Tampilkan postingan dengan label Kompetensi Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetensi Siswa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2011

PRESTASI: 5 Siswa SMAN 2 Tulis 'Buku Penting SMA'

Pendidikan Lampost : Kamis, 12 Mei 2011





BANDAR LAMPUNG (Lampost): Lima siswa SMAN 2 Bandar Lampung menulis Buku Penting SMA. Kelima siswa itu adalah Muhammad Ikhwan Hastanto, Fahrell Febbrio Giovanny, Muhammad Darmawan Cherlanda, Rinta Wulandari, dan Aisya Rachmadieny. Ikhwan, Fahrell, Darmawan, dan Rinta sedang menunggu kelulusan, sedangkan Aisya sebagai ilustrator masih duduk di kelas X.

Rinta, juru bicara tim penulis, kemarin, mengatakan buku ini berisi panduan sederhana hidup di masa SMA. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan gaul, kelimanya memberikan kiat soal belajar, cara bergaul, kegiatan ekstrakurikuler, dan persiapan menuju perguruan tinggi.

Rinta mengatakan buku mereka dibikin dengan seleksi ketat yang diadakan editor Nazaruddin, pemilik penerbitan Good Idea, yang juga alumnus SMAN 2 tahun 1985.

Awalnya, kata Rinta, penerbit mengadakan seleksi atas ratusan draf yang masuk. Dari sana, terpilih empat karya yang dianggap layak untuk diteruskan dalam format buku.

"Alhamdulillah karya kami berempat yang terpilih. Setelah itu selama lima bulan kami menulis buku itu dengan supervisi editor Nazaruddin dari penerbit Good Idea. Karena butuh ilustrator, akhirnya terpilih siswa kelas X, Aisya," kata Rinta.

Rinta mengatakan setelah lima bulan, buku mereka terbit. Rinta menjelaskan di Bandar Lampung buku mereka akan dipasarkan bulan depan. "Memang kalau di Bandar Lampung belum. Tapi, di Jabodetabek dan Yogyakarta sudah dan penjualannya bagus. Kami juga diberi 200 eksemplar untuk belajar menjual," kata putri Syaifuddin Dany dan Mardiana ini.

Rinta menambahkan semua tim penulis dan ilustrator ini memang senang membaca dan menulis serta berorganisasi. Fahrell, kata Rinta, bahkan sempat menjadi duta Indonesia di ajang internasional Pramuka di Malaysia. Rinta sendiri sempat menjadi penyiar di Pro2 FM. Ia berharap buku mereka ini bisa menjadi bacaan yang menginspirasi semua pelajar agar berprestasi di sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan tempat tinggal. (UNI/S-2)

Senin, 14 Maret 2011

MPR Gelar LCT UUD 1945

Pendidikan Lampost : Selasa, 15 Maret

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Siswa SMA/SMK se-Lampung berkompetisi memperebutkan posisi terbaik dalam lomba cerdas cermat (LCC) UUD 1945 tingkat nasional yang digelar sekretariat MPR.

Lomba digelar di Lampung, 13—16 Maret, di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Sedang pembukaan dilaksanakan Minggu (13-3) malam di aula Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Agus Dwi Sunarti dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti 180 siswa SMA/SMK se-Lampung.

"Setiap regu terdiri dari 10 peserta dan dua orang pendamping," kata Dwi di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Tauhidi, Wakil Sekjen MPR Selvi Zaini, Kepala Biro Pimpinan MPR Suherman, dan tamu undangan lainnya.

Dwi mengatakan kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan empat pilar negara, salah satunya UUD 1945. Selain itu, untuk menanamkan pemahaman akan arti penting UUD 1945 sebagai dasar negara. "Kita juga mencari wakil dari Lampung untuk mengikuti lomba serupa di tingkat nasional," ujarnya.

Sementara itu, Selvi Zaini mengatakan Lampung merupakan kota pertama di Sumatera yang menggelar kegiatan ini. "Lampung dipilih karena pada tahun 2009 lalu, utusan dari Lampung menjadi juara lomba ini. Oleh sebab itu, saya berharap tahun ini utusan dari Lampung kembali mendapatkan juara dalam lomba ini," kata Selvi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Selvi berharap agar para pelajar dari Lampung mempersiapkan diri sebaik-baiknya sehingga mampu menjadi wakil Lampung dan berjaya di tingkat nasional.

Sedang Tauhidi berharap siswa dari Lampung menampilkan yang terbaik dalam kegiatan ini sehingga mampu mengharumkan nama sekolah, bahkan nama daerah. (UNI/S-1)

Rabu, 02 Maret 2011

725 Pelajar SMP Ikut Pra-Olimpiade

Pendidikan Lampost : Rabu, 2 Maret 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak 735 pelajar SMP se-Bandar Lampung bertarung di pra-Olimpiade Sains dan Ilmu Pengetahuan Sosial, di aula SMPN 16 Bandar Lampung, Selasa (1-3).

"Kami bermaksud mencari bibit bibit unggul daerah yang dapat mewakili kota Bandar Lampung untuk mendulang prestasi dalam olimpiade sains dan ilmu pengetahuan sosial tingkat nasional tahun ini," kata Parwono, ketua pelaksana kegiatan.

Parwono yang juga Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bidang IPS Tingkat SMP Se-Bandar Lampung itu menyatakan olimpiade ini terbagi empat cabang: Biologi, Fisika, Matematika, dan IPS.

Untuk cabang Biologi diikuti 197 peseerta, untuk Fisika diikuti 168 peserta, Matematika (190), dan IPS (180). Total peserta yang bertanding 735 peserta.

Ia mengatakandari pra-Olimpiade ini, panitia berharap daat menjaring 40 anak di setiap bidang untuk dibina agar dapat mengikuti Olimpiade Sains dan IPS tingkat kota, provinsi hingga tingkat nasional.

"Mereka yang terpilih akan kita bina selama dua hingga tiga bulan, kemudian mereka akan kami ikutkan dalam Olimpiade tingkat kota. Pada olimpiade tingkat kota nanti dipilih tiga hingga lima orang di tiap bidang untuk mewakili Bandar Lampung di tingkat Provinsi," kata dia.

Parwono mengatakan penyertaan siswa Bandar Lampung dalam Olimpiade IPA merupakan untuk yang keempat kalinya, sedangkan untuk tingkat IPS baru untuk yang kedua kalinya. Namun, dalam penyertaan yang pertama utusan Bandar Bandar Lampung mampu menyabet peringkat dua untuk bidang IPS.

Pelaksanaan pra-Olimpiade baik bidang IPA maupun bidang IPS diikuti oleh wakil dari masing-masing SMP negeri maupun swasta di Bandar Lampung. Setiap sekolah minimal mengirimkan empat siswa dan maksimal sepuluh orang siswa untuk setiap mata pelajaran. Mereka bertarung sejak pukul sembilan pagi dan masing masing mengerjakan 100 soal selama dua jam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Sukarma Wijaya saat membuka acara mengamanatkan agar siswa dapat bertanding secara jujur dan sportif. Ia juga berharap dari ajang ini akan lahir siswa berprestasi yang dapat kembali mengharumkan Kota Bandar Lampung. "Mudah-mudahan bibit bibit unggul daerah lahir dari ajang ini," kata dia berharap kepada peserta. MG14/S-1

Jumat, 25 Februari 2011

PRESTASI: Pelajar Pelita Bangsa Juara Bahasa Mandarin

Pendidikan Lampost : Jum'at, 25 Februari 2011



BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dua pelajar Sekolah Pelita Bangsa memperoleh juara pertama kompetisi lomba bahasa Mandarin se-Lampung. Mereka adalah Auberta Tracy Tjahyadi dan Vero Nobellenskviah.

Auberta Tracy Tjahyadi meraih juara pertama lomba pidato bahasa Mandarin tingkat SD, sementara Vero Nobellenskviah juara I pidato bahasa Mandarin tingkat SMP.

"Pidatoku berjudul Sekolah Bisa Membuat Kita Jadi Lebih Maju. Aku mengajak anak-anak seusiaku rajin ke sekolah, karena sekolah itu menyenangkan dan membuat kita jadi lebih pintar," ujar Auberta kepada Lampung Post, Rabu (24-2).

Gadis cilik berwajah bulat ini mengatakan naskah dua halaman dan terdiri dari sembilan paragraf panjang itu telah ia susun dan ia hafal sejak dua bulan lalu. Ia membaca setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah. Satu hari ia biasakan membaca dua paragraf secara benar.

Sedangkan Vero mengatakan naskahnya tidak sepanjang Auberta, hanya 1,5 halaman kuarto dan hanya terdiri dari lima paragraf. Namun, pilihan tema tentang kepedulian terhadap sesama mampu mengantarkannya sebagai juara pertama dalam perlombaan tersebut.

Keduanya mengaku canggung ketika hendak tampil ke atas panggung, tetapi berkat pembinaan Louse Leo sebagai guru bahasa Mandarin di sekolah, mereka akhirnya mampu tampil optimal, lancar dalam mengucapkan, dan baik dalam mengekspresikan naskah yang dipidatokan.

Minggu lalu, Ikatan Alumni Sekolah Mandarin Hualian dan Yayasan Dharma Bhakti Telukbetung Bandar Lampung menggelar lomba pidato bahasa Mandarin.

Panitia pelaksanan, Loashi Steven, mengatakan lomba ini diikuti sekitar 118 anak, dari tingkat SD hingga SMA. Lomba ini digelar agar anak-anak sekolah dapat meningkatkan kemampuannya dalam bahasa Mandarin. Selain itu, untuk perkenalkan budaya dan sejarah China kepada anak-anak.

"Saat ini bahasa Mandarin telah menjadi bahasa kedua di dunia setelah bahasa Inggris, untuk itu sejak dini anak-anak sudah dipersiapkan agar dapat bersaing di masa depan," ujarnya.

Secara terpisah, Lanni Puspa, salah satu alumnus Sekolah Mandarin Hualian, menjelaskan yang melatarbelakangi perlombaan ini adalah akan diselenggarakannya temu kangen Sekolah Hualian pada April mendatang.

“Sekolah kami berdiri 65 tahun yang lalu, sekitar 1946, setahun setelah kemerdekaan. Di zaman Soeharto, karena kebijakan pemerintah sekolah kami terpaksa tutup pada 1996. Namun ratusan alumninya yang kini tersebar baik di Indonesia, Hong Kong, Singapura hingga China punya rencana untuk berkumpul," kata Lanni.

Ia melanjutkan dalam event alumni nanti akan diberikan kesempatan tiga anak mewakili tingkat SD, SMP, dan SMA untuk berpidato dengan bahasa Mandarin. Lomba ini bertujuan menyeleksi siapa saja yang berhak tampil dalam acara temu kangen alumni tersebut. (MG14/S-1)

Kamis, 24 Februari 2011

Target Lulusan LUN 80%

Pendidikan Lampost : Kamis, 24 Februari 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Siswa mulai mengikuti latihan ujian nasional (LUN) untuk menghadapi ujian nasional (UN). Dalam latihan ini, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA menargetkan kelulusan hingga 80%.

Demikian disampaikan Ketua MKKS SMA Bandar Lampung Sobirin ketika

dihubungi Rabu (23-2). Latihan ujian nasional ini berlangsung sejak Senin (21-2) dan akan berakhir pada Kamis (24-2).

"Tingkat kesulitan soal LUN kami buat jauh lebih sulit dari soal UN sesungguhnya. Harapan kami dengan tingkat kesulitan tinggi anak-anak jauh lebih siap tempur di UN sesungguhnya," kata Sobirin.

Dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, ia menyatakan MKKS SMA Bandar Lampung menargetkan pencapaian kelulusan cukup di angka 80%. "Sisanya sebesar 20% akan kami tutupi menjelang ujian nasional nanti," ujarnya.

Sobirin mengatakan LUN ini dilakukan serempak di 56 SMAN maupun swasta di Bandar Lampung dengan jumlah siswa sekitar 8.000. LUN juga terbagi dua, untuk program IPA dan IPS. Setiap kelas maksimal diisi 20 orang siswa. "Semua peraturan dan tata tertib kami buat serupa dengan UN," kata Birin, panggilan akrab Sobirin.

Ia menuturkan hasil LUN kali ini tidak bisa digunakan untuk memprediksi hasil kelulusan seperti hasil LUN tahun lalu, lantaran format kelulusan yang berbeda. Jika tahun lalu UN dinilai seratus persen, tahun ini nilai UN hanya diberi porsi 60%. Sisanya ditentukan melalui nilai ujian akhir sekolah dan rata-rata rapor siswa.

Berdasar data Lampung Post pada LUN tahun lalu, hasil LUN SMA di Bandar Lampung tidak mencapai target. Dari target 96% yang dipatok MKKS, hasil yang diraih siswa pada LUN 2010 hanya mencapai angka 78,75% . LUN tahun lalu baru mencapai 78,75% untuk IPA dan 75,78% untuk IPS.

Mengenai koreksi, Sobirin menjelaskan pengoreksian hasil LUN dilakukan oleh MKKS SMA se-Bandar Lampung sejak Senin hingga hari ini. "Kami akan proses secepatnya karena hasilnya akan menjadi acuan, pelajaran mana yang sudah baik mana yang perlu dikuatkan," kata dia.

Ia mengatakan berdasarkan pengalamannya melaksanakan LUN, hasil LUN berkorelasi positif terhadap hasil UN. Siswa yang mendapat poin bagus pada LUN biasanya juga bagus pada UN nanti.

Mengenai persiapan menghadapi UN sendiri, menurut Birin, pihaknya telah menyosialisasikan format baru kelulusan sejak awal Januari lalu. Sosialisasi dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkatan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, hingga tingkatan guru mata pelajaran yang di-UN-kan.

"Hasil dari sosialisasi itu, Musyawarah Guru Mata Pelajaran menyusun kisi-kisi soal latihan ujian nasional berdasarkan standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan pemerintah. Prediksi soal ini diharapkan dapat membantu siswa memilah materi pelajaran yang harus disiapkan," kata dia.

Namun, ia mengatakan karena keterbatasan waktu dan tenaga, pihaknya hanya mampu membuat dua buah paket soal untuk LUN. Sedangkan pada UN sesungguhnya akan ada lima paket soal yang akan dibagikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah praktek kecurangan. (MG14/S-2)

Al Kautsar Helat AKA Event

Pendidikan Lampost : Kamis, 24 Februari 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak 365 siswa dari 20 SD, se-Provinsi Lampung berpartisipasi dalam pergelaran AKA Event yang berlangsung di Perguruan Al Kautsar, Rabu (23-2).

Joko Kurniawan selaku ketua OSIS SMP Al Kautsar sekaligus ketua pelaksana kegiatan menyatakan kegiatan ini bertitel Al Kautsar Event Interest for Friendship, Creativity, Problem Solving 2011 atau di singkat AKA Event.

Kegiatan ini terdiri dari rangkaian kegiatan, meliputi Divisi akademis berupa lomba cepat tepat; Divisi Seni berupa lomba solo song/karaoke dan melukis; Divisi Olahraga dengan lomba sepak bola mini/futsal; Divisi Teknologi dengan lomba menyusun rubik; Divisi Bahasa dengan lomba mendongeng, dan Divisi Agama dengan lomba hafalan juz Amma.

Ia mengatakan yang mengikuti kegiatan ini 20 sekolah, berasal dari Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, dan Lampung Selatan. Ini merupakan ajang dua tahunan yang digelar OSIS SMP Al Kautsar dalam rangka memperingat HUT Yayaan AL Kautsar yang ke-19.

Joko memaparkan 365 orang peserta ini, meliputi 20 tim lomba cepat tepat, di mana satu regu terdiri dari tiga orang peserta. Kemudian, 20 tim lomba futsal, yang setiap timnya terdiri dari lima orang pemain utama dan lima orang pemain cadangan. Lomba hafalan juz Amma setiap sekolah mengirim dua orang peserta. Untuk lomba rubik, solo song, mendongeng, setiap sekolah mengirim satu orang utusan.

"Pada perlombaan ini kita tidak menetapkan juara umum. Panitia menyediakan adalah piala dan piagam serta bingkisan untuk juara satu, dua, dan tiga pada setiap cabang perlombaan. Agar berlangsung objektif siswa SD Al Kautsar tidak diperkenankan ikut lomba terkecuali futsal," kata dia.

Ia mengatakan perlombaan hari pertama, meliputi solo song, lomba cepat tepat, futsal dan hafalan juz Amma. Untuk hari kedua babak lanjutan LCT, futsal, mendongeng, melukis, dan menyusun rubik. Pihaknya menggunakan juri dari guru Al Kautsar dan beberapa dari pihak luar. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Kamis sore. (MG14/S-2)

Jumat, 11 Februari 2011

Anak Cerdas dan Fokus Pengembangan Pemerintah

Opini Lampost : Selasa, 8 Februari 2011


Arissetyanto Nugroho
Rektor Universitas Mercu Buana (UMB)

Sekitar 1,3 juta anak Indonesia adalah anak yang masuk kategori cerdas istimewa dan berbakat istimewa (CIBI). Mereka mempunyai kelebihan dengan rata-rata intelligence quotient (IQ) di atas 125. Mereka juga dapat cepat menguasai materi pelajaran di sekolah. Namun, di sisi lain, mereka cenderung cepat bosan dan frustrasi karena kurangnya tantangan yang diterima di sekolah. Anak CIBI juga mempunyai minat tertentu yang menjadi fokus perhatiannya, tapi fokus dan perhatiannya terhadap minat ini membuat anak CIBI penasaran dan terkadang menjadi tidak peduli dengan berbagai aktivitas lainnya dalam proses belajar-mengajar di kelas.

Cara anak CIBI berinteraksi juga berbeda dengan anak lainnya. Mereka cenderung lebih senang diskusi dengan orang dewasa, senang memberikan kritik terhadap pertanyaan daripada menjawab pertanyaan yang diajukan rekannya. Selain itu, anak CIBI juga cenderung lebih rapuh emosionalnya, merasa teralienasi karena dirinya berbeda dengan anak lain di lingkungan sosialnya. Anak CIBI juga mempunyai selera humor yang tinggi, bahkan terkadang dengan mengolok-olok dirinya sendiri.

Berbagai perbedaan yang dimiliki anak CIBI ini membutuhkan perlakuan khusus dari guru di sekolah dan lingkungan kondusif yang memahami perbedaan yang dimilikinya. Namun sayangnya, berdasarkan pernyataan Sekjen Asosiasi Penyelenggara, Pengembang, dan Pendukung Pendidikan Khusus untuk Siswa Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa (Asosiasi CI+BI) Nasional Amril Muhammad, baru 9.500 anak CIBI yang sudah mendapatkan perlakuan sesuai dengan kebutuhannya.

Masih sedikitnya anak CIBI yang memperoleh perlakuan khusus terkendala oleh kesiapan sumber daya untuk mengakomodasi kebutuhan anak CIBI. Anak CIBI ini membutuhkan perlakuan khusus dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Layanan khusus yang dibutuhkan anak CIBI adalah percepatan proses belajar-mengajar yang berbasis konten dan percepatan berbasis gradasi. Program percepatan yang dibutuhkan anak CIBI masih terkendala karena hanya 311 sekolah dari total 260.471 sekolah yang mempunyai layanan khusus untuk anak CIBI.

Berbagai keterbatasan seperti dana dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur dalam membangun sekolah khusus anak CIBI membuat program layanan khusus bagi anak CIBI masih belum dapat mengakomodasi jumlah anak CIBI yang membutuhkan layanan ini. Namun, sedikitnya ada 3 hal yang perlu menjadi fokus dalam pengembangan anak CIBI di Indonesia.

Pertama, pengembangan proses belajar-mengajar yang disediakan oleh sekolah dan guru. Kedua, adalah pengembangan komunitas lingkungan sosial yang memahami perilaku anak CIBI dan dapat mengarahkan anak CIBI semakin matang di masa depan. Ketiga, adalah penelitian mengenai proses belajar-mengajar dan desain kurikulum yang dibutuhkan oleh anak CIBI. Ketiga hal ini dapat dipersiapkan oleh pemerintah bekerja sama dengan orang tua, sekolah umum, sekolah-sekolah khusus yang sudah menyediakan kelas untuk anak CIBI, dan pendidikan tinggi yang membangun kompetensi lulusannya untuk menjadi guru CIBI.

Pengembangan sekolah khusus dan guru khusus untuk anak CIBI dalam rentang waktu sekarang memang membutuhkan dana yang besar. Oleh karena itu, prioritas perlu diberikan untuk pengembangan guru di sekolah umum yang dapat menjadi pembimbing anak CIBI dalam berinteraksi dan belajar di sekolahnya. Langkah ini dilakukan dengan memberikan pelatihan khusus bagi guru-guru di sekolah umum dan swasta, yang di kemudian hari akan ditugaskan menjadi guru pembimbing mereka di sekolah. Akselerasi jumlah guru yang memahami anak CIBI juga dibutuhkan sehingga selanjutnya di sekolah umum dan swasta mereka dapat memberikan pencerahan bagi rekan-rekan guru lainnya mengenai kiat-kiat dalam berinteraksi dengan anak CIBI.

Kebutuhan untuk fokus dalam mendidik guru CIBI di Indonesia menjadi prioritas kita bersama karena memang sampai sekarang guru-guru yang mendidik anak CIBI masih belum disiapkan dengan khusus. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sekjen Asosiasi CIBI Amril Muhammad dalam deklarasi asosiasi CIBI pada 2009. Usaha dalam membangun kualitas guru CIBI yang optimal dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pendidikan tinggi yang membuka pelatihan dan program khusus untuk mendidik guru-guru CIBI.

Di sisi lain, pemerintah juga dapat membangun motivasi calon guru untuk melihat potensi menjadi guru anak CIBI di masa depan. Jika sekarang persaingan untuk menjadi guru di sekolah umum dan swasta semakin tinggi, dengan potensi kebutuhan guru CIBI di masa depan, calon mahasiswa yang mengambil pendidikan guru di pendidikan tinggi dapat mulai membangun diferensiasinya dengan menekuni kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi guru CIBI di Indonesia.

Hal kedua adalah pengembangan komunitas anak CIBI dan keluarga CIBI. Ini dibutuhkan oleh banyak keluarga dan masyarakat yang masih belum mempunyai pengalaman dalam berinteraksi dengan anak CIBI. Pengembangan komunitas ini adalah sarana untuk saling bertukar pemikiran dan pengetahuan dalam mengembangkan anak CIBI, bagaimana potensi-potensi anak CIBI yang beragam ini dapat dioptimalkan. Selain itu, melalui komunitas ini, akan terjadi pertukaran informasi mengenai pengembangan karier anak CIBI di masa depan.

Melalui pengembangan komunitas ini, pemerintah juga bisa membangun ikatan emosional bagi anak CIBI dengan Indonesia. Ikatan yang kita butuhkan untuk dapat menarik perhatian mereka agar memberikan kontribusi bagi Indonesia di kemudian hari.

Hal ketiga adalah penelitian yang dilakukan dalam memetakan kebutuhan anak CIBI dan membangun desain kurikulum yang relevan bagi anak CIBI Indonesia. Topik mengenai bagaimana program akselerasi yang relevan bagi anak CIBI Indonesia merupakan wilayah kajian yang masih belum dieksplorasi dan membutuhkan penelitian. Layanan khusus atau akselerasi seperti apa yang dibutuhkan anak CIBI dengan karakteristik yang berbeda-beda, dan apakah telescoping sudah sesuai dengan kebutuhan anak CIBI. Program telescoping adalah program yang paling banyak dipakai di Indonesia. Program ini mempersingkat rentang waktu belajar anak CIBI. Jika umumnya di sekolah umum seorang siswa membutuhkan waktu 1 tahun/2 semester, dalam program ini anak CIBI dipersiapkan untuk belajar kurikulum yang sama dengan 1 semester saja. Penelitian yang dilakukan di negara-negara lain menunjukkan bahwa selain telescoping, ada program seperti individual pace, grade skipping, subject acceleration, dan curriculum compacting yang juga dapat dipertimbangkan efektivitasnya untuk mendidik anak CIBI.

Perhatian Pemerintah

Berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Amerika, dan Korea sudah melihat potensi anak CIBI dalam meningkatkan daya saing perekonomiannya di masa depan. Sekarang negara-negara ini sudah mulai menarik minat anak CIBI dengan menawarkan insentif beasiswa di perguruan tinggi yang bagus, dan bahkan pekerjaan sampai umur 55 tahun. Keyakinan bahwa anak CIBI mempunyai tingkat kreativitas yang tinggi dan mempunyai komitmen kerja keras merupakan keunggulan yang dibutuhkan oleh banyak negara di tengah persaingan perekonomian yang semakin tinggi. Jika melihat berbagai potensi ini dan orientasi masa depan, sudah sebaiknya pemerintah memberikan perhatian bagi anak CIBI.

Besar harapan kita semua pemerintah mulai memetakan potensi anak CIBI sehingga dapat membangun strategi dalam menyediakan kebutuhan dan mengembangkan potensi anak CIBI, mengeluarkan kebijakan yang mengatur pengembangan anak CIBI, melakukan sosialisasi bagi semua pemangku kepentingan yang berhubungan dengan anak CIBI sehingga potensi yang sudah kita miliki ini dapat kita kapitalisasi dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia di masa depan. n

Sabtu, 05 Februari 2011

SMAN 1 GADINGREJO POMPA SEMANGAT BELAJAR SISWA

Pembagian Hadiyah Kepada Para Juara

Senin, 03 Januari 2011 02:05

SEMANGAT BARU DI TAHUN BARU


Hari ini Senin (03/01/2011) aktivitas belajar mengajar di sekolah dimulai, setelah kurang lebih dua pekan sekolah diliburkan karena liburan semester maka senin ini semua aktivitas di sekolah mulai normal lagi. Begitu juga yang terjadi di SMAN 1 Gadingrejo.Pemandangan pagi ini dimulai dengan aktivitas upacara bendera. Terlihat wajah sumringah dan kebahagian terpancar dari orang-orang di sekolah hari ini.Mungkin salah satu sebabnya adalah mereka mungkin merasa puas liburan selama beberapa waktu.Ada yang mengisinya dengan pulang kampung,berekreasi,atau ada pula yang hanya bersantai di rumah selama liburan.

Semoga semangat optimisme dan gairah di awal tahun baru 2011 menjadi titik awal produktifitas yang meningkat dan menghasilkan buah prestasi yang membanggakan dikemudian hari.
Dan di hari pertama masuk sekolah setelah liburan semester, ada pembagian hadiah Class Meeting yang telah di laksanakan pada tanggal 20 – 24 Desember 2010. Berikut pemenang Class Meeting :

Footsal
Juara 1 :XI IS 1 & XII IA 3
Juara 2 : XI IS 2 & XI IA 4
Juara 3 : XI IS 1 & X CIBI

Bulutangkis
Juara 1 : X7
Juara 2 : XI IA 2
Juara 3 : XI IS 4

Poster
Juara 1 : Sarah P ( X8 )
Juara 2 : Ismawan
Juara 3 : Ahmad Trifai XII IA

Kepala Sekolah SMAN 1 Gadingrejo Pringsewu

4 Kecerdasan Mengantar Orang Menjadi Sukses

Pendidikan Lampost : Jum'at, 4 Februari 2011

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Untuk bisa sukses dalam hidup, ada empat kecerdasan yang sebaiknya dikuasai, yaitu spiritual quotients (kecerdasan spiritual), physical quotients (kecerasan fisik), emotional quotients (kecerdasan emosi), dan intelegent quotients (kecerdasan intelektual).

Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Teknokrat Hernaini mengungkapkan hal itu dalam pembukaan Scientific Seminar 2011 bertema Read and write, gian your future, di aula PT Teknokrat, Rabu (2-2).

Menurut Hernaini, selama ini masyarakat hanya mengenal tiga kecerdasan, yaitu SQ terakit dengan nurani, keimanan, niat ikhlas dan rendah hati. Kemudian, EQ yang terakit dengan gairah, empati, berkarakter, kontrol, optimisme, dan humor.

Kemudian, IQ yang berhubungan dengan keteladanan, performa yang tinggi/berkualitas, inovasi, dan memiliki perspektif masa depan. "Sedang PQ terkait dengan displin, kesehatan, kehormatan, dan realistis," ujarnya.

Dia mengatakan seseorang boleh saja bermimpi setinggi langit, tetapi juga harus realistis. Artinya, jangan bermimpi mendapat IPK 4,00 tetapi enggan belajar. Akibatnya, untuk mendapatkan nilai tinggi, kemudian seorang mahasiswa mencontek. "Jadi, kalau bermimpi mendapat IPK tinggi, ya harus rajin belajar," kata dia.

Seminar yang berlangsung sehari tersebut diikuti 250 peserta dari berbagai SMA/SMK/MA di Bandar Lampung. Kegiatan ini menghadirkan beberapa pembicara Ayu Feby Ismawanti yang membawakan makalah berjudul Crazy about reading? why not. Kemudian, Budi Eko Pranoto dengan makalah berjudul Writing scares you so much? Let's conquers it. (UNI/S-1)

Rabu, 26 Januari 2011

Irfan Haris, Medali Emas Olipiade Biologi Internasional

Prestasi Lampost : Senin, 24 Januari 2011

International Biology Olyampade ( IBO )



Prestasi Irfan Haris, pelajar asal SMAN 1 Pringsewu, yang meraih medali emas pada pada Olimpiade Biologi Internasional, menyejukkan Lampung. Prestasi bocah udik itu sangat membanggakan. Betapa tidak, dia menempati urutan ke-6 dari 233 peserta yang berasal dari 60 negara. Irfan menempati posisi tertinggi dari empat utusan asal Indonesia.

Prestasi membanggakan tersebut tidak diraih dengan mudah, tetapi membutuhkan proses dan perjuangan panjang. Putra sulung dari empat bersaudara pasangan Hariyadi dan Bariah ini terobsesi menjadi seorang dokter. Beasiswa dari Depdiknas dari S-1, S-2, hingga S-3 akan dia manfaatkan untuk mewujudkan cita-cita mulianya tersebut.

"Saya ingin melanjutkan ke UI, ITB atau UGM. Untuk (Fakultas) Kedokteran, mungkin saya akan memilih UGM atau UI. Namun, jika tidak, saya memilih menjadi ahli biologi dan memilih kuliah di ITB," kata Irfan sambil tersenyum manis.


Pemuda pendiam dan cerdas ini mengaku memiliki IQ 137 poin. Namun, karena sejak kecil dia terus didukung oleh ayah-ibunya untuk memberikan yang terbaik, prestasinya terus bersinar. Selain rajin belajar, Irfan juga dikenal rajin beribadah. Bahkan, hingga saat ini dia tidak pernah melewatkan waktu selepas magrib hingga menjelang isya untuk mengaji.

Siswa kelas XII SMAN 1 Pringsewu tersebut harus terus belajar dan bekerja keras. Seusai mengikuti IBO ke-21 di Changwon, Korea Selatan, dia harus bergabung dengan Tim OSN Provinsi Lampung untuk mengikuti OSN di Medan awal Agustus mendatang untuk cabang kimia. "Mohon doanya agar sukses," kata dia merendah.

Menurut Irfan, kedua orang tuanya sangat mendukung kesuksesannya. Sejak dia duduk di bangku SD, dia diarahkan untuk rajin membaca. Kalau akan ulangan, ia ditemani orang tuanya berlatih mengerjakan soal. Jadi, perhatian dari orang tua itu sangat membantu agar kita bisa meraih prestasi terbaik.

Menurut Irfan, bibit unggul dari seluruh Lampung cukup banyak. Bahkan, dari 19 peserta OSN Lampung tahun ini di Medan, 16 di antaranya berasal dari luar Bandar Lampung. Ini berarti, hanya tiga siswa asal Bandar Lampung yang berpartisipasi pada ajang ini.

Irfan mengatakan kondisi Pringsewu yang kondusif untuk belajarlah yang membuatnya tetap bertahan di kota kecil itu. "Sebenarnya ada tawaran untuk sekolah di Bandar Lampung, bahkan di Jakarta. Namun, Pringsewu menurut saya jauh lebih kondusif untuk belajar karena belum banyak gangguan," kata dia.

Meskipun sangat cerdas dan mampu meraih medali pada setiap Olimpiade, Irfan mengaku kesulitan pada mata pelajaran olahraga dan kesenian. "Jadi, otak kanan saya kurang digali optimal," kata dia.

Untuk mengejar ketertinggalan pelajaran, Irfan selalu mendapat bahan pelajaran dan ulangan harian yang dikirim via e-mail oleh para guru. Menurut Kepala SMAN 1 Pringsewu Syamsir Kasim, meskipun sering meninggalkan sekolah, prestasi Irfan sangat membanggakan. (SRI WAHYUNI/M-1)

Biodata

Nama : Irfan Haris

Kelahiran : Sidodadi, 21 Februari 1993

Alamat : Jalan Sabalama No. 1215 Pringsewu Selatan, Pringsewu.

Pendidikan : - SDN 1 Pringsewu (2005)

- SMPN 1 Pringsewu (2008)

- SMAN 1 Pringsewu kelas XII

Rabu, 12 Januari 2011

MKKS Sosialisasi Standar Kompetensi

Pendidikan Lampost : Rabu, 12 Januari 2011

UJIAN NASIONAL

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Bandar Lampung menyosialisasikan standar kompetensi lulusan dan pelaksanaan ujian nasional ke sekolah.

Dasar sosialisasi, yakni Permendiknas No. 45/2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas No. 46 tentang Pelaksanaan UN SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2010—2011.

Wakil Ketua MKKS SMA Bandar Lampung Pitoeas menyatakan hal itu di sela-sela persiapan sosialisasi SKL dan UN, di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Selasa (11-1).

Pitoeas mengatakan MKKS berupaya bergerak cepat menyosialisasikan permendiknas tersebut ke sekolah.

"Kami berharap sekolah dapat memahami standar kompetensi lulusan yang ditetapkan pemerintah. Paham terhadap perubahan teknsi penyelenggaraan ujian sekolah dan nasional, serta mampu mempersiapkan anak didik sebaik-baiknya," kata dia.

Terkait dengan SKL yang telah ditetapkan pemerintah, MKKS berupaya untuk membedah SKL tersebut hingga ketataran prediksi soal yang kemungkinan akan di-UN-kan. "Hasil akhirnya akan kami terapkan dalam latihan bersama UN Februari mendatang.”

Pitoeas mengatakan seharusnya pemerintah menyosialisasikan SKL dan teknis pelaksanaan UN di awal tahun ajaran dan bukan di pertengahan bahkan akhir tahun ajaran. "Tapi kenyataannya setiap tahun selalu begitu. Ya inilah Indonesia," kata dia.

Ia juga berharap pemerintah segera memiliki pola baku dalam pelaksanaan ujian akhir sekolah maupun ujian nasional, dan jangan sampai setiap tahun berubah-ubah. "Tahun lalu ada UN ulangan. Tahun ini tidak, setiap tahun terus berubah," ujarnya.

Namun, sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan, sekolah hanya berskap pasrah dan pasti akan melaksanakan segala ketetapan pemerintah. "Jika terlambat pun mau tidak mau harus tetap kami persiapkan," kata Pitoeas. (MG14/S-1)

Minggu, 26 Desember 2010

SISWI BERPRESTASI MERASA TAK DIHARGAI

Kompas com : Senin, 27 Desember 2010


GARUT, KOMPAS.com - Naryana (50), warga Kampung Cijeleren, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengaku merasa dilecehkan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Menurutnya, instansi itu sama sekali tidak menghargai jerih payah anaknya, Anggi Faujiyah Azmi, siswa kelas 6 SD Negeri Mekarsari 1 Bayongbong yang telah mengharumkan nama Garut di tingkat nasional.

Ia mengatakan, Anggi Faujiyah Azmi berhasil menjadi juara pertama dan menyumbangkan medali emas untuk Kabupaten Garut pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2010 tingkat Provinsi Jawa Barat untuk tingkat SD.

Selain itu, pada ajang O2SN tingkat nasional, Anggi juga berhasil menyumbangkan medali perunggu pada cabang tenis meja.

Ironisnya, kata dia, nama Anggi tidak terdaftar dalam deretan nama 100 siswa berprestasi di Kabupaten Garut yang memperoleh penghargaan dan bonus dari Pemkab Garut.

"Sebagai orangtua, kami benar-benar kecewa atas sikap Disdik yang sama sekali tidak menghargai jerih payah anak kami untuk Garut," kata Naryana saat ditemui di rumahnya, Minggu (26/12/2010).

Menurutnya, jika dibandingkan siswa lainnya yang masuk daftar 100 siswa berprestasi di Garut, anaknya dapat dikatakan salah satu siswa yang meraih prestasi di tingkat nasional.

Naryana pernah mempertanyakan alasannya kepada pejabat Bidang TK-SD. "Lucunya, saat itu jawaban dari pihak Disdik enteng saja, Anggi tidak masuk daftar 100 siswa berprestasi penerima penghargaan karena terlewat untuk diajukan," ujarnya.

Saat akan dikonfirmasi tentang keluhan Naryana itu, Kabid TK-SD Disdik Kabupaten Garut, Mahmud, sulit untuk dihubungi. Ponselnya tidak aktif. Sedangkan Kabid Pemuda dan Olahraga, Totong, yang dihubungi melalui telepon selulernya sama sekali tidak mau memberikan komentar.

Terpisah, Official O2SN SD Kabupaten Garut, Tito, saat dihubungi menjelaskan, pihaknya sudah mengirim data atlet peraih medali jauh hari sebelumnya melalui penanggung jawab cabang olahrga (cabor) masing-masing.

Bahkan, diakui Tito, untuk atlet tenis meja, peraih medali perunggu tingkat nasional (Anggi), datanya langsung diberikan kepada Kabid Pemuda dan Olahraga, Totong. Zezen Zaenal.

Selasa, 14 Desember 2010

MENULIS KREATIF TAK PERLU BAKAT

Pendidikan Lampost : Rabu, 15 Desember 2010

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Menjadi penulis hebat tidak perlu bakat khusus, hanya kemauan, ketekunan, dan kegigihan untuk menghasilkan tulisan kreatif dan berkualitas.

Demikian kesimpulan yang disampaikan tiga pembicara, masing-masing Pemimpin Umum Lampung Post Bambang Eka Wijaya, Djadjat Sudradjat (Wakil Pemimpin Umum), dan Zulkarnain Zubairi (Redaktur Opini) pada Workshop Menulis Kreatif.

Selain menulis kreatif, peserta juga dikenalkan pada pembuatan desain grafis oleh Redaktur Desain Grafis Lampung Post Dedi Koespendi. Acara ini dimoderatori Alhuda Muhajirin (Redaktur Pendidikan) dan Sri Wahyuni (Asisten Redaktur Pendidikan).

Kegiatan berlangsung di Rumah Makan Bukit Mas, Bandar Lampung, Selasa (14-12), dan diikuti lebih dari 100 siswa SMA se-Lampung dan beberapa guru pendamping. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Lampung Post.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Lampung Agus Dwi Sunarti, mewakili Kepala Dinas, sekaligus membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Agus Dwi Sunarti mengatakan selama ini ada anggapan menulis itu sulit. Oleh sebab itu, saat diberikan tugas menulis banyak yang enggan mengerjakan dan kemudian meminta bantuan orang lain. Padahal, keterampilan menulis bukan hanya karena bakat, melainkan lebih karena proses pembelajaran. "Dengan tekun berlatih dan proses pembelajaran akan lahir penulis muda berbakat," ujarnya.

Sementara itu, Bambang Eka Wijaya menuturkan menulis adalah kegiatan menuangkan pikiran, perasaan, dan pengalaman. Menulis seperti menuangkan kopi dari teko ke dalam gelas. Namun, agar bisa dituangkan, teko harus diisi air, kopi, dan gula.

"Agar menjadi penulis yang baik, dituntut untuk rajin membaca, melihat, mendengar, merasakan, dan berinteraksi sosial," kata Bambang.

Dia mengatakan tulisannya yang sering muncul di Buras tidak hanya dari pengalaman yang baru dirasakan. Namun, bisa jadi pengalaman 40 tahun lalu yang mengendap dan mendarah daging.

Para penulis kreatif adalah mereka yang bisa memaknai dan memberikan kesimpualan atas pandangan sendiri dari berbagai persoalan. Untuk memaknai sebuah fenomena atau peristiwa, harus dibangun sikap skeptis. Tanpa skeptisisme, ilmu tidak akan berkembang sebab skeptisismelah yang mengembangkan ilmu pengetahuan.

"Setelah semua hal diperoleh, maka tulisan harus dituangkan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami pembaca. Bahasa terbaik adalah bahasa lisan," kata Bambang.

Sementara itu, Djadjat menjelaskan penulis adalah profesi terhormat, bahkan bisa mendatangkan banyak uang. Selain itu, dengan menjadi penulis seseorang tidak terikat waktu dan tempat saat bekerja.

"Untuk bisa menjadi penulis hebar resepnya hanya 3 M, yakni menulis, menulis, dan menulis. Kemudian 3 M, membaca, membaca, dan membaca, dan mulailah menulis," kata dia.

Djadjat menambahkan jika tulisan ditolak, jangan patah semangat. Sebab, untuk menghasilkan tulisan kreatif dan berkulitas membutuhkan latihan dan proses belajar. (UNI/S-1)

KARYA TULIS DAPAT MENGINSPIRASI

Pendidikan Lampost : Rabu, 15 Desember 2010

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebuah tulisan dapat memengaruhi emosional pembacanya. Oleh karena itu, seorang penulis diharapkan tidak membangkitkan emosional pembaca untuk berbuat negatif.

“Novel Laskar Pelangi contohnya, bisa menginspirasi pembaca untuk berbuat dan berpikir positif. Di sisi lain, novel tersebut juga dapat menggairahkan pariwisata Belitong. Jadi, tulisan sebenarnya mampu membangkitkan semangat positif atau sebaliknya,” kata Wakil Pemimpin Umum Lampung Post Djadjat Sudradjat, menjawab pertanyaan peserta Lokakarya Penulisan Kreatif, di Restoran Bukit Mas, Bandar Lampung, Selasa (14-12).

Djadjat bersama Zulkarnain Zubairi (Redaktur Opini Lampung Post) tampil sebagai pembicara dalam sesi kedua lokakarya yang dipandu Alhuda Muhajirin (Redaktur Pendidikan). Sedangkan sesi terakhir tampil sebagai pembicara Dedi Koes yang membawakan materi desain dan grafis, dengan moderator Armalia (SDM Lampung Post).

Di sisi lain, Djadjat juga mengatakan seorang penulis dilarang menjadi plagiat. Sedangkan memelesetkan sesuatu sehingga bisa membuat orang terhibur atau tersindir bisa saja dilakukan sepanjang tidak menyentuh substansi orang atau karya yang dipelesetkan itu. Misalnya, tentang ucapan Pak Harto yang diparodikan oleh seorang seniman bisa mengingatkan orang tentang tokoh tersebut. “Kalau lagu kebangsaan dipelesetkan, janganlah,” ujarnya.

Berkaitan dengan penulisan prosa, Zulkarnain Zubairi mengatakan tidak terikat seperti menulis puisi. Meskipun demikian, penulisan prosa bukan berarti bebas dari kaidah bahasa Indonesia. “Tetap menggunakan kaidah-kaidah bahsa yang ada,” kata dia.

Prosa, kata Zulkarnain Zubairi, terbagi dua, yakni cerita pendek dan novel. Berbeda dengan cerpen, novel memiliki napas yang lebih panjang. Sedangkan tema ceritanya sama, bisa menyentuh perasaan seperti novel Tenggelamnya Kapal Vanderwijk karangan Buya Hamka atau cerita yang dapat menggugah dan menginspirasi pembaca dalam novel Laskar Pelangi. (UNI/S-1)

Rabu, 08 Desember 2010

SEKOLAH KEJURUAN : 50% Lulusan SMK Diserap Industri

Pendidikan Lampost : Rabu, 8 Desember 2010

SURABAYA (Lampost): Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyatakan 50% dari total 900 ribu lulusan sekolah menegah kejuruan (SMK) per tahun diserap dunia industri.

"Dari berbagai lowongan pekerjaan di dunia industri lulusan SMK yang terserap baru 50%. Hampir 10% kuliah, dan sisanya masih belum terserap dalam dunia kerja,” kata Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikdasmen Kemendiknas, Joko Sutrisno, usai membuka kegiatan bursa kerja Job Matching SMK di Jatim Expo, akhir pekan lalu.

Dalam bursa kerja yang diikuti 102 perusahaan yang ada di Jatim tersebut disediakan 6.977 lowongan pekerjaan yang mayoritas dikhususkan untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. "Meskipun begitu, pekerjaan yang tersedia hanya diperuntukkan tenaga terampil yang sesuai dengan skill yang dimiliki lulusan SMK," ujar Joko.

Dalam momen tersebut, sekitar 700 siswa SMK memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) karena merakit 4.333 unit notebook. Pemecahan rekor harusnya mampu menjadi jalan pemerintah daerah (pemda) menciptakan lulusan SMK menjadi entrepreneur. “Diharapkan tahun-tahun berikutnya lulusan SMK bisa menjadi pebisnis, tak hanya pekerja,” kata Joko.

Menurut Joko, saat ini masing-masing pemda menyediakan dana sekitar Rp25 juta bagi lulusan SMK, khususnya yang memiliki keahlian dalam bidang perakitan notebook. Dengan keahlian yang dimilikinya, lulusan SMK bisa menyediakan lapangan pekerjaan baru. Pasalnya, gagasan cemerlang itu perlu mendapat dukungan dari perusahaan penyedia perangkat komputer.

"Bila perlu perusahaan komputer menyediakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) dengan harga murah. Sehingga notebook bisa dijual dengan harga murah,” kata dia. (S-1)