Dalam mendiskripsikan suatu vegetasi haruslah dimulai dari suatu titik pandang bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup bersama dalam suatu terutama yang mungkin dikarakterisasi baik oleh spesies sebagai komponenya. Maupu oleh kombinasi dan struktur sifat-sifatnya yang mengkarakterisasi gamberan vegetasi secara umum atau fungsionl. Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan berbagai metode untuk menganalisis dan juga sintesis sehingga akan memebantu dan mendiskripsikan suatu vegetasi sesuai dengan kemajuan dalam bidang-bidang pengetahuan lain.dalam waktu ini akan dipergunakan metode intersepsi titik untuk menemai suatu vegetasi.
2 Tujuan
Untuk menganalisis vegetasi dengan parameter kerapatan, dominasi, dan frekkuensi jenis tumbuhan menggunakan metode kwarter (metode tanpa plot)
II DASAR TEORI
Analisa vegetasi dengan metode kuarter merupakan analisa vegetasi yang
mana dalam pelaksanaannya tidak menggunakan plot atau area sebagai alat bantu. Akan tetapi cuplikan yang digunakan hanya berupa titik sehingga sering juga metode tanpa plot. Hal ini karena pada metode ini tidak menggambarkan luas area tertentu, sama halnya dengan metode kuadrat yaitu dalam memperoleh nilai penting harus terlebih dahulu dihitung kerapatan, dominasi, dan frekuensinnya. Metode ini sering dipakai untuk vegetasi berbentuk hutan atau vegetasi kompleks lainnya.
Komunitas adalah sejumlah mahluk hidup dari berbagai macam jenis yang hidup bersama pada suatu daerah. Suatu komonitas terdiri dari banyaknya jenis dengan berbagai macam populasi dan interaksi satu dengan yang lain. komposisi suatu komonitas ditentukan dengan tumbuhan dan hewan yang kebetulan mampu hidup di tempat tersebut. Anggota komonitas ini tergantung pada penyesuaian diri setiap individu terhadap faktor-faktor fisik dan biologis yang ada ditempat tersebut. Ada dua konsep yang ditentukan dalam mengamati pete komonitas yaitu gradasi komonitas( populasi) dan gradiasi lingkungan yaitu menyangkut jumlah factor lingkungantambak secara bersama-sama. (Soedjiran,1989). Pada metode ini tumbuhan yang dianalisa bisa berupa empat tumbuhan yang paling dekat dengan titik pengamatan yang masing-masing tumbuhan berada pada empat sektor daerah dengan titik tadi sebagai pusat.
III PROSEDUR KERJA
3.1 Alat dan Bahan
üTali raffia
üMeteran
üPenggaris
3.2 Cara Kerja
Menentukan lokasi pengamatan
Menentukan titik pusat dengan memperhatikan spesies pohon yand dilihat berbeda
Menghitung jarak antara titik pusat dengan tumbuhan A,B,…….
Menghitung jarak antara masing-masing pohon
Menentukan keliling dari masing-masing pohon
Data Pengamatan
Tabel Tinggi Pohon (cm)
Titik Pusat
Kuadaran
I
II
III
IV
A-B
3,5
A-C
3,20
A-D
-
A-E
3
Tabel Jarak Pohon dengan Titik Pusat (m)
Titik Pusat
Kuadaran
I
II
III
IV
B-C
6,20
C-D
7,5
D-A
3,5
E-A
-
IV. Pembahasan
Pada percobaan kali ini kita mengambil tempat dicoban rondo, pada suatu lokasi, dengan metode kwarter dapat dianalisa suatu vegetasi dengan parameter tentang kerapatan, dominasi dan frekuensi adapun dengan metode ini yang ditemukan adalah tumbuh-tumbuhan sebagai berikut: Pada metode kuarter ini ada beberapa pohon yang ditemukan lebih dari satu kuadran atau juga pada titik pusat, karena pada metode ini merupakan tumbuhan yang terdekat dengan titik pusatlah yang dicuplik datanya.
Pada praktikum ini digunakan lima titik pusat yang jaraknya agak berjauhan. Setelah dihitung antara kerapatan absolute, kerapatan relatif, dominasi absolut,
frekuensi absolut serta frekuensi relatif dapat diketahui bahwa nilai penting
dari jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan yang terbesar adalah nilai penting
pada tumbuhan eukaliptus dan terendah pada tumbuhan cemara. Hal ini dapat
menunjukkan bahwa eukaliptus dapat berkembang dengan baik dan tumbuh dengan
baik, pada lingkungan ini dan hal ini juga dapat dijadikan patokan dalam
penentuan nama vegetasi.
Dengan demikian bahwa dengan metode kwarter ini dapat diketahui bahwa eukaliptus
merupakan tumbuhan yang dominan dan memiliki nilai penting tertinggi sehingga
dapat dijadikan tolak ukur dalam pemberian nama suatu vegetasi.
Kesimpulan
1. Alat
dan bahan yang digunakan dalam metode ini adalah meteran, tali rafia dan pasak
2. Analisa
vegetasi dengan metode kuarter merupakan analisa vegetasi yang mana dalam
pelaksanaannya tidak menggunakan plot atau area sebagai alat bantu.
3. Komunitas
adalah sejumlah mahluk hidup dari berbagai macam jenis yang hidup bersama pada suatu daerah. Suatu komonitas terdiri dari banyaknya jenis dengan berbagai
macam populasi dan interaksi satu dengan yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
·Enden,1990, Ekologi Tumbuhan IPB Press.Bogor
·Sastroutomo,1990 Ekologi Gulma Gramedia. Jakarta
·Soediharjo,1992 Ekologi Tanaman Rajawali Press. Jakarta
·Soejiran,1989Ekologi Umum Universitas Gajah Mada Press. Yogjakarta
Ilmu vegetasi sudah di mulai hampir tiga abad yang lalu, mula- mula kegiatan utama dilakukan lebih di arahkan pada deskripsi dari bentang alam dan vegetasinya.
Kemudian pada abab ke XX usaha-usaha di arahkan untuk menyederhanakan deskripsi
dan vegetasi dengan tujuan untuk meningkatkan keakuratan dan untuk mendapatkan
standar dasar dalam evolusi secara kuantitatif.
Vegetasi sebagai salah satu komponen dari ekosistem yang dapat menggambarkan pengaruh dari kondisi-kondisi fakta lingkungan yang mudah di ukur dan nyata. Dalam mendeskripsikan vegetasi harus di mulai dari suatu titik padang bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokkan dari suatu tumbuhan yang hidup di suatu hidup tertentu yang mungkin di karakterisasi baik oleh spesies sebagai komponennya
maupun oleh kombinasi dan struktur serta fungsi sifat-sifatnya yang mengkarakterisasi gambaran vegetasi secara umum.
1.3 Rumusan Masalah
Bagaimana bentuk cuplikan dari vegetasi di Coban Rondo?
Bagaumanakerimbunan,kerpatan dan frekuensi tanam secara umum di Coban Rondo?
1.3.Tujuan
Untuk mengetahui bentuk cuplikan dan sistem analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat dan metode garis.
Dapat menggunakan variabel kerimbunan, kerapatan, dan frekuensi dengan cara yang berbeda dengan metode kuadrat dan metode garis.
II DASAR TEORI
2.1. Metode Kuadrat
Bentuk Cuplikan
Bentuk sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran dengan luas tertentu. Hal ini tergantung pada bentuk vegetasi. Berdasarkan metode pantauan luas minimum akan dapat di tentukan luas kuadrat yang di perlukan untuk setiap bentuk vegetasi tadi. Untuk setiap plot yang di sebarkan di lakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi. Variabel kerimbunan dan kerapatan di tentukan berdasarkan luas kerapatan. Dari spesies yang di temukan dari sejumlah kuadrat yang di buat (Rahardjanto, 2001).
Sistim analisis
1. kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis tumbuhan didalam area cuplikan. Pada beberapa keadaan kesulitan dalam melakukan batasan individu tumbuhan, kerapatan dapat ditentukan dengan cara pengelompokan berdasarkan kreteria tertentu.
2. Kerimbunan, ditentukan berdasarkan penutupan oleh populasi jenis tumbuhan. Apabila dalam menentukan kerapatan di jabarkan dalam bentuk kelas kerapatan, maka untuk perimbunannyapun lebih baik di gunakan kelas keribunan.
3. Frekuensi, di tentukan berdasarkan kerapatan dari jenis tumbuhan di jumpai dlam sejumlah area cuplikan (n) di bandingkan dengan seluruh atau total area cuplikan yang dibuat (N) biasa dalam persen (%).
2.2 Metode Garis
Selain metode kuadran kita juga bisa menggunakan metode garis untuk menganalisis vegetasi. Panjang sample berupa garis, untuk vegetasi hutan dapat lebih dari 50 meter, semak belukar sepanjang minimal 1 meter cuplikan berupa garis, untuk vegetasi sangat di pengaruhi oleh kekompleksitasan dari hutan tersebut.
III METODE KERJA
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Metode Garis
Tali raffia- Pasak ukuran 50cm 12 buah
Meteran
3.1.2 Metode Kuadrat
Tali raffia- Pasak ukuran 50 cm 12 buah
Meteran- Alat tulis
3.2 Cara Kerja
3.2.1 Metode Garis
Membuat garis sepanjang 10 m sebanyak 5 garis
Membagi masing-masing garis sebanyak 5 segmen dengan ukuran segmen 2 meter.
Mencatat dan menghitung semua jenis tumbuhan yang tersentuh dan berada di bawah garis
Menentukan persentase kanopi masing-masing jenis tumbuhan
Menghitung harga relatif dari tiap segmen
Menentukan nilai penting denganmenggunanan angka perhitungan relatif.
Menyusun jenis-jenis tumbuhan berdasarkan nilai penting yang terkecil.
Memberi nama bentuk vegetasi berdasarkan 2 jenis tumbuhan dengan harga nilai penting terbesar.
Rumus
Kabs =
Dabs =
Fabs =
Perhitumgan Krelatif =
Perhitungan Drelatif =
Perhitungan Frelatif =
NP tiap jenis suatu tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif
3.2.2 Metode Kuadrat
Membuat plot dengan ukuran 5 x 5 m secara acak sebanyak 5 plot
Setiap plot di lakukan analisis vegetasi berdasarkan variabel-variabel kerapatan
Menganalisa vegetasi di seluruh kuadrat dan melakukan perhitungan untuk mencari harga relatifnya dari setiap jenis tumbuhan
Melanjutkan perhitungan untuk mencari harga nilai penting dari setiap jenis atau spesies tumbuhan.
Menyusun dalam satu tabel jenis tumbuhan berdasarkan harga nilai penting dari harga terbesar sampai terkecil.
Memberi nama vegetasi berdasarkan dua jenis atau spesies dengan harga nilai penting terbesar.
Rumus Perhitungan
Kbs =
Dbas =
Fabs =
Perhitungan Krelatif =
Perhitunan Drelatif =
Perhitungan Frelatif =
NP tiap jenis tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif
IV DATA PENGAMATAN
Tabel.I pengamatan metode Kuadrat
No
Spesies
Plot 1
Plot 2
Plot 3
Plot 4
Plot5
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
9
36
12
48
41
164
10
40
9
36
81
324
2
Tnm klencir
50
200
60
240
55
220
40
160
45
180
250
1000
3
Ilalang
30
120
40
160
7
28
20
80
15
60
112
448
4
Urang aring
22
88
4
16
11
44
11
44
13
52
61
244
5
P. Elephanus
19
76
70
280
9
36
43
172
54
216
195
975
Tabel.I.I NP ( Nilai Penting)
No
Jenis Tumbuhan
NP%
1
Rumput teki
9,606
2
Tanaman klencir
29,649
3
Ilalang
13,282
4
Urang aring
7,234
5
Pseudo elephanus
23,126
Tabel.II Pengamatan Metode Garis
Garis ke-1
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
2
12
5
30
3
18
1
6
2
12
13
78
2
Klencir
9
36
3
12
5
20
2
8
3
12
22
88
Garis ke-2
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
20
60
3
18
5
30
8
48
2
12
38
168
2
Klencir
10
40
2
8
4
16
2
8
3
12
21
89
Garis ke-3
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
15
60
5
30
3
18
1
6
4
24
28
138
2
Klencir
7
28
6
24
2
8
-
-
3
12
16
72
Garis ke-4
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
Rumput teki
20
120
1
6
8
48
3
18
10
60
42
252
Klencir
7
28
3
12
5
20
2
8
2
8
19
98
Garis ke-5
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
Rumput teki
21
126
7
42
3
18
5
30
6
36
42
252
Klencir
8
32
5
20
2
8
2
8
3
12
20
80
Tabel NP (Nilai Penting)
No
Jenis Tumbuhan
NP%
1
Rumput teki
0,0026
2
Klencir
0,00236
V. PEMBAHASAN
Dengan menggunkan metode garis kita dapat mengunakan data yang didapat sebagai perbandingan dengan data yang didapat dengan menggunakan metode kuadrat. Dari data yang di dapat
VI. KESIMPULAN
VII. DAFTAR PUSTAKA
Anwar, 1995, Biologi Lingkungan. Ganexa exact. Bandung.
Guritno, 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Rajawali Press. Jakarta
Harun, 1993. Ekologi Tumbuhan. Bina Pustaka. Jakarta.
Rahardjanto Abdul Kadir,2005. Buku Petunjuk Pratikum Ekologi Tumbuhan. UMM Press. Malang
1.1 Latar Belakang
Ilmu vegetasi sudah di mulai hampir tiga abad yang lalu, mula- mula kegiatan utama dilakukan lebih di arahkan pada deskripsi dari bentang alam dan vegetasinya.
Kemudian pada abab ke XX usaha-usaha di arahkan untuk menyederhanakan deskripsi
dan vegetasi dengan tujuan untuk meningkatkan keakuratan dan untuk mendapatkan
standar dasar dalam evolusi secara kuantitatif.
Vegetasi sebagai salah satu komponen dari ekosistem yang dapat menggambarkan pengaruh dari kondisi-kondisi fakta lingkungan yang mudah di ukur dan nyata. Dalam mendeskripsikan vegetasi harus di mulai dari suatu titik padang bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokkan dari suatu tumbuhan yang hidup di suatu hidup tertentu yang mungkin di karakterisasi baik oleh spesies sebagai komponennya
maupun oleh kombinasi dan struktur serta fungsi sifat-sifatnya yang mengkarakterisasi gambaran vegetasi secara umum.
1.3 Rumusan Masalah
Bagaimana bentuk cuplikan dari vegetasi di Coban Rondo?
Bagaumanakerimbunan,kerpatan dan frekuensi tanam secara umum di Coban Rondo?
1.3.Tujuan
Untuk mengetahui bentuk cuplikan dan sistem analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat dan metode garis.
Dapat menggunakan variabel kerimbunan, kerapatan, dan frekuensi dengan cara yang berbeda dengan metode kuadrat dan metode garis.
II DASAR TEORI
2.1. Metode Kuadrat
Bentuk Cuplikan
Bentuk sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran dengan luas tertentu. Hal ini tergantung pada bentuk vegetasi. Berdasarkan metode pantauan luas minimum akan dapat di tentukan luas kuadrat yang di perlukan untuk setiap bentuk vegetasi tadi. Untuk setiap plot yang di sebarkan di lakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi. Variabel kerimbunan dan kerapatan di tentukan berdasarkan luas kerapatan. Dari spesies yang di temukan dari sejumlah kuadrat yang di buat (Rahardjanto, 2001).
Sistim analisis
1. kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis tumbuhan didalam area cuplikan. Pada beberapa keadaan kesulitan dalam melakukan batasan individu tumbuhan, kerapatan dapat ditentukan dengan cara pengelompokan berdasarkan kreteria tertentu.
2. Kerimbunan, ditentukan berdasarkan penutupan oleh populasi jenis tumbuhan. Apabila dalam menentukan kerapatan di jabarkan dalam bentuk kelas kerapatan, maka untuk perimbunannyapun lebih baik di gunakan kelas keribunan.
3. Frekuensi, di tentukan berdasarkan kerapatan dari jenis tumbuhan di jumpai dlam sejumlah area cuplikan (n) di bandingkan dengan seluruh atau total area cuplikan yang dibuat (N) biasa dalam persen (%).
2.2 Metode Garis
Selain metode kuadran kita juga bisa menggunakan metode garis untuk menganalisis vegetasi. Panjang sample berupa garis, untuk vegetasi hutan dapat lebih dari 50 meter, semak belukar sepanjang minimal 1 meter cuplikan berupa garis, untuk vegetasi sangat di pengaruhi oleh kekompleksitasan dari hutan tersebut.
III METODE KERJA
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Metode Garis
Tali raffia- Pasak ukuran 50cm 12 buah
Meteran
3.1.2 Metode Kuadrat
Tali raffia- Pasak ukuran 50 cm 12 buah
Meteran- Alat tulis
3.2 Cara Kerja
3.2.1 Metode Garis
Membuat garis sepanjang 10 m sebanyak 5 garis
Membagi masing-masing garis sebanyak 5 segmen dengan ukuran segmen 2 meter.
Mencatat dan menghitung semua jenis tumbuhan yang tersentuh dan berada di bawah garis
Menentukan persentase kanopi masing-masing jenis tumbuhan
Menghitung harga relatif dari tiap segmen
Menentukan nilai penting denganmenggunanan angka perhitungan relatif.
Menyusun jenis-jenis tumbuhan berdasarkan nilai penting yang terkecil.
Memberi nama bentuk vegetasi berdasarkan 2 jenis tumbuhan dengan harga nilai penting terbesar.
Rumus
Kabs =
Dabs =
Fabs =
Perhitumgan Krelatif =
Perhitungan Drelatif =
Perhitungan Frelatif =
NP tiap jenis suatu tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif
3.2.2 Metode Kuadrat
Membuat plot dengan ukuran 5 x 5 m secara acak sebanyak 5 plot
Setiap plot di lakukan analisis vegetasi berdasarkan variabel-variabel kerapatan
Menganalisa vegetasi di seluruh kuadrat dan melakukan perhitungan untuk mencari harga relatifnya dari setiap jenis tumbuhan
Melanjutkan perhitungan untuk mencari harga nilai penting dari setiap jenis atau spesies tumbuhan.
Menyusun dalam satu tabel jenis tumbuhan berdasarkan harga nilai penting dari harga terbesar sampai terkecil.
Memberi nama vegetasi berdasarkan dua jenis atau spesies dengan harga nilai penting terbesar.
Rumus Perhitungan
Kbs =
Dbas =
Fabs =
Perhitungan Krelatif =
Perhitunan Drelatif =
Perhitungan Frelatif =
NP tiap jenis tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif
IV DATA PENGAMATAN
Tabel.I pengamatan metode Kuadrat
No
Spesies
Plot 1
Plot 2
Plot 3
Plot 4
Plot5
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
9
36
12
48
41
164
10
40
9
36
81
324
2
Tnm klencir
50
200
60
240
55
220
40
160
45
180
250
1000
3
Ilalang
30
120
40
160
7
28
20
80
15
60
112
448
4
Urang aring
22
88
4
16
11
44
11
44
13
52
61
244
5
P. Elephanus
19
76
70
280
9
36
43
172
54
216
195
975
Tabel.I.I NP ( Nilai Penting)
No
Jenis Tumbuhan
NP%
1
Rumput teki
9,606
2
Tanaman klencir
29,649
3
Ilalang
13,282
4
Urang aring
7,234
5
Pseudo elephanus
23,126
Tabel.II Pengamatan Metode Garis
Garis ke-1
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
2
12
5
30
3
18
1
6
2
12
13
78
2
Klencir
9
36
3
12
5
20
2
8
3
12
22
88
Garis ke-2
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
20
60
3
18
5
30
8
48
2
12
38
168
2
Klencir
10
40
2
8
4
16
2
8
3
12
21
89
Garis ke-3
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
1
Rumput teki
15
60
5
30
3
18
1
6
4
24
28
138
2
Klencir
7
28
6
24
2
8
-
-
3
12
16
72
Garis ke-4
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
Rumput teki
20
120
1
6
8
48
3
18
10
60
42
252
Klencir
7
28
3
12
5
20
2
8
2
8
19
98
Garis ke-5
No
Spesies
Segmen I
Segmen II
Segmen III
Segmen IV
Segmen IV
Total
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
∑
Cov
Rumput teki
21
126
7
42
3
18
5
30
6
36
42
252
Klencir
8
32
5
20
2
8
2
8
3
12
20
80
Tabel NP (Nilai Penting)
No
Jenis Tumbuhan
NP%
1
Rumput teki
0,0026
2
Klencir
0,00236
V. PEMBAHASAN
Dengan menggunkan metode garis kita dapat mengunakan data yang didapat sebagai perbandingan dengan data yang didapat dengan menggunakan metode kuadrat. Dari data yang di dapat
VI. KESIMPULAN
VII. DAFTAR PUSTAKA
Anwar, 1995, Biologi Lingkungan. Ganexa exact. Bandung.
Guritno, 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Rajawali Press. Jakarta
Harun, 1993. Ekologi Tumbuhan. Bina Pustaka. Jakarta.
Rahardjanto Abdul Kadir,2005. Buku Petunjuk Pratikum Ekologi Tumbuhan. UMM Press. Malang