Minggu, 09 September 2007

Ikut Lomba Mewarnai



Sepulang dari berbelanja jam 7 pagi, hari Minggu kemarin, terdengar pengumuman dari mesjid di dekat rumah kami. Dalam rangka menyambut Ramadhan, remaja mesjid akan mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak.

Setiba di rumah, saya ceritakan hal itu pada anak-anak. Azkia lalu berbisik pada saya, "Kakak mau ikut lomba mewarnai". Saya tertawa. Tak disangka, anak saya yang belum dan memang berencana untuk tidak dimasukkan TK ternyata mau ikut lomba. Padahal beberapa orang sering meragukan anak-anak homeschooling dalam bersosialisasi dan berkumpul dengan orang banyak.

"Boleh," saya bilang.
"Sekarang Mama ke mesjid. Daftar dulu".
Wah, Azkia dan juga adiknya senang sekali tampaknya. Luqman malah ikut sibuk mencari pensil warna dan penyerut.

Acaranya dimulai jam 10. kami berangkat sekitar 10 menit sebelumnya.


Rupanya di mesjid sudah banyak sekali anak-anak. Sebagian besar sudah duduk di bangku SD, walau ada juga sih anak-anak usia 4 dan tiga tahun yang ingin ikut meramaikan.

Saya coba menjadi pengamat, bagaimana reaksi dan sikap Azkia dalam situasi ramai seperti itu. Berjaga-jaga juga kalau-kalau dia tiba-tiba merasa nggak nyaman dan ingin pulang.



Azkia mendapat posisi paling belakang, karena sudah agak terlambat. Tapi nampaknya dia enjoyaja. Setelah gambar dibagikan, lomba pun dimulai. Terlihat Azkia mencoba mengamati dulu sekelilingnya, melihat-melihat orang lain memulai kegiatannya. Saya akhirnya berbisik, "Mulai aja. Nggak usah lihat orang lain."

Gambarnya lumayan besar, sehingga anak-anak agak lelah mewarnainya. Azkia juga mulai agak mogok setelah sekitar 15 menit. Dia terlihat pegal karena harus menahan lututnya untuk mewarnai di atas meja (tanpa kursi).

Saya akhirnya bilang, "Kakak boleh tengkurap kok,". Dia pun tengkurap di atas karpet dan terlihat lebih nyaman.

Tak terasa hampir 30 menit berlalu. Azkia selesai mewarnai gambar sebelum waktunya benar-benar habis.

Setelah dibagi snack oleh panitia, kami pun pulang. Menjadi juara atau tidak bukanlah tujuan kami. Azkia pun tak peduli dengan itu kayaknya. Terpenting, dia punya pengalaman baru yang mengasyikkan hari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar