Mutu pendidikan di Indonesia saat ini, masih belum terlihat secara keseluruhan, sebab beberapa putra-putri bangsa Indonesia telah meraih berbagai kejuaraan olimpiade dunia, tetapi secara keseluruhan mutu pendidikan bangsa Indonesia masih rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Hal ini bisa diketahui dari penelitian yang dilakukan, “UNESCO melalui penelitian tentang Human Development Index (HDI) menempatkan Indonesia pada urutan ke-112 di antara 174 negara yang diteliti. Sedangkan, The Political dan Economics Risk Consultancy (PERC) yang berpusat di Hongkong, menempatkan sistem pendidikan di Indonesia pada urutan ke-12 di antara 12 negara yang diteliti” (Zheis, 2010). Penelitian di atas menunjukkan mutu pendidikan yang masih rendah, sehingga perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak yang saling terkait. Beberapa pihak itu di antaranya para pendidik, peserta didik dan lingkungan sekitar (terutama keluarga).Mutu pendidikan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling mempengaruhi. Namun, faktor yang paling penting adalah pendidik (guru), karena sikap dan tingkah laku, penampilan profesional, kemampuan individual, dan hal-hal yang terkait pada pribadi seorang pendidik, akan diterima oleh peserta didiknya sebagai contoh untuk diteladani (dijadikan bahan pembelajaran). Dikarenakan secara umum pendidik merupakan faktor sentral untuk membangun mutu pendidikan, maka sangat perlu adanya langkah-langkah serius dari pemerintah (khususnya Kepala Dinas Pendidikan) untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pembinaan profesional kepada tenaga pendidik. Skenario yang diprogramkan untuk meningkatkan mutu pendidik meliputi beberapa tahapan yang harus saling terkait. Langkah pertama yang perlu diambil adalah tahapan yang dinilai sangat penting sebagai titik awal (starting point) untuk melakukan langkah-langkah berikutnya. langkah-langkah selanjutnya adalah tahapan yang harus dilakukan dalam keseluruhan skenario, namun perlu diperhatikan hubungan antara tahapan yang satu dengan tahapan yang lain. Selain itu, target atau tujuan harus jelas dalam pencapaian tahapan yang ditentukan.
1. Langkah pertama: peningkatan kesejahteraan guru
Hak pendidik harus mendapat prioritas dalam kebijakan pemerintah (khususnya Kepala Dinas Pendidikan). Beberapa hak-hak tersebut di antaranya adalah hak untuk memperoleh penghasilan dan kesejahteraan dengan standar upah yang layak. Dengan terpenuhinya hak-hak pendidik, maka para pendidik dengan sendirinya akan mempunyai tanggung jawab untuk mengejar prestasi. Itulah sebabnya, maka langkah pertama ini dinilai amat vital dan strategis untuk meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. Alasan dalam mengambil langkah ini sebagai yang pertama adalah peningkatan gaji dan kesejahteraan merupakan langkah yang memiliki dampak yang paling berpengaruh terhadap langkah-langkah lainnya. Selain itu, kenaikan gaji dapat dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. Hal ini terkait dengan semakin maraknya tindak korupsi di negeri ini (Indonesia).
Berkaitan dengan korupsi ini, pendidik (guru) merupakan pelaku sekaligus korban korupsi. Guru sebagai korban korupsi adalah perlakuan tidak adil pejabat dalam tingkatan di atasnya (baik dinas, maupun cabang dinasnya), yang kadang memotong gaji guru untuk sejumlah alasan (kepentingan yang tidak terarah tujuannya). Sedangkan, guru sebagai pelaku korupsi dikarenakan tiga alasan, yaitu Pertama, pendapatan yang diterima guru kurang dibandingkan pengeluaran untuk kehidupan pribadi, ditambah untuk pengeluaran dalam mendukung proses pembelajaran. Kedua, guru tidak diikutkan untuk menentukan kebijakan di sekolah. Secara umum, guru hanya diposisikan sebagai educator. “Hasil penelitian Indonesian Corruption Watch pada beberapa kota di Indonesia secara umum menunjukkan bahwa guru tidak mengetahui kebijakan sekolah. Bahkan banyak yang mengaku belum pernah melihat rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS) di sekolahnya” (Hidayat, 2010). Ketiga, guru merupakan pegawai bawah di antara penyelenggara pendidikan lain, seperti kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan, sehingga selain menjadi korban obyekan atasan, porsi anggaran atau pendapatan yang diperoleh pun biasanya kecil. “Penelitian Indonesian Corruption Watch pada APBS beberapa sekolah di Jakarta dan Tangerang memperlihatkan bahwa alokasi anggaran untuk guru tidak mencapai setengah porsi untuk kepala sekolah” (Hidayat, 2010). Dengan demikian, usaha memberantas korupsi ini bisa diawali dengan perjuangan memperbaiki nasib (kesejahteraan) para guru. Jika standar gaji dinaikkan itu sudah layak, maka kenaikan gaji dapat diikuti dengan standar kompetensi yang tinggi pula. Oleh karena itu, terdapat berbagai pangkat dan golongan pegawai, maka kenaikan gajinya juga diselaraskan dengan pangkat dan golongan pegawai tersebut. Dengan demikian, uji kompetensi harus dilakukan secara jujur dan transparan. Untuk itu, maka instrumen uji kompetensi harus disiapkan secara matang. Jangan sampai terjadi kecurangan dalam proses uji kompetensi ini. Jika terjadi kecurangan dalam pelaksanaan uji kompetensi, maka secara otomatis akan dapat merusak seluruh komponen dalam sistem ini. Langkah pertama ini akan berjalan dengan lebih mantap jika sistem pembayaran gajinya telah dilaksanakan melalui bank (secara pribadi).
2. Langkah kedua: alih tugas profesi dan rekruitmen guru
Langkah kedua ini merupakan konsekuensi dari langkah pertama, sehingga para pendidik yang tidak memenuhi standar kompetensi harus dialihtugaskan kepada profesi lain. Para pendidik harus rela dialihtugaskan ke profesi yang lain, misalnya menjadi tenaga administrasi atau yang lain, jika para pendidik tersebut telah diberikan kesempatan untuk mengikuti diklat dan pembinaan secara intensif, tetapi tidak menunjukkan adanya perkembangan positif kompetensi untuk menjadi pendidik profesional. Untuk mengganti tenaga pendidik yang telah dialihtugaskan ke profesi lain tersebut perlu adanya seleksi (rekruitmen) secara jujur dan transparan, sesuai standar kualifikasi yang telah ditetapkan. Rekruitmen pendidik yang jujur dan transparan ini dilakukan dalam rangka mereformasi pendidikan.
3. Langkah ketiga: membangun sistem sertifikasi pendidik
Langkah ini akan memberikan dukungan bagi pelaksanaan langkah pertama. Tahapan ini sangat berat, karena terkait dengan anggaran belanja negara yang sangat besar. Prasyarat yang harus dipernuhi, yaitu untuk pendidik yang akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus sesuai standar minimal kualifikasi pendidikan. Sementara bagi guru yang sudah memiliki pengalaman tidak perlu dituntut untuk memenuhi standar ijazah tersebut, karena akan menyebabkan terjadinya apa yang disebut dengan ‘jual beli ijazah’ yang juga dikenal dengan ‘sekolah tidak ijazah ada’ (STIA). Bagi pendidik yang telah berpengalaman diperlukan adanya pendidikan profesi dan sistem diklat berjenjang yang harus dihargai setara dengan kualifikasi pendidikan tertentu. Jika sistem sertifikasi ini telah mulai berjalan, maka sistem kenaikan pangkat bagi pendidik sudah waktunya disesuaikan. Kenaikan pangkat pendidik bukan hanya sebagai proses administrasi saja, melainkan proses penting dalam sertifikasi yang berdasarkan kompetensi yang dimiliki para pendidik.
4. Langkah keempat: membangun standar pembinaan karir (career development path)
Seiring dengan pelaksanaan sertifikasi tersebut, disusunlah satu standar pembinaan karier. Sistem itu harus dalam bentuk dokumen yang disahkan dalam bentuk undang-undang atau setidaknya berupa peraturan pemerintah yang harus dilaksanakan oleh aparat otonomi daerah. Sebagai contoh, untuk menjadi instruktur, kepala sekolah, atau pengawas, seorang pendidik harus memiliki standar kompetensi yang diperlukan, dan harus melalui proses pencapaian yang telah diberlakukan tersebut. Standar pembinaan karir dapat dilaksanakan dengan baik apabila sistem sertifikasi pendidik dan sistem kenaikan pangkat pegawai berdasarkan sertifikasi sudah berjalan.
5. Langkah kelima: peningkatan kompetensi melalui kegiatan diklat, dan pendidikan profesi, serta melibatkan organisasi pembinaan profesi tenaga pendidik Sebagaimana dijelaskan pada langkah sebelumnya, proses rekruitmen guru baru harus dilaksanakan secara jujur dan transparan, dengan menggunakan standar kualifikasi yang telah ditetapkan. Sedangkan, untuk para pendidik yang sudah berpengalaman perlu diberikan kesempatan untuk mengikuti penataran yang dilaksanakan oleh lembaga inservice training terakreditasi. Selain itu, para pendidik juga disyaratkan untuk mengikuti pendidikan profesi yang dapat dilaksanakan oleh lembaga tenaga kependidikan (LPTK) terakreditasi.
Upaya peningkatan kompetensi bagi pendidik harus dilaksanakan dengan program yang jelas. Jumlah pendidik yang besar di negeri ini memerlukan penanganan secara sinergis oleh semua instansi yang terkait dengan preservice education, inservice training, dan on the job training. Kegiatan sinergis peningkatan mutu pendidik juga harus melibatkan organisasi pembinaan profesi guru, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Musyawarah Kerja Penilik atau Pengawas Sekolah (MKPS), termasuk PGRI sebagai wadah organisasi perjuangan para guru.
Pembinaan profesional guru melalui KKG, MGMP, MKKS, dan MKPS, tidak hanya membicarakan permasalahan yang terjadi pada situasi saat itu saja, tetapi sangat perlu adanya pengembangan dengan pembuatan program yang disusun pada saat ajaran baru, sehingga ada tujuan yang jelas untuk dievaluasi di tiap akhir tahun. Selama ini, semua kegiatan tersebut berjalan seperti biasa. Namun, belum terlihat manfaat atau hasilnya.
Oleh karena itu, pembinaan profesional guru diharapkan memiliki kegiatan rutin yang inovatif, seperti mengadakan lomba pembuatan rancangan teknologi bagi peserta didik, mengadakan acara seminar untuk guru bidang studi tertentu.
Pengertian KTSP KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ). Konsep Dasar KTSP Dalam Standar Nasonal Pendidikan (SNP Pasal 1, ayat 15) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-undagn No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat 1), dan 2) sebagai berikut. 1.Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2.Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta social budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervise dinas pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif, produktif, dan berprestasi. KTSP merupakan paradigma baru pengembangan kurikulum, yang otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan pendidikan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar-mengajar di sekolah. Otonomi diberikan agar setiap satuan pendidikan dan sekolah meiliki keleluasaan dalam megelola sumber daya, sumber dana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.
KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. Pemberdayaan sekolah dan satauan pendidikan dengan memberikan otonomi yang lebih besar, di samping menunjukan sikap tanggap pemerintah terhadap tuntunan masyarakat juga merupakan sarana peningkatan kualitas, efisisen, dan pemerataan pendidikan. KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntunan, dan kebutuhan masing-masing. Otonomi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dan staf sekolah, menawarkan partisipasi langsung kelompok-kelompok terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan, khususnya kurikulum. Pada sistem KTSP, sekolah memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan tersebut, sekolah dituntut untuk mengembangkan strategi, menentukan prioritas, megendalikan pemberdayaan berbagai potensi seklah dan lingkungan sekitar, serta mempertanggunngjawabkannya kepada masyarakat dan pemerintah.
Dalam KTSP, pengembangan kurikulm dilakukan oleh guru, kepala sekolah, serta Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan. Badan ini merupkan lembaga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat, komisi pendidikan pada dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), pejabat pendidikan daerah, kepala sekolah, tenaga pendidikan, perwakilan orang tua peserta didik, dan tokoh masyarakat. Lembaga inilah yang menetapkan kebijakan sekolah berdasarkan ketentuan-ketentuan tentang pendidikna yang berlaku. Selanjutnya komite sekolah perlu menetapkan visi, misi, dan tujuan sekolah dengan berbagai implikasinya terhadap program-program kegiatan opersional untuk mencapai tujuan sekolah.
Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah unutk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.
Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk: 1.Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemnadirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 2.Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangankan kurikulum melalui pengembalian keputusan bersama. 3.Meningkatkan kompetesi yang sehat antar satuan pendidikan yang akan dicapai. Memahami tujuan di atas, KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan sewasa ini. Oleh Karen itu, KTSP perlu diterapkan oleh setiap satuan pendidikn, terutama berkaitan dengan tujuh hal sebagi berikut. 1.Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat menoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan lembaganya. 2.Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. 3.Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan seklah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. 4.Keterlibatan semua warga seklah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efesien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat sekitar. 5.Sekolah daapt bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orangtua peserta didik, dam masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimalkam mungkin unutk melaksanakna dan mencapai sasaran KTSP. 6.Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtua peserta didik, masyarakat, dan pemerintah daerah setempat. 7.Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah dengan cepat, serta mengakomodasikannya dalam KTSP. Landasan KTSP 1.UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2.PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3.Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi 4.Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan 5.Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 Tahun 2006 Ciri-ciri KTSP 1.KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah. 2.Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. 3.Guru harus mandiri dan kreatif. 4.Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.
Sumber: Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung; Remaja Rosdakarya, 2007)
Awal kurikulum terbentuk pada tahun 1947, yang diberi nama Rentjana Pembelajaran 1947. Kurikulum ini pada saat itu meneruskan kurikulum yang sudah digunakan oleh Belanda karena pada saat itu masih dalam psoses perjuangan merebut kemerdekaan. Yang menjadi ciri utama kurikulum ini adalah lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.
Setelah rentjana pembelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum Indonesia mengalami penyempurnaan. Dengan berganti nama menjadi Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Yang menjadi ciri dalam kurikulum ini adalah setiap pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964 pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pendidikan di Indonesia. Kali ini diberi nama dengan Rentjana pendidikan 1964. yang menjadi ciri dari kurikulum ini pembelajaran dipusatkan pada program pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional, kerigelan dan jasmani.
Kurikulum 1968 merupakan pemabaharuan dari kurikulum 1964. Yaitu perubahan struktur pendiddikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Pemabelajaran diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan serta pengembangan fisik yang sehat dan kuat
kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan Sistem Instruksi (PPSI). Menurut Mudjito (dalam Dwitagama: 2008) Zaman ini dikenal dengan istilah satuan pelajaran yaitu pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan intruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi.
Kurikulum 1984 mengusung proses skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan itu penting. Kurikulum ini juga sering disebut dengan kurikulum 1975 yang disempurnakan. Posisi siswa ditempatkan sebgai subyek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan,hingga melaporkan. Model ini disebut dengan model Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).
Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses,” kata Mudjito menjelaskan (dalam Dwitagama: 2008).
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.
Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, di antaranya sebagai berikut: Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi). Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban) dan penyelidikan. Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. Pengajaran dari hal yang konkrit ke ha yang abstrak, dari hal yang mudah ke hal yang sulit dan dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks. Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman.
Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya sebagai berikut: Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/ substansi setiap mata pelajaran. Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari.
Permasalahan di atas saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya suplemen kurikulum 1994. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum, yaitu: Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya.
Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa. Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan brbagai aspek terkait, seperti tujuan materi pembelajaran, evaluasi dan sarana-prasarana termasuk buku pelajaran. Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah.
Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap, yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum. Salah satu bentuk invovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. Kurikulum 1994 disempurnakan lagi sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi disentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. 22 dan 25 tentang otonomi daerah.
Pada era ini kurikulum yang dikembangkan diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). KBK adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah (Depdiknas, 2002). Kurikulum ini menitik beratkan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap serangkat kompetensi tertentu. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap dan minat peserta didik, agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan dan keberhasilan dengan penuh tanggungjawab.
Adapun karakteristik KBK menurut Depdiknas (2002) adalah sebagai berikut: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupu klasikal. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Kurikulum ini dikatakan sebagai perbaikan dari KBK yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP ini merupakan bentuk implementasi dari UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan.
Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. Secara substansial, pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan KBK tahun 2004 dengan KBK tahun 2006 (versi KTSP), bahwa sekolah diberi kewenangan penuh dalam menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang ditetapkan, mulai dari tujuan, visi-misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan hingga pengembangan silabusnya
A.Kurikulum Kurikulum adalah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajarai oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan (Hamalik, 2003: 16). Menurut nasution (1999: 5) kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar apakah dalam ruangan kelas, dihalaman sekolahataupun diluar sekolah termsuk kurikulum.
Menurut hemat saya dari setiap perubahan kurikulum pendidikan telah menunjukkan perbaikan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Namun hal itu tidak dibarengi dengan kemajuan kompetensi siswa yang dimiliki. Hal ini terbukti dari posisi negara kita dalam tingkat kemajuan pendidikan masih kalah jauh dengan negara tetangga yang notabene secara geografis negara kita lebih luas. Logikanya semakin luas, jumlah pendudukpun semakin banyak, otomatis bannyak bakat-bakat yang terdapat dalam setiap individu-individu bangsa Indonesia. Menurut Okta (2007), Secara peringkat. Berdasarkan dalam laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bidang pendidikan, United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), yang dirilis pada Kamis (29/11/07) menunjukkan, peringkat Indonesia dalam hal pendidikan turun dari 58 menjadi 62 di antara 130 negara di dunia. Mau tidak mau, itu menggambarkan bahwa kualitas pendidikan kita pun semakin dipertanyakan. Sebab, tingkat pendidikan Indonesia kian melorot.
Jika melihat fakta ini sungguh ironis, tidak sebanding dengan fakta atas perubahan-perubahan yang sudah dilakukan sebanyak 7 kali yaitu pada tahun 1947, 1952, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006. Menurut (dari di internet) negeri kita hanya mampu menjadi bangsa “panjual” tenaga kerja murah di negeri orang. Dari pendapt di atas dapat disimpulkan betapa gagalnya dunia pendidikan di negara kita ini yang telah gagal dalam melahirkan tenaga-tenga yang berkualitas yang mampu bersaing dalam dunia kerja, walaupun kurikulum telah mengalami perubahan sebanyak 7 kali, atau bisa disebut berkali-kali.
Hal ini juga diungkapkan oleh Prof. Aleks Maryunus guru besar Universitas Negeri Padang menyebutkan bahwa “selama ini sibuk mengurusi dan membenahi dokumen tetulisnya saja”. Menurutnya perubahan kurikulum di negara kita lebih menitikberatkan pada perubahan konsep tertulisnya saja (berupa buku-bukupelajran dan silabus saja) tanpa mau memperbaiki proses pelaksanaannya di tingkat sekolah. Sedangkan proses dan hasilnya tak pernah mampu dijawab oleh kurikulum pendidikan kita.
Kurikulum kita 7 kali telah mengalami pergantian. Faktor-faktor apa saja yang menyababkan perubahan itu. Jika diamati perubahan kurikulum dari tahun 1947 hingga 2006 yang menjadi faktor atas perubahan itu diantaranya: (1) menyesuaikan dengan perkembangan jaman, hal ini dapat kita lihat awal perubahan kurikulum dari rentJana pelajaran 1947 menjadi renjtana pelajaran terurai 1952. Awalya hanya mengikuti atau meneruskan kurikulum yang ada kemudian dikembangkan lagi dengan lebih menfokuskan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. (2) kepentingan politis semata, hal ini sangat jelas terekam dalam perubahan kurikulum 2004 (KBK) menjadi kurklum 2006 (KTSP). Secara matematis masa aktif kurikulum 2004 sebelum diubah menjadi kurikulum 2006 hanya bertahan selama 2 tahun. Hal ini tidak sesuai dengan perkembangan sebelum-sebelumnya. Dalam kurun waktu yang singkat ini, kita tidak bisa membuktikan baik tidaknya sebuah kerikulum. Hal senada juga diungkapkan oleh Bagus (2008), menyebutkan bahwa lahirnya kurikulum 1968 hanya bersifat politis saja, yaitu mengganti Rencana pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama.
Hal senada juga diungkapkan oleh Hamalik (2003: 19) menyebutkan bahwa dalam perubahan kurikulum dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: 1.Tujuan filsafat pendidikan nasional yang dijadikan yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan. 2.Sosial budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat 3.Keadaan lingkungan (interpersonal, kultural, biokologi, geokologi). 4.Kebutuhan pembangunan POLISOSBUDHANKAM 5.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiaan serta budaya bangsa.
Menurut, S. Nasution (dalam Jumari (2007) menyebutkan bahwa perubahan kurikulum mengikuti dua prosedur, yaitu Administrative approach dan grass roots approach. Administrative approach, yaitu suatu perubahan atau pembaharuan yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru, jadi from the top down, dari atas ke bawah, atas inisiatif para administrator. Yang kedua, grass roots approach, yaitu yang dimulai dari akar, from the bottom up, dari bawah ke atas, yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain.
Kurikulum yang terbaru adalah kurikulum 2006 KTSP yang merupakan perkembangan dari kurikulum 2004 KBK. Kurikulum 2006 yang digunakan pada saat ini merupakan kurikulum yang memberikan otonomi kepada sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan yang puncaknya tugas itu akan diemban oleh masing masing pengampu mata pelajaran yaitu guru. Sehingga seorang guru disini menurut Okvina (2009) benar-benar digerakkan menjadi manusia yang professional yang menuntuk kereatifitasan seorang guru. Kurikulum yang kita pakai sekarang ini masih banyak kekurangan di samping kelebihan yang ada. Kekurangannya tidak lain adalah (1) kurangnya sumber manusia yang potensial dalam menjabarkan KTSP dengan kata lin masih rendahnya kualitas seorang guru, karena dalam KTSP seorang guru dituntut untuk lebihh kreatif dalam menjalankan pendidikan. (2) kurangnya sarana dan prasarana yang dimillki oleh sekolah. Kesimpulan Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan kerikulum dari tahun ketahun menunjukkan kemajuan yang cukup baik jika diihat dari kontektual. Namun hal itu tidak seiring dengan kenyataan di lapangan. Keadaan pendidikan mulai saat perubahan kurikulum pertama kali hingga saat ini, kalau boleh saya bilang kurikulumm Indonesia masih berjalan di Tempat artinya tidak berkembang hal bisa dibuktikan dengan data yang menunjukkan pperingkat Indonesia masih berada pada No 62 dari 130 negara yang ada. Hal ini merupakan PR bagi pemerintah bagaimana langkah yang harus dilakukan. DAFTAR PUSTAKA Hamalik, Oemar. 2003. Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. Nasution. 1999. Asas – asas kurikulum. Jakarta: PT Bumi Aksara. Jumari, kang. 2007. http:// kangjumari.blogspot.com/27/12/kurikulum-di-indoonesia-pembahuruan.html. rabu. 8 januari 2009. Dwitagama, dedi. 2007. //kesadaransejarah.blogspot.com./2007/11/kurikulum-pendidikan-kita. Html. Rabu januari 2009. Bagus, andi. 2008. //andibagus.blogspot.com/2008/03/kurikulumm –pendidikan-di-indonesia.html. 8 januari 2009.
Cepalochordata berasal dari bahasa yunani (cephal: kepala, chorda: batang). Sub phylum cephalochordata memiliki spesies yang lebih besar dibandingkan dua sub phylum sebelumnya, ada sekitar 30 spesies yang sudah terindetifikasi. Cephalochordates yang berisi tentang empat belas spesies, yang terbaik dari yang dikenal adalah anggota dari genus Branchiostoma, yang sering disebut amphioxus. They are found throughout the world, living on the sea bed among shellMereka ditemukan di seluruh dunia, tinggal di laut tempat tidur di antara shell gravels. They live half buried in the sand, with the head projecting upwards, and feed by filtering water through their pharynx to extract small particles. Mereka tinggal setengah dikuburkan di pasir, dengan kepala Memproyeksikan ke atas, dan makanan dengan menyaring air melalui tekak mereka untuk mendapatkan partikel kecil.
These animals look like an archetypal chordate - the type of animal from which higher forms evolved. Hewan ini terlihat seperti sebuah archetypal chordate - jenis hewan yang lebih tinggi dari bentuk berkembang. But this is probably incorrect. Tetapi ini mungkin salah. The cephalochordates have some very unusual features, such as a unique excretory system and a very primitive nervous organisation. Cephalochordates yang memiliki beberapa fitur sangat tidak biasa, seperti yang unik dan excretory sistem yang sangat primitif syaraf organisasi. They probably separated from the main line of vertebrate evolution at a very early stage. Mereka mungkin terpisah dari baris utama dari evolusi di bertulang belakang yang sangat awal.
Cephalochordata (atau lancelets, secara tradisional dikenal sebagai amphioxus, jamak amphioxi) adalah subphylum dari laut invertebrata dari divisi Chordata.They are usually found in shallow parts of temperate or tropical seas. Mereka biasanya ditemukan di bagian sedang dangkal atau laut tropis. As with all chordates—a group that includes tunicates (subphylum Urochordata), hagfish (class Agnatha), and all vertebrates (class Vertebrata)—cephalochordates have a notochord, a hollow dorsal nerve cord, and pharyngeal slits (or pharyngeal pouches). Seperti halnya dengan semua chordates-kelompok yang mencakup tunicates (subphylum Urochordata), hagfish (kelas Agnatha), dan semua vertebrata (kelas Vertebrata)-cephalochordates memiliki notochord, melubang sirip belakang saraf kabelnya, dan pharyngeal slits (atau kantong pharyngeal). Cephalochordates retain the notochord throughout their lives, unlike tunicates and vertebrates that have the notochord only during early (embryonic, larval) stages. Cephalochordates mempertahankan notochord sepanjang hidup mereka, dan tidak seperti tunicates vertebrata yang memiliki notochord hanya selama awal (berhubung dgn janin, larval) tahap. Unlike vertebrates, cephalochordates and tunicates lack a backbone or vertebral column. Tidak seperti vertebrata, cephalochordates dan tunicates kurangnya satu kolom tulang punggung atau tulang belakang.
The notochord of cephalochordata, unlike the vertebrate spine, extends into the head.Yang notochord dari cephalochordata, tidak seperti duri bertulang belakang, membentang ke kepala. This gives the subphylum its name ( cephalo- meaning "relating to the head"). Ini memberikan subphylum namanya (cephalo-berarti "yang berkaitan dengan kepala"). Lancelets are blade-shaped (tapered at both ends), yielding the name amphioxus, which comes from the Greek for "both (ends) pointed." Lancelets yang berbentuk blade (tapered pada kedua sisi), nama amphioxus Nya, yang berasal dari Yunani untuk "kedua (berakhir) menunjuk."
With only about 30 species , it would be easy to overlook this subphylum and its importance. Dengan hanya sekitar 30 spesies, akan mudah untuk menghadap subphylum ini dan pentingnya. Yet, in Asia, lancelets are harvested commercially for food that is eaten by both humans and domesticated animals , and they are an important object of study in zoology as they provide indications about the origins of the vertebrates . Namun, di Asia, lancelets dipanen secara komersial untuk makanan yang dimakan oleh manusia dan dijinakkan hewan, dan mereka merupakan hal yang penting objek studi dalam ilmu hewan karena memberikan indikasi tentang asal dari vertebrata.Cephalochordates also play a key role in certain food chains , with sometimes thousands per square acre of sand, and they contribute to the diversity of forms and behaviors that makes nature so fascinating to people. Cephalochordates juga memainkan peranan penting dalam beberapa rantai makanan, kadang-kadang dengan ribuan persegi per Acre pasir, dan kontribusi mereka untuk keragaman bentuk dan perilaku yang membuat sehingga menarik untuk orang.
There are only two genera of cephalochordates recognized— Branchiostoma (originally Amphioxus , about 23 species) and Asymmetron (about six species). Terdapat hanya dua Genera dari cephalochordates diakui-Branchiostoma (awalnya Amphioxus, sekitar 23 spesies) dan Asymmetron (sekitar enam spesies). The common name lancelet, or amphioxus, is generally used for all cephalochordates. Umum lancelet nama, atau amphioxus, umumnya digunakan untuk semua cephalochordates.
Cephalochordates normally stay buried in sand, with only the head protruding to filter feed and breathe through its gill slits (Towle 1989). Cephalochordates biasanya tinggal dikuburkan di pasir, hanya dengan kepala terjulur untuk menyaring pakan dan bernafas melalui insang slits (Towle 1989). They swim with a spiring motion. Mereka berenang dengan gerakan spiring. Often only one inch (2.5 centimeters) in length, some species may grow up to about five centimeters long, eight centimeters at the longest. Seringkali hanya satu inci (2,5 centimeter) panjang, beberapa spesies Mei tumbuh hingga sekitar lima sentimeter panjang, delapan centimeter paling lama.
In common with the vertebrates , cephalochordates have a nerve cord running along the back, and pharyngeal gill slits and a tail that runs past the anus. Dalam umum dengan vertebrata, cephalochordates memiliki saraf kabelnya berjalan di sepanjang bagian belakang, dan pharyngeal insang slits dan ekor yang berjalan lewat anus. Also like vertebrates, the muscles are arranged in blocks called myomeres . Seperti juga vertebrata, yang otot yang diatur dalam blok disebut myomeres.Unlike the vertebrates, however, the dorsal nerve cord is not protected by bone, but a rather simpler notochord made up of a cylinder of cells that are closely-packed to form a toughened rod. Berbeda dengan vertebrata, meski demikian, sirip belakang saraf kabelnya tidak dilindungi oleh tulang, tetapi agak lebih sederhana notochord yang terdiri dari sebuah silinder sel yang erat-dikemas untuk membentuk sebuah toughened tongkat.
The cephalochordates also have oral cirri, thin tentacle-like strands that hang in front of the mouth and act as sensory devices and as a filter for the water passing into the body.Cephalochordates yang juga memiliki cirri lisan, tipis seperti alat-orang yang menggantung di depan mulut dan bertindak sebagai perangkat indera dan sebagai filter untuk melewati air ke dalam tubuh. The water exits the body via the atriopore. Air keluar tubuh melalui atriopore.Cephalochordates have a well-developed circulatory system, but lack blood cells, a major heart , and a kidney . Cephalochordates memiliki baik dikembangkan sistem peredaran darah, namun kurang sel darah, besar jantung, dan ginjal.The brain (which is very small) and sense organs are poorly developed.Otak (yang sangat kecil) dan rasa organ yang buruk.
SUB PHYLUM HEMICHORDATA
OLEH :
EKA SAPRI ALVYANTO
Sesuai dengan namanya hemichordata berasal dari kata (hemi: semu, chorda: penyokong tubuh dalam). Hemichordata adalah devisi yang berbentuk cacing laut deuterostome binatang, umumnya dianggap sebagai saudara dari grup echinoderms. Mereka kembali ke tanggal yang lebih rendah atau Tengah Cambrian dan penting termasuk kelas fosil disebut graptolites, sebagian besar yang menjadi punah di Carboniferous. Mereka tampaknya memiliki bentuk primitif notochord, dibentuk dari diverticulum dari foregut disebut stomochord, tetapi kemungkinan besar ini adalah hasil dari evolusi konvergen.A hollow neural tube exists among some species (at least in early life), probably a primitive trait they share with the common ancestor of chordata and the rest of the deuterostomes. Sebuah rongga saraf tabung ada di antara beberapa spesies (setidaknya pada awal kehidupan), yang mungkin primitif sifat mereka berbagi dengan leluhur umum dari chordata dan sisanya dari deuterostomes.
The bodies of Hemichordates are divided into three parts, proboscis, collar and trunk.Hemichordates yang dibedakan oleh tripartit (tiga) divisi dari tubuh. At the forward end of the body is a preoral lobe , behind this is a collar, and last comes a trunk . Pada akhir maju tubuh adalah preoral cuping, di balik ini adalah leher, dan terakhir yang datang trunk.The name "hemichordate" means "half chordate," and hemichordates share some (but not all) of the typical chordate characteristics . Nama "hemichordate" berarti "setengah chordate," hemichordates dan berbagi beberapa (tetapi tidak semua) yang khas chordate karakteristik.There are branchial openings , or "gill slits," that open into the pharynx; there is a rudimentary structure in the collar region, the stomochord , that is similar to a notochord ; and there is a dorsal nerve cord, in addition to a smaller ventral nerve cord. Ada branchial bukaan, atau "insang slits," yang terbuka ke dalam tekak; ada di kelas, struktur dalam wilayah leher, yang stomochord, yang mirip dengan notochord; dan sirip belakang terdapat saraf kabelnya, di samping yang lebih kecil ventral saraf kabelnya. However, hemichordates are not classified as true chordates, although they are quite closely related. Namun, hemichordates tidak diklasifikasikan sebagai benar chordates, meskipun mereka sangat erat terkait. Some DNA-based studies of evolution suggest that hemichordates are actually closer to echinoderms than to true chordates. Beberapa DNA-berdasarkan studi evolusi menyarankan bahwa hemichordates sebenarnya lebih dekat dengan echinoderms daripada untuk chordates benar. This is supported by the fact that the larvae of at least some hemichordates look very much like those of some echinoderms. Hal ini didukung oleh fakta bahwa larva setidaknya beberapa hemichordates terlihat sangat seperti yang beberapa echinoderms.
Of the three classes of hemichordates, the most familiar living ones are the Enteropneusta , the acorn worms. Dari tiga kelas hemichordates, yang paling akrab yang tinggal adalah Enteropneusta, yang cacing acorn. One is pictured at the top right of the page. Salah satunya adalah kita di bagian kanan atas halaman. The triple division of the body is obvious. Triple pembagian tubuh adalah jelas. Acorn worms also have multiple branchial openings, as many as 200 in some species. They are slow burrowers, using the proboscis to burrow through sediment, and may either deposit feed (consume sediment and digest the organic matter, rather like earthworms in soil) or suspension feed (collect suspended particles from the water). Acorn cacing juga memiliki beberapa branchial bukaan, sebanyak 200 di beberapa spesies. Mereka adalah burrowers lambat, menggunakan belalai untuk menggali melalui endapan, dan bisa deposit pakan (mengkonsumsi endapan dan ringkasan yang organik, agak seperti earthworms di tanah) atau penangguhan pakan (mengumpulkan ditangguhkan partikel dari air). Some of these worms may be very large; one species may reach a length of 2.5 meters (almost eight feet), although most are much smaller. Beberapa cacing ini mungkin sangat besar; satu spesies Mei mencapai panjang 2,5 meter (hampir delapan kaki), walaupun sebagian besar masih jauh lebih kecil.
The second living class is the Pterobranchia , an obscure group with only about 20 living species. Pterobranchs as very different from acorn worms; they form colonies in which the individuals are interconnected by stems, or stolons . Individuals, or zooids , are often less than 1 millimeter long. The proboscis is not elongated, as it is in acorn worms, but shield-shaped. The second division of the body bears a pair of branched tentacles that collect small food particles from the water. Tinggal kelas kedua adalah Pterobranchia, mengaburkan sebuah grup dengan hanya tinggal sekitar 20 spesies. Pterobranchs sebagai sangat berbeda dari acorn cacing; membentuk koloni mereka di mana individu adalah interkoneksi oleh batang, atau stolons. Individu, atau zooids, sering kurang dari 1 milimeter panjang. Belalai yang tidak elongated, karena di cacing acorn, tetapi berbentuk perisai. Kedua pembagian tubuh beruang sepasang Branched tentacles yang mengumpulkan makanan kecil partikel dari air. There is only one branchial opening. Hanya ada satu branchial membuka. Most strikingly, almost all pterobranch species create and live within a network of tubes, the coenecium . Sebagian besar dgn cara yg menyolok, hampir semua jenis pterobranch membuat dan tinggal dalam sebuah jaringan tabung, yang coenecium.These tubes are made up of the protein collagen, secreted by special glands in the proboscis. Yet similar larvae and a similar tripartite body plan unite the enteropneusts and pterobranchs. Tabung tersebut terdiri dari kolagen protein, bekerja keras oleh kelenjar khusus di belalai. Namun serupa larva yang sama dan badan tripartit rencana dalam mempersatukan enteropneusts dan pterobranchs. This diagram shows a colony of pterobranchs in the genus Rhabdopleura .
Hemichordata are divided into two classes: the Enteropneusta , commonly called acorn worms, and the Pterobranchia , which may include the graptolites.Karakteristik Hemichordata:
1)Bilaterally symmetrical. 1) bilateral simetris.
2)Body has more than two cell layers, tissues and organs. 2) Badan memiliki lebih dari dua lapisan sel, tisu dan organ.
3)Body cavity a true coelom. 3) Badan rongga yang benar coelom.
4)Body possesses a through gut, straight or U-shaped, with an anus. 4) Badan memiliki melalui usus, lurus atau U-berbentuk, dengan anus.
5)Body divided into three sections, a proboscis, a collar and a trunk. 5) Badan dibagi menjadi tiga bagian, satu belalai, yang leher dan trunk.
6)Nervous system normally diffuse, but variable. 6) sistem saraf biasanya menabur, tetapi variabel.
7)Has a partially open circulatory system. 7) Apakah yang sebagian terbuka sistem peredaran darah.
8)Possesses glomerulus as an excretory organ. 8) memiliki glomerulus sebagai excretory organ.
9)Reproduction normally sexual and gonochoristic. 9) Dilarang biasanya seksual dan gonochoristic.
10)Feeds on fine particles in the water. 10) Feed pada partikel halus dalam air.
11)All live marine environments. 11) Semua lingkungan hidup laut. The Hemichordates, or Acorn Worms are a small phylum of generally small animals that were once considered to be a part of the Chordata. Yang Hemichordates, atau Acorn Worms adalah sebuah divisi dari kecil umumnya kecil sekali binatang yang dianggap sebagai bagian dari Chordata. However modern science has proven that none of them posses a post anal tail or a notochord and they have been allocated to a phylum of their own. Namun ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa tidak satupun dari mereka memiliki sebuah anal ekor atau notochord dan mereka telah dialokasikan ke divisi mereka sendiri.
They are all marine worm-like animals. Mereka semua laut seperti kunang-binatang. There are only about 90 known species all of which are benthic, (living on the sea floor) in their adult form. Hanya ada sekitar 90 spesies dikenal semua yang benthic, (hidup di dasar laut) dalam bentuk dewasa. The smallest species are only a few millimetres long and the largest, Balanoglossus gigas can reach lengths of 1.5 metre (4.7 feet). Terkecil spesies hanya beberapa lama milimeter dan terbesar, Balanoglossus gigas dapat mencapai panjang 1,5 meter (4.7 kaki). All known species feed on small particles of organic matter either as filter feeders of as substrate eaters. Semua jenis makanan dikenal pada partikel kecil dari organik baik sebagai filter feeders sebagai substrat eaters. They have a wide distribution and can be found in most of the worlds waters both in shallow coastal waters and in the deeper seas. Mereka memiliki distribusi luas dan dapat ditemukan di sebagian besar dunia baik di perairan pesisir pantai yang dangkal dan di lautan yang lebih dalam.
The basic body plan is tripartite (in three sections). Dasar tubuh adalah rencana tripartit (dalam tiga bagian). The first section is called the 'Protosome'. Bagian pertama dinamakan 'Protosome'. This is a modified proboscis and in many species it is short, it is these species that have given the Hemichordates their common name of 'Acorn Worms'. Ini merupakan diubah pada belalai dan di banyak spesies itu singkat, ini adalah spesies yang telah diberi Hemichordates mereka umum nama 'Acorn Worms'. The protosome is followed by a 'collar' which bears tentacles in the Pterobranchia but not in the Enteropneusta. Protosome yang akan diikuti oleh 'leher' yang beruang tentacles di Pterobranchia tetapi tidak di Enteropneusta. Behind this is a 'trunk' which contains the digestive and reproductive organs. Dibalik ini adalah 'trunk' yang berisi pencernaan dan organ reproduksi.
The phylum is divided into two classes, the Pterobranchia and the Enteropneusta. Divisi yang dibagi menjadi dua kelas, yang Pterobranchia dan Enteropneusta. The two classes share some attributes but are quite different in others. Kedua kelas berbagi beberapa atribut namun sangat berbeda dalam hal lain.
Class EnteropneustaKelas Enteropneusta
The Enteropneusts, with more than 70 species, comprise the majority of the Hemichordates, they are the typical Acorn Worms. Yang Enteropneusts, dengan lebih dari 70 spesies, mayoritas terdiri dari Hemichordates, mereka adalah khas Acorn Worms. They live in burrows in the substrate (mud or fine sand) or under rocks, in both shallow and deeper waters. Mereka tinggal di Burrows dalam substrat (lumpur atau pasir halus) atau di bawah batu, baik di perairan dangkal dan lebih mendalam. Feeding is either filter feeding or substrate eating. Makan adalah salah satu filter atau substrat makan makan. The proboscis is small in both types and the collar is very small. Belalai yang kecil di kedua jenis dan leher sangat kecil.
Substrate eaters like Balanoglossus clavigerus from the Mediterranean are generally larger than filter feeders. Substrat eaters seperti Balanoglossus clavigerus dari Mediterania umumnya lebih besar daripada filter feeders. They consume large amounts of mud and or sand and digest the organic matter within it. Mereka mengkonsumsi jumlah besar dan lumpur atau pasir dan ringkasan organik dalam hal ini. They deposit their wastes on the surface much like earthworm castes. Mereka deposit mereka limbah pada permukaan seperti banyak castes cacing tanah. Their burrows may have several openings at one end. Burrows mereka mungkin memiliki beberapa bukaan di satu akhir. They seldom leave their burrows. Mereka jarang mereka meninggalkan Burrows.
Filter feeders have mucous secreting glands and numerous cilia on their proboscis. Filter feeders memiliki lendir secreting kelenjar dan banyak bulu mata pada belalai mereka. The proboscis is held out of the burrow entrance and organic particles are caught in the mucous which is swept to the mouth by the beating of the cilia. Belalai yang diselenggarakan dari lubang masuk organik dan partikel ditangkap di lendir yang aparat kepolisian ke mulut oleh kekalahan dari bulu mata. These species can cover their mouth with their collar and thus avoid eating inorganic or otherwise undesirable materials. Spesies ini dapat menutupi mereka dengan mulut mereka dan leher menghindari makan sehingga anorganik atau bahan tidak diingini.
The digestive system is a through gut ending in a terminal anus. Yang merupakan sistem pencernaan usus melalui terminal yang berakhir di anus. Behind the mouth is a buccal cavity which leads into a pharynx which possess gill slits. Dibalik mulut adalah buccal rongga yang mengarah ke hulu kerongkongan yang memiliki pial slits. These gill slits are believed to be used primarily to assist gaseous exchange (respiration). Pial slits ini dipercaya dapat digunakan terutama untuk membantu pertukaran gas (respirasi). The Pharynx leads into an oesophagus which in turn leads to an intestine which is the main site of digestion. Tekak yang mengarah ke dalam kerongkongan yang pada gilirannya mengarah ke usus yang utama situs pencernaan. The intestine leads ultimately to the anus. Usus yang akhirnya lead ke anus.
Gaseous exchange occurs over the whole body as well as in the pharyngeal slits. Pertukaran gas terjadi seluruh tubuh serta dalam pharyngeal slits. The blood is colourless and has no respiratory pigments. Darah adalah warna dan tidak memiliki pewarna pernafasan. It is forced through the animal's few vessels by the beating of a muscular heart that forces blood through the central sinus. Hal ini terpaksa melalui beberapa hewan's kapal oleh kekalahan dari kan jantung yang memaksa darah melalui pusat sinus. The heart constricts the sinus, but the blood does not actually enter the heart so it is not a heart in the strictest sense. Jantung constricts yang sinus, tetapi sebenarnya darah tidak masukkan hati sehingga tidak diproses di jantung rasa. The blood passes through two longitudinal blood vessels and a series of sinuses. Darah melewati dua longitudinal pembuluh darah dan serangkaian sinuses.
The nervous system derives from a sub-epidermal net and is thickened in the mid-dorsal region of the proboscis and the mid-ventral area of the trunk into hollow nerve cords. Sistem urat saraf yang berasal dari sub-kulit bersih dan ketebalan beberapa sentimeter di pertengahan sirip belakang daerah dari hidung besar dan pertengahan ventral kawasan trunk ke dalam rongga saraf tali pusat. In the collar their are giant nerve fibres, but their function is poorly understood and the animal can survive reasonable well without them. Di leher mereka adalah raksasa serat saraf, tetapi mereka adalah fungsi dipahami dengan baik dan binatang dapat bertahan hidup layak baik tanpa mereka.
Reproduction can occur as a result of fragmentation of the adults body, however it normally involves the two sexes and egg fertilisation. Reproduksi dapat terjadi sebagai akibat fragmentasi tubuh orang dewasa, tetapi biasanya melibatkan dua jenis kelamin dan telur fertilisation. Both sexes have numerous gonads and fertilisation is external. Kedua jenis kelamin memiliki banyak gonads dan fertilisation adalah eksternal. The females extrude egg masses onto the surface of the substrate from within their burrows (2,000 to 3,000 eggs at a time). Perempuan yang menolak telur massa ke permukaan pada substrat dari mereka dalam Burrows (2000 ke 3000 telur sekaligus). The males also release their sperm into the water, the sperm swim and seek out the eggs which it is believed they detect chemically. Laki-laki yang juga melepaskan mereka ke dalam air mani, sperma yang berenang dan mencari telur yang beriman itu adalah mereka mendeteksi dan kimiawi. The fertilised egg develops into a 'tornaria' larvae and lives as part of the plankton (floating in the sea) for several weeks until it undergoes a metamorphosis into the 3 body sections that the adult possesses and sinks to the sea-floor. Fertilised telur yang berkembang menjadi 'tornaria' larva dan hidup sebagai bagian dari plankton (apung di laut) untuk beberapa minggu sampai mengalami sebuah metamorfosa ke dalam 3 bagian tubuh yang dewasa dan memiliki sinks ke laut-lantai.
Class Pterobranchia Kelas Pterobranchia
With only between 10 and 20 species the Pterobranchia make up less than one fifth of the Hemichordates. Dengan hanya antara 10 dan 20 spesies yang membuat Pterobranchia sampai kurang dari seperlima dari Hemichordates. They are small animals ranging in size from 1 to 12 millimetres in length. Mereka adalah binatang kecil dalam ukuran mulai dari 1 hingga 12 milimeter panjang. Pterobranchs live in much deeper water than the Enteropneusts, this and their soft bodies means that they are difficult to study and much less is known about their ecology. Pterobranchs hidup di air lebih banyak dibandingkan dengan Enteropneusts, mereka lunak ini dan badan-badan yang berarti mereka sulit untuk belajar dan kurang banyak diketahui tentang mereka ekologi.
The proboscis is modified into into a shield which secretes the collagenous burrow in those species that live in one. Yang belalai yang diubah ke dalam sebuah perisai yang secretes yang collagenous yang bersembunyi di spesies yang tinggal di satu. It is also used as an organ of locomotion, much in the way a snail uses its foot, both for movement inside and outside the burrow. Hal ini juga digunakan sebagai organ daya, banyak di jalan bekicot dengan menggunakan kaki, baik untuk gerakan di dalam dan di luar bersembunyi.
The collar is modified to produce between 1 and 9 pairs of tentacles or lophophore arms. Leher yang dimodifikasi untuk memproduksi antara 1 dan 9 pasang tentacles atau lophophore lengan. These arms possess a double row of smaller ciliated tentacles. Lengan ini memiliki dua baris yang lebih kecil berbulu mata tentacles. The tentacles secrete mucous which is driven, along with the food particles trapped in it, to the mouth by the beating of the cilia. Tentacles yang mengeluarkan lendir yang digerakkan, bersama dengan makanan partikel terperangkap di dalamnya, ke mulut oleh kekalahan dari bulu mata. The mucous and the accompanying food particles are then digested. The lendir dan memasukkan partikel makanan yang kemudian dicerna.
The trunk is short and sac like rather than being long and thin, and the digestive tract is U-shaped. Trunk adalah pendek dan kantung seperti daripada yang panjang dan kurus, dan sistem pencernaan adalah berbentuk-U. The animal's anus is then on the animal's back approximately opposite the animal's mouth. Binatang's anus kemudian pada hewan's kembali sekitar berlawanan binatang's mulut. The truck ends in a contractile, (can lengthen or shorten) prehensile (can grip like a monkeys tail) stalk. Truk berakhir dalam contractile, (dapat dipanjangkan atau memendekkan) dpt memegang (dapat pegangan seperti monyet ekor) hati-hati. This stalk is used for support in some species, but is joined at its farther end to a common stolon in colonial species. Hati-hati ini digunakan untuk mendukung dalam beberapa jenis, tetapi bergabung di akhir jauh ke dalam umum Stolon kolonial spesies.
Asexual reproduction by budding is common and often gives rise to colonies starting from a single individual. Asexual reproduksi oleh budding adalah umum dan sering menimbulkan koloni mulai dari satu individu. However sexual reproduction is the normal method of reproduction and it is similar to that in the Enteropneusts with external fertilisation. Namun reproduksi seksual adalah normal reproduksi dan metode ini mirip dengan yang di Enteropneusts eksternal dengan fertilisation. However each animal has only a single gonad and the larvae is believed not to be a tornaria, though it is poorly know. Namun setiap binatang hanya memiliki satu kelenjar kelamin dan larva diyakini tidak menjadi tornaria, walaupun tahu adalah buruk.
The Pterobranchs also differ from the Enteropneusts in the possession of only one, or in some species no pharyngeal slits ( Cephalodiscus sp. = 1, Rhabdopleura sp. = 0). Pterobranchs yang juga berbeda dari Enteropneusts dalam kepemilikan hanya satu, atau dalam beberapa spesies tidak pharyngeal slits (Cephalodiscus sp. = 1, Rhabdopleura sp. = 0). Because these animals are generally very small there is no problem with respiration occurring simply across the body surface. Karena hewan ini umumnya sangat kecil tidak ada masalah dengan respirasi hanya terjadi di seluruh permukaan tubuh. Their other organ systems are similar to those of the Enteropneusts (see above). Mereka lain organ sistem yang mirip dengan mereka yang Enteropneusts.
Physical characteristics Karakteristik fisik
Hemichordates have two major body plans. Hemichordates memiliki dua rencana utama tubuh. One of the most notable characteristics of the enteropneustan hemichordates is their three-part body plan, which includes a protosome, or anterior proboscis (sometimes called a pre-oral lobe); followed by a mesosome or collar; and finally a meta-some, or trunk. Salah satu karakteristik yang paling terkemuka dari enteropneustan hemichordates mereka adalah tiga-bagian tubuh rencana, yang mencakup protosome, atau sebelumnya belalai (kadang-kadang disebut pra-lisan cuping); diikuti oleh mesosome atau leher, dan akhirnya sebagai meta-beberapa, atau trunk. Cilia, which are present over all body areas, play roles in locomotion and in distributing the proteinaceous mucus secreted by the acorn worms. Bulu mata, yang hadir lebih dari semua badan daerah, bermain peran dalam tenaga dalam menyalurkan dan proteinaceous lendir keras oleh cacing acorn. The largest species is the enteropneust Balanoglossus gigas of Brazil, an acorn worm that reaches 4.9 ft (1.5 m) in length and lives in long burrows stretching over more than 9.8 ft (3 m). Terbesar adalah spesies enteropneust Balanoglossus gigas Brasil, sebuah acorn cacing yang mencapai 4,9 kaki (1,5 m) panjang dan lama tinggal di Burrows membentang sepanjang lebih dari 9,8 kaki (3 m).
Pterobranchs have a three-part body plan like the enteropneusts, but with a shorter, shield-shaped proboscis and a more complex collar. Pterobranchs memiliki tiga bagian tubuh seperti rencana enteropneusts, tetapi dengan singkat, perisai berbentuk belalai yang lebih kompleks dan leher. In some species, the collar has tentacled arms. Dalam beberapa spesies, yang telah leher tentacled lengan. Pterobranchs form colonies, often with individuals attached by so-called stolons or stems. Pterobranchs bentuk koloni, sering dengan individu terpasang dengan apa yang disebut stolons atau batang. The individual animals are called zooids and are quite small, typically less than 0.04 in (1 mm) long. Individu hewan yang disebut zooids dan sangat kecil, biasanya dalam kurang dari 0,04 (1 mm) panjang. Groups form and live within a coenecium, which is a network of proteinaceous tubes built with secretions from each animal's proboscis. Kelompok formulir dan tinggal dalam coenecium, yang merupakan jaringan proteinaceous tabung dibangun dengan sekresi dari masing-masing binatang's belalai.
The class Planctosphaeroidea has only one species, Planctosphaera pelagica , and it is known only from its larvae. Kelas Planctosphaeroidea hanya memiliki satu spesies, Planctosphaera pelagica, dan hanya diketahui dari larva. Although several times larger at 0.3–1 in (8–25 mm) long, the almost-spherical, transparent P. Meskipun beberapa kali lebih besar di dalam 0.3-1 (8-25 mm) panjang, hampir-bulat, transparan P.pelagica larva is otherwise quite similar to enteropneust tornaria, having a gelatinous body covered with cilia.pelagica jentik-jentik jika tidak cukup mirip dengan enteropneust tornaria, seperti agar-agar memiliki tubuh ditutupi dengan bulu mata. Unlike tornaria, however, the epidermis of P. Tidak seperti tornaria, meski demikian, kulit ari P.pelagica has two deep invaginations (pouchlike formations) as well as numerous glands that secrete mucus.pelagica memiliki dua mendalam invaginations (pouchlike formasi) serta berbagai kelenjar yang mengeluarkan lendir.
Distribution Distribusi
Enteropneusts, pterobranchs, and planctosphaeroids occur in oceans throughout the world. Enteropneusts, pterobranchs, dan planctosphaeroids terjadi di lautan di seluruh dunia. In general, the acorn worms live in shallower areas and the pterobranchs in deeper waters. Secara umum, cacing acorn tinggal di daerah shallower dan pterobranchs di perairan yang lebih dalam. The single species known from the class Planctosphaeroidea is found in both the Atlantic and Pacific Oceans at depths between 246 ft (75 m) and about 3,280 ft (1,000 m). Spesies tunggal yang dikenal dari kelas Planctosphaeroidea ditemukan di kedua-dua Atlantik dan Pasifik Oceans kedalaman di antara 246 kaki (75 m) dan sekitar 3.280 kaki (1.000 m).
Habitat
Habitat varies by class. Habitat berbeda dengan kelas. Adult acorn worms are typically found in either intertidal or shallow marine areas, although they are occasionally found in deeper water. Dewasa acorn cacing biasanya ditemukan di salah satu intertidal atau wilayah laut dangkal, walaupun mereka kadang-kadang ditemukan dalam air lebih mendalam. They generally inhabit burrows in the sea bottom but also live sometimes in the sand inside shells, under rocks, in thick seaweed, or between root tangles. Mereka umumnya mendiami Burrows di bawah laut tetapi juga kadang-kadang hidup di pasir di dalam tempurung, di bawah batu, di tebal rumput laut, atau antara akar tangles. Adult pterobranchs are colonial forms that live in secreted tubular coenecia, and the planctosphaerids are planktonic. Dewasa pterobranchs adalah bentuk penjajahan yang tinggal di coenecia berbentuk keras, dan planctosphaerids adalah planktonic.
Behavior Perilaku
The acorn worms are solitary animals that are generally found sheltered in burrows, under rocks, or in thick vegetation. Cacing yang acorn adalah kurungan binatang yang umumnya ditemukan bersembunyi di Burrows, di bawah batu, atau di vegetasi tebal. The burrowing species, like Balanoglossus clavigerus , use their proboscis primarily to fashion U-shaped burrows. Burrowing pada spesies, clavigerus seperti Balanoglossus, mereka menggunakan belalai terutama untuk mode U-berbentuk Burrows. They line the burrow walls with epidermal secretions that provide added strength. Mereka baris yang bersembunyi dinding dengan sekresi kulit yang memberikan kekuatan ditambahkan. Each end of the burrow lies at the surface of the sea bottom and the remainder of the "U" is underground. Setiap akhir bersembunyi terletak di permukaan laut dan sisanya dari "U" adalah di bawah tanah. One end is a cone-shaped depression in the sand bottom, and the other can be identified by a several-inch-tall pile of worm castings a short distance away. Satu akhir adalah berbentuk kerucut depresi di bawah pasir, dan lainnya dapat dikenali dengan beberapa inci-tinggi timbunan worm castings dari jarak yang cukup dekat. Besides this main burrow, Balanoglossus also employs a few side tunnels. Selain ini bersembunyi utama, Balanoglossus juga mempekerjakan beberapa sisi terowongan. Frequently, acorn worms will stretch their proboscis and collar out of the tunnel, but they spend the bulk of their time underground. Sering, cacing acorn akan meregang belalai dan leher mereka keluar dari terowongan, tetapi mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di bawah tanah. When threatened, acorn worms respond by expanding the proboscis, effectively anchoring the animal in its burrow or tangle of vegetation while withdrawing the rest of the body. Ketika terancam, cacing acorn menanggapi dengan memperluas belalai, hewan anchoring efektif dalam liang atau menjerat vegetasi menarik sementara sisanya dari tubuh. Studies of phototaxis (movement toward or away from a light source) reveal that illumination stimulates some species, like Saccoglossus ruber , to burrow deeper. Studi dari phototaxis (gerakan menuju atau jauh dari sumber cahaya) mengungkapkan bahwa masa merangsang beberapa spesies, seperti Saccoglossus ruber, untuk menggali lebih mendalam.
Feeding ecology and dietEkologi makan dan diet
Hemichordates may be either suspension- or sediment-feeders. Hemichordates bisa-penangguhan atau endapan-feeders. The latter, like Balanoglossus clavigerus , take in sediment and obtain nutrients from the organic matter contained in it. Yang terakhir, seperti Balanoglossus clavigerus, dalam mengambil endapan dan mendapatkan nutrien dari organik yang terdapat di dalamnya. The suspension-feeding adult hemichordates, as well as the filter-feeding tornaria larvae, gather their meals by generating currents with the cilia located on their bodies and drawing in organic matter. Penskorsan-makan hemichordates dewasa, serta filter-makan tornaria larva, mengumpulkan mereka makan dengan menghasilkan arus dengan bulu mata yang terletak di tubuh mereka dan lukisan di organik. There is some uncertainty about the role their mucus plays in prey capture. Ada beberapa ketidakpastian tentang lendir memainkan peran mereka dalam menangkap mangsa. Some scientists believe food sticks to the mucus-covered proboscis, and the cilia then beat in a pattern that draws the mucus and the food together to the mouth at the bottom of the proboscis. Beberapa ilmuwan percaya makanan stik ke-lendir meliputi belalai, dan bulu mata kemudian memukul dalam pola yang menarik lendir dan makanan bersama-sama ke mulut di bagian bawah belalai. Researchers studying such species as Rhabdopleura normani , on the other hand, have found that normal feeding does not involve mucus; instead, the organism relies on the cilia to change direction in movements called local reversals and thereby directs food particles to its mouth. Peneliti studi tersebut sebagai spesies Rhabdopleura normani, di sisi lain, telah menemukan bahwa makan tidak biasa melibatkan lendir; sebagai gantinya, organisme yang bergantung pada bulu mata untuk mengubah arah pergerakan disebut di lokal yang mengkhawatirkan, sehingga partikel makanan langsung ke muaranya.
Indirect-developing species have free-swimming tornaria larvae that live on plankton for weeks to months. Langsung-bebas telah mengembangkan spesies-kolam tornaria larva yang hidup di plankton untuk minggu ke bulan. Some species, like Saccoglossus horsti , have free-swimming larvae that obtain all their nutrition from their yolk, and within a few days take up the sessile (permanently attached) lifestyle. Beberapa spesies, seperti Saccoglossus horsti, memiliki kolam gratis-larva semua mereka yang mendapatkan nutrisi dari hakekat mereka, dan dalam beberapa hari menyahut sessile (secara permanen terpasang) gaya hidup. Studies of P. Studi P.pelagica larvae indicate that their mucus may facilitate feeding, although the details are unclear and several alternative hypotheses have been suggested for the mucus.pelagica larva menunjukkan bahwa mereka dapat memfasilitasi lendir makan, meskipun rincian tidak jelas dan beberapa alternatif hypotheses telah disarankan untuk lendir.
Reproductive biology Reproduksi biologi
Enteropneusts normally reproduce sexually via external fertilization, and develop either directly or via tornaria larvae. Enteropneusts biasanya mereproduksi seksual melalui pemupukan eksternal, dan mengembangkan baik secara langsung atau melalui tornaria larva. The indirect developers, including Balanoglossus and Ptychodera species, are in the majority. Pengembang secara tidak langsung, termasuk Balanoglossus dan Ptychodera spesies, di mayoritas. These species develop from egg to planktonic tornaria larva to adult form. Spesies ini berkembang dari telur ke planktonic tornaria jentik-jentik ke bentuk dewasa. The tornaria larvae eventually become sessile, with the burrow-dwellers developing tails behind the anus that they use to anchor themselves in their mucus-lined tunnels. Tornaria larva yang akhirnya menjadi sessile, dengan bersembunyi-dwellers mengembangkan ekor di belakang anus yang mereka gunakan untuk berlabuh di mereka sendiri lendir-terowongan bertahap. Direct developers, on the other hand, hatch into adult animals, bypassing the planktonic phase. Langsung pengembang, di sisi lain, mengeram ke hewan dewasa, yang planktonic melangkahi tahap. An example is Saccoglossus kowalevskii . Sebagai contoh Saccoglossus kowalevskii.Enteropneusts are also known to reproduce asexually by fragmentation of the adult's body, but this mode of reproduction is uncommon. Enteropneusts juga dikenal untuk mereproduksi asexually oleh fragmentasi dari tubuh dewasa, tapi ini adalah cara reproduksi biasa. Typically, the females lay up to 3,000 eggs at a time, and the males release sperm that appear to find the eggs by following chemical cues. Biasanya, perempuan yang meletakkan hingga 3000 telur sekaligus, dan lepaskan air mani laki-laki yang muncul untuk menemukan telur dengan mengikuti kimia cues. Reproduction in many species is cyclical. Saccoglossus horsti , for example, breeds in late spring to midsummer. Dilarang di banyak spesies adalah berhubung dgn putaran. Saccoglossus horsti, misalnya, bibit pada akhir musim semi ke tengah musim panas. Water temperature and tides appear to affect reproductive timing in hemichordates. Suhu dan arus air muncul ke mempengaruhi reproduksi dalam waktu hemichordates.
SUB PHYLUM UROCHORDATA
OLEH:
EKA SAPRI ALVYANTO
Urochordata berasal dari bahasa latin (Uro: ekor, chorda: batang penyokong tubuh dalam). Yang tunicates adalah laut, filter-pakan ternak. The most prominent tunicates are the sea squirts (class Ascidiacea), which show affinities to other chordates only in the juvenile stage. Yang paling menonjol adalah tunicates laut squirts (kelas Ascidiacea), yang menunjukkan affinities lain chordates hanya dalam tahap muda. Adult sea squirts are sessile (attached), globular or tubular animals, often with prominent incurrent and excurrent siphons; many kinds grow in colonies. Dewasa squirts adalah sessile laut (terlampir), bulat atau berbentuk binatang, sering menonjol dengan incurrent dan excurrent siphons; berbagai macam tumbuh di koloni. Most of the body of the adult is occupied by a very large pharynx with numerous gill slits that act as a sieve for food. Sebagian besar dari tubuh yang diduduki oleh orang dewasa yang sangat besar dengan berbagai tekak insang slits yang berfungsi sebagai saringan untuk makanan. Water taken into the incurrent siphon enters the pharynx and passes out through the gill slits, leaving food particles trapped in the pharynx. Diambil ke dalam air incurrent menyedot memasuki tekak dan lulus melalui insang slits, meninggalkan makanan partikel terperangkap di hulu kerongkongan. A groove in the pharynx called the endostyle secretes mucus that traps the particles and conveys them into the digestive tract; the movement of the mucus is caused by the action of cilia. Sebuah alur dalam tekak disebut endostyle secretes lendir yang perangkap yang partikel dan menyampaikan mereka ke dalam sistem pencernaan; pergerakan lendir disebabkan oleh tindakan dari bulu mata. Water leaves the atrium, a sac surrounding the pharynx, by way of the excurrent siphon. Air daun yang atrium, yang pundi-pundi sekitar tekak, dengan cara yang excurrent menyedot. Thus the gill slits in tunicates serve a feeding function, not a respiratory function. Dengan demikian insang slits di tunicates menjalani pakan fungsi, bukan fungsi pernafasan.
The sea squirt larva is a free-swimming animal resembling a tadpole. Laut muncrat jentik-jentik adalah gratis kolam-hewan yang mirip dengan berudu. The head, which will become the entire body of the adult, contains a rudimentary brain and sense organs, a small pharynx and digestive tract, and a ventral heart. Kepala, yang akan menjadi seluruh tubuh orang dewasa, berisi kelas, otak dan rasa organ, kecil tekak dan sistem pencernaan, dan perut jantung. Incurrent and excurrent openings are located at the top of the head. Incurrent dan excurrent bukaan terletak di bagian atas kepala. The tail is a muscular appendage that functions as a swimming organ. Ekor itu kan appendage yang berfungsi sebagai kolam organ. It contains a hollow nerve tube (connected to the brain), and a notochord that extends into the head and keeps the animal from telescoping when its muscles contract. Ia berisi rongga saraf tabung (terhubung ke otak), dan notochord yang membentang ke kepala dan tetap menggunakan hewan dari telescoping jika otot kontrak. When the larva is ready to undergo metamorphosis it attaches to an object head downward. Bila jentik-jentik siap untuk mengalami metamorfosa itu attaches ke obyek kepala ke bawah. The tail, notochord, and nerve cord degenerate, the pharynx enlarges, and the other organs shift in position; the incurrent and excurrent openings develop siphons. Ekor, notochord, dan saraf kabelnya memburuk, yang enlarges tekak, dan organ lain perubahan posisi; yang incurrent dan excurrent bukaan mengembangkan siphons.
There are two other classes of tunicates, both consisting of small planktonic animals. Ada dua kelas tunicates lain, baik yang terdiri dari planktonic binatang kecil. The salps (Thaliacea) metamorphose into barrel-shaped adults that swim by muscular contractions. Yang salps (Thaliacea) bentuknya menjadi berbentuk barel-orang dewasa yang berenang dengan gagah contractions. The larvaceans (Larvacea) are neotenous, that is, they achieve sexual maturity and reproduce without losing the larval form. Yang larvaceans (Larvacea) adalah neotenous, yaitu, mereka mencapai seksual dewasa dan bereproduksi tanpa kehilangan larval formulir. Many zoologists believe that tunicates of the sea squirt type were the first chordates and that the larval tail, with its notochord and nerve chord, was evolved as a means of dispersing their larvae. Banyak zoologists percaya bahwa tunicates dari laut menyuntik jenis yang pertama dan chordates bahwa larval ekor, dengan notochord dan saraf senar, telah berkembang sebagai alat dispersing mereka larva. According to this theory, the later chordates, including the vertebrates, are descended from neotenous tunicates that, like the larvaceans, failed to assume the adult form. Menurut teori ini, yang kemudian chordates, termasuk vertebrata, yang turun dari neotenous tunicates yang, seperti larvaceans, gagal untuk menganggap bentuk dewasa.
Karakteristik Urochordata:
1)Possesses a Notochord,a hollow nerve cord and a post anal tail. 1) memiliki Notochord, melubang saraf kabelnya dan paska anal ekor.
2)Body has more than two cell layers and includes tissues and organs. 2) Badan memiliki lebih dari dua lapisan sel dan termasuk jaringan dan organ.
3)Has a U shaped gut. 3) Apakah yang berbentuk U usus.
4)Body has no coelomic body cavity. 4) Badan tidak memiliki coelomic rongga tubuh.
5)Body wholly enclosed in a 'tunic' of secreted protein and cellulose-like material. 5) Badan seluruhnya tertutup dalam 'jubah' keras dari protein dan selulosa-bahan seperti.
6)Are hermaphroditic, normally with only one ovary and testis. 6) Apakah hermaphroditic, biasanya hanya dengan satu telur dan testis.
7)Has a nervous system composed of a anterior ganglion from which individual nerves issue. 7) Apakah yang terdiri dari sistem saraf pusat yang sebelumnya dari individu yang saraf masalah.
8)Has no excretory organs. 8) Tidak punya excretory organ.
9)Has a distinct larval stage. 9) Memiliki larval tahap yang berbeda.
10)All are filter feeders. 10) Semua adalah filter feeders.
11)Live in marine environments. 11) lingkungan hidup di laut.
12)About 2,000 species currently known. 12) 2000 Tentang spesies saat ini dikenal.