Undangan Hasriadi Mat Akin di ruang kerjanya lantai II Rektorat Universitas Lampung (Unila) mengatakan masih minimnya jumlah pendaftar secara nasional disebabkan lamanya proses entri data yang dilakukan sekolah.

Berdasarkan data, jumlah siswa yang telah dientri ke server panitia pusat 5.004 orang. Dari jumlah tersebut, 84 siswa telah meregistrasi melalui jalur reguler dan 42 siswa telah meregistrasi sebagai calon penerima beasiswa bidik misi.

Untuk Sumatera Selatan, jumlah pendaftar baru 34 orang, Lampung (28), Sumatera Utara (9), Jawa Barat (6), Sumatera Barat (3), sementara Bengkulu, Jambi, Riau hingga Aceh baru satu orang.

Humas Panitia Lokal SNMPTN M. Komarudin menjelaskan dalam proses registrasi ada empat data yang harus di-input kepala sekolah saat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN undangan.

Di antaranya, profil sekolah, data siswa, nilai semester satu hingga lima, dan data siswa tiap kelas secara paralel di sekolah yang mendaftar.

Ia menjelaskan berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan saat sosialisasi di Yogyakarta, satu kepala sekolah membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk memasukkan semua data yang menjadi persyaratan SNMPTN undangan. Dalam sosialisasi kepada kepala sekolah, kata Komarudin, pihaknya tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan. Akan tetapi, panitia juga akan memberikan penjelasan serta simulasi yang sudah didokumentasikan dalam compact disk (CD), dan dibagikan kepada setiap sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Sobirin mengatakan pihak sekolah telah meregistrasi siswa berdasarkan ketentuan. Untuk siswa kelas akselerasi, 100 diregistrasi. Untuk RSBI 75% diregistrasi. Untuk reguler, karena sekolah terakreditasi A, 50% telah diregistrasi. MG14/S-2

Mahasiswa Undangan Bisa Kuliah di Mana Saja

Pendidikan Lampost : Senin, 21 Februari 2011

PADANG (Lampost): Mahasiswa undangan yang dinyatakan lulus berdasar penjaringan prestasi akademik bisa kuliah di salah satu dari 60 perguruan tinggi negeri mana pun.

Hal itu dikatakan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Musliar Kasim, di Padang, Minggu (20-2). Menurut dia, penerimaan mahasiswa undangan tersebut juga berasal dari sekolah yang terakreditasi dan minimal setiap sekolah diberikan formasi 25% dari siswa terbaik mereka melalui program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011.

Musliar yang juga Penanggung Jawab Pelaksana SNMPTN menyatakan Program Seleksi Nasional itu merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dalam satu sistem terpadu dan serentak. Program pola penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional dilakukan oleh seluruh PTN secara bersama untuk diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

"Program ini pertama kali dilakukan setelah sebelumnya SNMPT hanya untuk penerimaan lokal atau pengiriman formulir dan undangan terbatas dari perguruan tinggi penerima," kata dia.

Kebijakan ini, kata dia, cukup baik guna membuka akses secara nasional sekaligus memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui jalur mahasiswa undangan tersebut. Upaya memperkuat NKRI, kata dia, bisa ditempuh, antara lain antarmahasiswa bisa berbagi pengetahuan tentang budaya, adat istiadat sekaligus meningkatkan kualitas hubungan silaturahmi antara generasi muda se-Indonesia.

Ia mencontohkan lulusan SMA asal Papua bisa melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Andalas, Padang, begitu pula sebaliknya. "Tentu saja calon mahasiswa undangan yang berhak kuliah tersebut terseleksi antara lain berasal dari sekolah terakreditasi dan diutamakan mahasiswa dari keluarga tidak mampu dan berprestasi," kata dia.

Kebijakan tersebut dilakukan berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Humas Universitas Hasanuddi (Unhas) Dahlan Abubakar, di Makassar, pekan lalu mengatakan Panitia Pelaksana Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengubah ketentuan persyaratan jalur undangan pada penerimaan mahasiswa baru PTN se-Indonesia.

Panitia Pelaksana SNMPTN dalam suratnya, 29 Januari 2011, kata Dahlan Abubakar, mengatur jalur undangan sebagai mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis/keterampilan.

Jalur undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat. Kepala sekolah mendaftarkan siswa terbaiknya untuk menjadi calon mahasiswa baru di PTN yang diminati.

Sekolah yang boleh ikut dalam jalur undangan ini adalah yang sudah memiliki akreditasi A, B atau C dari BAN SM dan atau terdaftar pada database SNMPTN tahun 2010.

Persyaratan siswa pelamar, siswa SMA/SMK/MA/MAK yang sedang duduk di kelas 12 dan mengikuti ujian nasional (UN) pada 2011.

”Siswa yang memperoleh rekomendasi dari kepala sekolah dan memiliki prestasi akademik terbaik dengan peringkat sekolah dengan akreditasi A, jenis kelas akselerasi, peringkat siswa dalam kelas 100% (semua siswa), akreditasi A, RSBI/unggulan, 75% terbaik, A regular 50% terbaik, B 25% terbaik, dan C 10% terbaik,” kata dia. (ANT/S-1)

PADANG (Lampost): Mahasiswa undangan yang dinyatakan lulus berdasar penjaringan prestasi akademik bisa kuliah di salah satu dari 60 perguruan tinggi negeri mana pun.

Hal itu dikatakan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Musliar Kasim, di Padang, Minggu (20-2). Menurut dia, penerimaan mahasiswa undangan tersebut juga berasal dari sekolah yang terakreditasi dan minimal setiap sekolah diberikan formasi 25% dari siswa terbaik mereka melalui program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011.

Musliar yang juga Penanggung Jawab Pelaksana SNMPTN menyatakan Program Seleksi Nasional itu merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dalam satu sistem terpadu dan serentak. Program pola penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional dilakukan oleh seluruh PTN secara bersama untuk diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

"Program ini pertama kali dilakukan setelah sebelumnya SNMPT hanya untuk penerimaan lokal atau pengiriman formulir dan undangan terbatas dari perguruan tinggi penerima," kata dia.

Kebijakan ini, kata dia, cukup baik guna membuka akses secara nasional sekaligus memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui jalur mahasiswa undangan tersebut. Upaya memperkuat NKRI, kata dia, bisa ditempuh, antara lain antarmahasiswa bisa berbagi pengetahuan tentang budaya, adat istiadat sekaligus meningkatkan kualitas hubungan silaturahmi antara generasi muda se-Indonesia.

Ia mencontohkan lulusan SMA asal Papua bisa melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Andalas, Padang, begitu pula sebaliknya. "Tentu saja calon mahasiswa undangan yang berhak kuliah tersebut terseleksi antara lain berasal dari sekolah terakreditasi dan diutamakan mahasiswa dari keluarga tidak mampu dan berprestasi," kata dia.

Kebijakan tersebut dilakukan berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010 tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Humas Universitas Hasanuddi (Unhas) Dahlan Abubakar, di Makassar, pekan lalu mengatakan Panitia Pelaksana Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengubah ketentuan persyaratan jalur undangan pada penerimaan mahasiswa baru PTN se-Indonesia.

Panitia Pelaksana SNMPTN dalam suratnya, 29 Januari 2011, kata Dahlan Abubakar, mengatur jalur undangan sebagai mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis/keterampilan.

Jalur undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat. Kepala sekolah mendaftarkan siswa terbaiknya untuk menjadi calon mahasiswa baru di PTN yang diminati.

Sekolah yang boleh ikut dalam jalur undangan ini adalah yang sudah memiliki akreditasi A, B atau C dari BAN SM dan atau terdaftar pada database SNMPTN tahun 2010.

Persyaratan siswa pelamar, siswa SMA/SMK/MA/MAK yang sedang duduk di kelas 12 dan mengikuti ujian nasional (UN) pada 2011.

”Siswa yang memperoleh rekomendasi dari kepala sekolah dan memiliki prestasi akademik terbaik dengan peringkat sekolah dengan akreditasi A, jenis kelas akselerasi, peringkat siswa dalam kelas 100% (semua siswa), akreditasi A, RSBI/unggulan, 75% terbaik, A regular 50% terbaik, B 25% terbaik, dan C 10% terbaik,” kata dia. (ANT/S-1)

Jumat, 11 Februari 2011

Sekolah Curang Kena Sanksi

Pendidikan Lampost : Rabu, 9 Februari 2011

SNMPTN Jalur Undangan

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Rektor Universitas Lampung Sugeng P. Harianto menyatakan akan memberi sanksi tegas kepada sekolah yang melakukan kecurangan dalam entri data SNMPTN jalur undangan.

"Pada SNMPTN jalur undangan ini kejujuran para kepala sekolah yang mengentri data sangat menentukan," kata Rektor Unila Sugeng P. Harianto, di Bandar Lampung, Senin (8-2).

"Jika terbukti ada kecurangan, kami akan beri sanksi tegas. Mahasiswa yang lulus dari hasil entri data yang curang langsung kita off-kan status kemahasiswaannya," kata dia.

Namun yang terberat, menurut Sugeng, status black list yang akan diberikan kepada sekolah yang didapati curang. Artinya, satu kesalahan berdampak tertutupnya peluang siswa sekolah tersebut mengikuti SNMPTN jalur udangan.

"Makanya kami mewanti-wanti agar kepala sekolah jujur melakukan entry data pada pendaftaran siswa mereka agar yang berprestasi dan memenuhi persyaratan masuk dalam proses seleksi," kata dia.

Pada konferensi pers tentang penerimaan SNMPTN jalur undangan beberapa pekan lalu, Ketua Panitia Lokal SNMPTN di Provinsi Lampung Hasriadi Mat Akin mengatakan proses entry data dilakukan oleh masing-masing kepala sekolah.

"Semua proses ini akan dilakukan secara online, termasuk profil sekolah, data siswa, nilai semester satu hingga lima, dan data siswa tiap kelas secara paralel di sekolah yang mendaftar akan di entri melalui internet oleh pihak sekolah," kata dia.

Sekretaris Panitia Lokal SNMPTN Habibullah Jimmad mengatakan memang titik krusial dari mekanisme sistem online adalah pada saat pengentrian data hal ini berbeda pada seleksi penelusuran kemampuan akademik dan bakat (PKAB) pada tahun tahun sebelumnya yang dilakukan secara manual.

"Pada PKAB sistem manual dahulu proses verifikasi berkas dilakukan secara manual oleh panitia seleksi. Data yang diteliti juga merupakan data fisik. Sehingga data yang diverifikasi hasilnya juga lebih valid," kata dia.

Hasriadi menyatakan pihaknya akan memberi sanksi tegas bagi mereka yang melanggar, selain status kemahasiswaannya gugur, sekolah yang bersangkutan akan di-black list. Data mereka yang diterima dari SNMPTN undangan ini nantinya akan diferivikasi ulang oleh pihak Unila.

"Karena yang melakukan verifikasi data secara online adalah panitia pusat, maka untuk antisipasi agar tidak terjadi kecurangan maka kita akan lakukan verifikasi ulang bagi mereka yang dinyatakan lulus nanti, jadi jangan coba-coba curang," kata dia. (MG14/S-1)

Kamis, 10 Februari 2011

Unila Indang Semua Siswa Akselerasi

Pendidikan Lampung : Selasa, 8 Februari 2011

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kabar baik untuk SMA yang memiliki kelas akselerasi. Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri memberikan kesempatan sekolah untuk mendaftarkan seluruh siswanya lewat jalur undangan.

Ketua Panitia Lokal SNMPTN Hasriadi Mat Akin mengatakan jalur undangan sudah dibuka sejak awal bulan ini. Menurut Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila) itu, siswa yang berada pada kelas akselerasi adalah murid yang telah terseleksi secara ketat dalam penerimaan. Jika dalam satu kelas akselerasi terdapat 40 siswa, semuanya berhak didaftarkan.

Kesempatan yang lebih besar juga diberikan kepada sekolah dangan status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Sekolah dengan status ini dapat mendaftarkan 75% siswanya dalam setiap kelas berdasarkan pemeringkatan.

Sedangkan sekolah dengan status terakreditasi A, Hasriadi mengatakan sekolah tersebut dapat mendaftarkan 50% dari ranking siswa per kelasnya. Sedangkan untuk sekolah terakreditasi B diberi jatah 25% ranking kelas dapat didaftarkan.

Bagaimana dengan nasib sekolah terakreditasi C atau tidak terakreditasi? Menurut Hasriadi, sekolah dengan akreditasi C diberi kesempatan mendaftarkan 10% berdasarkan peringkat dari setiap kelasnya. Hal yang sama diperlakukan terhadap sekolah terakreditasi C.

“,Jadi jika dalam satu sekolah terdapat 10 kelas dan setiap kelas kelas terdapat 40 anak, siswa dengan ranking satu hingga ranking sepuluh dapat didaftarkan dalam SNMPTN undangan. Dengan demikian, sekolah tersebut dapat mendaftarkan 100 anak dalam SNMPTN undangan," kata dia.

Secara terpisah, Humas Panitia Lokal SNMPTN M. Komarudin menambahkan nantinya ada empat data yang harus diinput kepala sekolah saat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN undangan. "Di antaranya profil sekolah, data siswa, nilai semester satu hingga lima, dan data siswa tiap kelas secara paralel di sekolah yang mendaftar," kata dia.

Ia menjelaskan berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan saat sosialisasi di Yogyakarta, satu kepala sekolah membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk memasukkan semua data yang menjadi persyaratan SNMPTN undangan.

Dalam sosialisasi kepada kepala sekolah, terus Komarudin, pihaknya tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan. Akan tetapi, panitia juga akan memberikan penjelasan serta simulasi yang sudah didokumentasikan dalam compact disk (CD) dan dibagikan kepada setiap sekolah.

"Kami hanya bisa memberikan penjelasan secara umum tentang tata cara pengisian formulir di depan audiens kepala sekolah, bukan secara khusus bagi tiap kepala sekolah. Kami akan membagikan CD yang berisi tentang penjelasan dan simulasinya," katanya.

Menurut Komarudin, selain sosialisasi, pihaknya juga menyediakan pelayanan informasi untuk memudahkan kepala sekolah saat memasukkan data informasi secara online. "Ada nomor telepon yang bisa dihubungi oleh kepala sekolah. Nomor ini langsung terhubung dengan petugas kami yang berjaga di TI Unila," katanya. (MG14/S-1)

Jumat, 28 Januari 2011

UJIAN MASUK LOKAL : Unila Mungkin Tak Buka Jalur Mandiri

Pendidikan Lampost : Jum'at, 28 Januari 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Rektor Universitas Lampung (Unila) Sugeng P. Harianto menyatakan Unila kemungkinan tidak membuka jalur mandiri atau ujian masuk lokal. Hal itu dikatakan Sugeng kepada Lampung Post, di ruang kerjanya, lantai II Gedung Rektorat Unila, Kamis (27-1).

"Kemungkinan Unila untuk tidak membuka ujian masuk lokal masih terbukti cukup besar. Tapi, itu tergantung dari seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri nanti," kata Sugeng.

Ia menjelaskan kemungkinan ini terbuka jika hasil peserta SNMPTN tahun ini memiliki sebaran nilai yang baik. Rencananya Unila akan menggeser kuota SNMPTN hingga 80 persen dari 60 persen yang ditetapkan.

"Penambahan 20 persen pada jalur SNMPTN ini untuk mengantisipasi peserta yang tidak daftar ulang. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya mereka yang tidak daftar ulang bisa mencapai 20 persen," ujarnya.

Sugeng menyimulasikan untuk program studi manajemen hutan, misalnya, kuota yang ditetapkan 40 orang. Jumlah peserta yang memiliki nilai 8 sebanyak 30 orang. Jika ditambah mereka yang memiliki nilai 7 jumlahnya menjadi 50 orang.

"Nah jika kondisinya seperti ini ada kemungkinan kami akan memakai 7, dengan demikian jumlah yang diterima menjadi 50 orang," kata dia.

Rektor menyatakan dengan demikian kuota mahasiswa yang diterima dari jalur SNMPTN akan bergeser. Bergesernya kuota SNMPTN tentunya akan mengurangi kuota penerimaan mahasiswa dari jalur ujian masuk lokal.

Meski demikian, Rektor tetap menjamin angka 10 persen akan tetap diberikan untuk jalur undangan siswa miskin dan 10 persen lagi untuk jalur penerimaan bibit unggul daerah.

Sugeng mengatakan kebijakan ini tidak bertentangan dengan PP 34 Tahun 2010 tentang penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. PP ini menyatakan jumlah minimal mahasiswa yang diterima dari jalur SNMPTN 60 persen.

Ia menyatakan jalur ujian masuk lokal baru akan diselenggarakan jika terjadi kekosongan bangku yang diakibatkan tidak daftar ulangnya peserta yang diterima baik melalui jalur SNMPTN tulis, SNMPTN undangan, penerimaan bibit unggul daerah, dan program undangan bagi siswa miskin. (MG14/S-1)
Cetak Berita

SNPTN : Sekolah Tunggu Sosialisasi

Pendidikan Lampost : Jum'at, 28 Januari 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Bandar Lampung masih menunggu sosialisasi tentang seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Ketua MKKS SMA Bandar Lampung Sobirin, Kamis (27-1), mengatakan hingga kini sekolah hanya mendapatkan informasi dari media cetak maupun internet.

"Informasi tentang perubahan program penelusuran kemampuan akademik dan bakat menjadi seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan masih belum kami pahami sepenuhnya," kata dia.

Sobirin menyatakan perguruan tinggi harus menyosialisasikan langsung perubahan itu ke sekolah atau setidaknya menggunakan MKKS sebagai media sosialisasi ke sekolah.

Hal senada disampaikan Kepala SMA YP Unila Pitoewas secara terpisah kepada Lampung Post. Menurut dia, selain lewat media massa, sosialisasi langsung masih dibutuhkan karena dari beberapa informasi yang diberitakan masih menimbulkan pertanyaan bagi sekolah.

"Unila sebagai penyelengaran SNMPTN untuk tingkat lokal dapat mengundang MKKS provinsi sehingga nantinya MKKS provinsi akan meneruskan informasi ini kepada MKKS tingkat kabupaten/kota hingga sampai ke sekolah," kata dia.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Lampung menyatakan pihaknya belum menyosialisasikan ke sekolah lantaran sosialisasi teknis dari panitia pusat ke perguruan tinggi baru akan dilakukan pada 29 Januari.

"Kami baru saja mendapatkan undangan dari panitia pusat mengenai simulasi dan penjabaran hal teknis mengenai sistem online SNMPTN jalur undangan. Setelah ini barulah kami sosialisasikan," kata dia.

Sugeng berencana menggandeng Dinas Pendidikan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk menyosialisasikan mekanisme baru SNMPTN terutama untuk jalur undangan.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal SNMPTN Provinsi Lampung Hasriadi Mat Akin mengatakan saat ini sedang dilakukan pendidikan dan latihan bagi tim teknis SNMPTN. Nantinya mereka yang akan membantu Dinas Pendidikan menyosialisasikan SNMPTN jalur undangan di setiap kabupaten/kota. (MG14/S-2)
Cetak Berita

Rabu, 26 Januari 2011

SNPTN Jalur Undangan Lebih Ketat

Pendidikan Lampost : Selasa, 25 Januari 2011

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Tingkat persaingan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan dinilai lebih ketat. Pasalnya, semua siswa dari seluruh Indonesia memiliki peluang yang sama masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Demikian dipaparkan Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bandar Lampung Pitoewas kepada Lampung Post di ruang Kepala SMA YP Unila, Senin (24-1).

"Setiap siswa dari setiap sekolah di Indonesia kini memiliki peluang yang sama untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Dengan demikian, format PKAB (penelusuran kemampuan akademik dan bakat, red) yang kini berubah menjadi SNMPTN jalur undangan tingkat persaingannya akan jauh lebih ketat," kata dia.

Pitoewas membandingkan, jika dahulu pada program PKAB hanya sekolah yang menerima undangan dari perguruan tinggi negeri yang bersangkutan yang dapat mendaftarkan siswanya untuk ikut dalam seleksi mahasiswa baru jalur PKAB.

"Sekarang undangan ini bersifat terbuka, baik negeri maupun swasta memiliki kesempatan yang sama. Setiap sekolah wajib meregistrasikan 25% siswa terbaik dari setiap kelas dalam program ini," kata dia.

Jika dalam satu kelas terdapat 40 peserta didik, 10 peringkat terbaik dalam kelas dapat diikutsertakan dalam SNMPTN jalur undangan.

"Karena kepanitiaan terpusat dan data dikelola secara terpusat, dapat dipastikan siswa yang diterima di sebuah program studi tidak mungkin diterima di program studi lainnya," kata dia.

Pitoewas membandingkan pada format PKAB yang bersifat lokal dan belum terpusat sangat memungkinkan seorang siswa diterima di berbagai program studi. Karena yang bersangkutan hanya bisa melakukan satu kali registrasi ulang, hal ini akan merugikan dan menutup kesempatan siswa lain.

"Kami menyambut baik PKAB atau SNMPTN undangan dengan sistem online dan terpusat. Kami berharap pihak perguruan tinggi segera melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah karena masih banyak sekolah yang belum memahami secara menyeluruh perubahan ini," kata dia.

Dia menyarankan Unila sebagai panitia lokal penyelenggaraan SNMPTN di Provinsi Lampung dapat bekerja sama dengan MKKS baik di provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyosialisasikan hal ini.

Menyikapi persoalan keketatan SNMPTN jalur undangan, Ketua Pelaksana Panitia Lokal SNMPTN di Provinsi Lampung Hasriadi Mat Akin mengatakan hasil SNMPTN 2010 menunjukkan sekolah di Lampung secara kumulatif berada pada peringkat ketujuh dalam hal persentase kelulusan secara nasional.

"Ini berarti siswa lulusan Lampung memiliki kemampuan yang cukup kompetitif secara nasional. Jadi dengan sistem ini akan semakin memperbesar peluang siswa-siswa asal Lampung berkompetisi masuk perguruan tinggi di Indonesia," kata dia. (MG14/S-2)

Selasa, 28 Desember 2010

PKAB Dilaksanakan Terpusat Mulai Tahun Depan

Pendidikan Lampost : Selasa, 28 Desember 2010


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur penelusuran kemampuan akademik dan bakat (PKAB) akan dilakukan secara nasional mulai tahun depan.

Hal itu dikatakan Pembantu Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila) Hasriadi Mat Akin, di ruang kerjanya, lantai II Gedung Rektorat, Senin (27-12).

Seperti halnya SNMPTN, kata Hasriadi, penerimaan mahasiswa baru PKAB Unila 2011 juga akan diselenggarakan secara nasional, melalui sebuah kepanitian bersama secara terpusat, tidak lagi sendiri-sendiri seperti tahun sebelumnya.

"Namun, hingga kini, kami masih menunggu teknis pelaksanaannya, kapan akan dibuka, bagaimana cara pendaftaran, siapakah yang akan menyeleksi apakah panitia pusat atau tetap diserahkan ke masing-masing perguruan tinggi masih belum diketahui," kata dia.

Hasriadi menambahkan perubahan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34 Tahun 2010 tentang Mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru bagi Seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tersebut mempertegas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 1020 tentang penyelenggaraan perguruan tinggi mengenai pengelolaan perguruan tinggi sebagai pengganti undang-undang badan hukum pendidikan (BHP), yang telah dihapus awal tahun ini.

Dalam peraturan tersebut dinyatakan 60 kuota mahasiswa baru perguruan tinggi negeri harus dilakukan melalui jalur penerimaan mahasiswa baru secara nasional, dalam hal ini dilakukan melalui jalur SNMPTN ditambah jalur PKAB.

"Sedangkan sisanya sebanyak 40 persen diserahkan ke masing-masing perguruan tinggi untuk melakukan sistem penerimaan secara otonom. Hal ini dilakukan untuk kembali memperluas kesetaraan hak dalam menempuh jalur pendidikan tinggi," kata Hasriadi.

Selain mewajibkan untuk memberikan beasiswa kepada keluarga miskin, peraturan itu juga mengharuskan semua perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa baru secara nasional sebesar 60 persen, sedangkan penerimaan mahasiswa secara mandiri maksimal hanya 40 persen dari total mahasiswa baru

Ia menjelaskan sesuai dengan peraturan tersebut, Unila mengambil kebijakan sebesar 60 persen mahasiswa baru akan diterima melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan penelusuran kemampuan akademik dan bakat (PKAB).

Hasriadi pun kembali mengingatkan mulai tahun depan Unila juga mulai menerapkan kebijakan penerimaan mahasiswa baru bagi masyarakat miskin. Sebanyak 20 persen akan diambil melalui jalur nasional SNMPTN dan PKAB, sedangkan 10 persen akan dilakukan melalui jalur otonom. (MG14/S-1)