Tampilkan postingan dengan label ekologi tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekologi tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2009

ANALISA VEGETASI METODE KUARTER

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam mendiskripsikan suatu vegetasi haruslah dimulai dari suatu titik pandang bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup bersama dalam suatu terutama yang mungkin dikarakterisasi baik oleh spesies sebagai komponenya. Maupu oleh kombinasi dan struktur sifat-sifatnya yang mengkarakterisasi gamberan vegetasi secara umum atau fungsionl. Dalam ilmu vegetasi telah dikembangkan berbagai metode untuk menganalisis dan juga sintesis sehingga akan memebantu dan mendiskripsikan suatu vegetasi sesuai dengan kemajuan dalam bidang-bidang pengetahuan lain.dalam waktu ini akan dipergunakan metode intersepsi titik untuk menemai suatu vegetasi.

2 Tujuan

Untuk menganalisis vegetasi dengan parameter kerapatan, dominasi, dan frekkuensi jenis tumbuhan menggunakan metode kwarter (metode tanpa plot)

II DASAR TEORI

Analisa vegetasi dengan metode kuarter merupakan analisa vegetasi yang

mana dalam pelaksanaannya tidak menggunakan plot atau area sebagai alat bantu. Akan tetapi cuplikan yang digunakan hanya berupa titik sehingga sering juga metode tanpa plot. Hal ini karena pada metode ini tidak menggambarkan luas area tertentu, sama halnya dengan metode kuadrat yaitu dalam memperoleh nilai penting harus terlebih dahulu dihitung kerapatan, dominasi, dan frekuensinnya. Metode ini sering dipakai untuk vegetasi berbentuk hutan atau vegetasi kompleks lainnya.

Komunitas adalah sejumlah mahluk hidup dari berbagai macam jenis yang hidup bersama pada suatu daerah. Suatu komonitas terdiri dari banyaknya jenis dengan berbagai macam populasi dan interaksi satu dengan yang lain. komposisi suatu komonitas ditentukan dengan tumbuhan dan hewan yang kebetulan mampu hidup di tempat tersebut. Anggota komonitas ini tergantung pada penyesuaian diri setiap individu terhadap faktor-faktor fisik dan biologis yang ada ditempat tersebut. Ada dua konsep yang ditentukan dalam mengamati pete komonitas yaitu gradasi komonitas( populasi) dan gradiasi lingkungan yaitu menyangkut jumlah factor lingkungantambak secara bersama-sama. (Soedjiran,1989). Pada metode ini tumbuhan yang dianalisa bisa berupa empat tumbuhan yang paling dekat dengan titik pengamatan yang masing-masing tumbuhan berada pada empat sektor daerah dengan titik tadi sebagai pusat.

III PROSEDUR KERJA

3.1 Alat dan Bahan

ü Tali raffia

ü Meteran

ü Penggaris

3.2 Cara Kerja

  • Menentukan lokasi pengamatan
  • Menentukan titik pusat dengan memperhatikan spesies pohon yand dilihat berbeda
  • Menghitung jarak antara titik pusat dengan tumbuhan A,B,…….
  • Menghitung jarak antara masing-masing pohon
  • Menentukan keliling dari masing-masing pohon

Data Pengamatan

Tabel Tinggi Pohon (cm)

Titik Pusat

Kuadaran

I

II

III

IV

A-B

3,5

A-C

3,20

A-D

-

A-E

3

Tabel Jarak Pohon dengan Titik Pusat (m)

Titik Pusat

Kuadaran

I

II

III

IV

B-C

6,20

C-D

7,5

D-A

3,5

E-A

-

IV. Pembahasan

Pada percobaan kali ini kita mengambil tempat dicoban rondo, pada suatu lokasi, dengan metode kwarter dapat dianalisa suatu vegetasi dengan parameter tentang kerapatan, dominasi dan frekuensi adapun dengan metode ini yang ditemukan adalah tumbuh-tumbuhan sebagai berikut: Pada metode kuarter ini ada beberapa pohon yang ditemukan lebih dari satu kuadran atau juga pada titik pusat, karena pada metode ini merupakan tumbuhan yang terdekat dengan titik pusatlah yang dicuplik datanya.

Pada praktikum ini digunakan lima titik pusat yang jaraknya agak berjauhan. Setelah dihitung antara kerapatan absolute, kerapatan relatif, dominasi absolut,

frekuensi absolut serta frekuensi relatif dapat diketahui bahwa nilai penting

dari jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan yang terbesar adalah nilai penting

pada tumbuhan eukaliptus dan terendah pada tumbuhan cemara. Hal ini dapat

menunjukkan bahwa eukaliptus dapat berkembang dengan baik dan tumbuh dengan

baik, pada lingkungan ini dan hal ini juga dapat dijadikan patokan dalam

penentuan nama vegetasi.

Dengan demikian bahwa dengan metode kwarter ini dapat diketahui bahwa eukaliptus

merupakan tumbuhan yang dominan dan memiliki nilai penting tertinggi sehingga

dapat dijadikan tolak ukur dalam pemberian nama suatu vegetasi.

Kesimpulan

1. Alat

dan bahan yang digunakan dalam metode ini adalah meteran, tali rafia dan pasak

2. Analisa

vegetasi dengan metode kuarter merupakan analisa vegetasi yang mana dalam

pelaksanaannya tidak menggunakan plot atau area sebagai alat bantu.

3. Komunitas

adalah sejumlah mahluk hidup dari berbagai macam jenis yang hidup bersama pada suatu daerah. Suatu komonitas terdiri dari banyaknya jenis dengan berbagai

macam populasi dan interaksi satu dengan yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

· Enden,1990, Ekologi Tumbuhan IPB Press.Bogor

· Sastroutomo,1990 Ekologi Gulma Gramedia. Jakarta

· Soediharjo,1992 Ekologi Tanaman Rajawali Press. Jakarta

· Soejiran,1989Ekologi Umum Universitas Gajah Mada Press. Yogjakarta

METODE KUADRAT DAN METODE GARIS

1.1 Latar Belakang

Ilmu vegetasi sudah di mulai hampir tiga abad yang lalu, mula- mula kegiatan utama dilakukan lebih di arahkan pada deskripsi dari bentang alam dan vegetasinya.

Kemudian pada abab ke XX usaha-usaha di arahkan untuk menyederhanakan deskripsi

dan vegetasi dengan tujuan untuk meningkatkan keakuratan dan untuk mendapatkan

standar dasar dalam evolusi secara kuantitatif.

Vegetasi sebagai salah satu komponen dari ekosistem yang dapat menggambarkan pengaruh dari kondisi-kondisi fakta lingkungan yang mudah di ukur dan nyata. Dalam mendeskripsikan vegetasi harus di mulai dari suatu titik padang bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokkan dari suatu tumbuhan yang hidup di suatu hidup tertentu yang mungkin di karakterisasi baik oleh spesies sebagai komponennya

maupun oleh kombinasi dan struktur serta fungsi sifat-sifatnya yang mengkarakterisasi gambaran vegetasi secara umum.

1.3 Rumusan Masalah

  • Bagaimana bentuk cuplikan dari vegetasi di Coban Rondo?
  • Bagaumana kerimbunan,kerpatan dan frekuensi tanam secara umum di Coban Rondo?

1.3.Tujuan

Untuk mengetahui bentuk cuplikan dan sistem analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat dan metode garis.

  • Dapat menggunakan variabel kerimbunan, kerapatan, dan frekuensi dengan cara yang berbeda dengan metode kuadrat dan metode garis.

II DASAR TEORI

2.1. Metode Kuadrat

Bentuk Cuplikan

Bentuk sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran dengan luas tertentu. Hal ini tergantung pada bentuk vegetasi. Berdasarkan metode pantauan luas minimum akan dapat di tentukan luas kuadrat yang di perlukan untuk setiap bentuk vegetasi tadi. Untuk setiap plot yang di sebarkan di lakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi. Variabel kerimbunan dan kerapatan di tentukan berdasarkan luas kerapatan. Dari spesies yang di temukan dari sejumlah kuadrat yang di buat (Rahardjanto, 2001).

Sistim analisis

1. kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis tumbuhan didalam area cuplikan. Pada beberapa keadaan kesulitan dalam melakukan batasan individu tumbuhan, kerapatan dapat ditentukan dengan cara pengelompokan berdasarkan kreteria tertentu.

2. Kerimbunan, ditentukan berdasarkan penutupan oleh populasi jenis tumbuhan. Apabila dalam menentukan kerapatan di jabarkan dalam bentuk kelas kerapatan, maka untuk perimbunannyapun lebih baik di gunakan kelas keribunan.

3. Frekuensi, di tentukan berdasarkan kerapatan dari jenis tumbuhan di jumpai dlam sejumlah area cuplikan (n) di bandingkan dengan seluruh atau total area cuplikan yang dibuat (N) biasa dalam persen (%).

2.2 Metode Garis

Selain metode kuadran kita juga bisa menggunakan metode garis untuk menganalisis vegetasi. Panjang sample berupa garis, untuk vegetasi hutan dapat lebih dari 50 meter, semak belukar sepanjang minimal 1 meter cuplikan berupa garis, untuk vegetasi sangat di pengaruhi oleh kekompleksitasan dari hutan tersebut.

III METODE KERJA

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Metode Garis

  • Tali raffia - Pasak ukuran 50cm 12 buah
  • Meteran

3.1.2 Metode Kuadrat

  • Tali raffia - Pasak ukuran 50 cm 12 buah
  • Meteran - Alat tulis

3.2 Cara Kerja

3.2.1 Metode Garis

  • Membuat garis sepanjang 10 m sebanyak 5 garis
  • Membagi masing-masing garis sebanyak 5 segmen dengan ukuran segmen 2 meter.
  • Mencatat dan menghitung semua jenis tumbuhan yang tersentuh dan berada di bawah garis
  • Menentukan persentase kanopi masing-masing jenis tumbuhan
  • Menghitung harga relatif dari tiap segmen
  • Menentukan nilai penting denganmenggunanan angka perhitungan relatif.
  • Menyusun jenis-jenis tumbuhan berdasarkan nilai penting yang terkecil.
  • Memberi nama bentuk vegetasi berdasarkan 2 jenis tumbuhan dengan harga nilai penting terbesar.
  • Rumus

Kabs =

Dabs =

Fabs =

Perhitumgan Krelatif =

Perhitungan Drelatif =

Perhitungan Frelatif =

NP tiap jenis suatu tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif

3.2.2 Metode Kuadrat

  • Membuat plot dengan ukuran 5 x 5 m secara acak sebanyak 5 plot
  • Setiap plot di lakukan analisis vegetasi berdasarkan variabel-variabel kerapatan
  • Menganalisa vegetasi di seluruh kuadrat dan melakukan perhitungan untuk mencari harga relatifnya dari setiap jenis tumbuhan
  • Melanjutkan perhitungan untuk mencari harga nilai penting dari setiap jenis atau spesies tumbuhan.
  • Menyusun dalam satu tabel jenis tumbuhan berdasarkan harga nilai penting dari harga terbesar sampai terkecil.
  • Memberi nama vegetasi berdasarkan dua jenis atau spesies dengan harga nilai penting terbesar.
  • Rumus Perhitungan
  • Kbs =
  • Dbas =
  • Fabs =
  • Perhitungan Krelatif =
  • Perhitunan Drelatif =
  • Perhitungan Frelatif =
  • NP tiap jenis tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif

IV DATA PENGAMATAN

Tabel.I pengamatan metode Kuadrat

No

Spesies

Plot 1

Plot 2

Plot 3

Plot 4

Plot5

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

9

36

12

48

41

164

10

40

9

36

81

324

2

Tnm klencir

50

200

60

240

55

220

40

160

45

180

250

1000

3

Ilalang

30

120

40

160

7

28

20

80

15

60

112

448

4

Urang aring

22

88

4

16

11

44

11

44

13

52

61

244

5

P. Elephanus

19

76

70

280

9

36

43

172

54

216

195

975

Tabel.I.I NP ( Nilai Penting)

No

Jenis Tumbuhan

NP%

1

Rumput teki

9,606

2

Tanaman klencir

29,649

3

Ilalang

13,282

4

Urang aring

7,234

5

Pseudo elephanus

23,126

Tabel.II Pengamatan Metode Garis

Garis ke-1

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

2

12

5

30

3

18

1

6

2

12

13

78

2

Klencir

9

36

3

12

5

20

2

8

3

12

22

88

Garis ke-2

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

20

60

3

18

5

30

8

48

2

12

38

168

2

Klencir

10

40

2

8

4

16

2

8

3

12

21

89

Garis ke-3

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

15

60

5

30

3

18

1

6

4

24

28

138

2

Klencir

7

28

6

24

2

8

-

-

3

12

16

72

Garis ke-4

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

Rumput teki

20

120

1

6

8

48

3

18

10

60

42

252

Klencir

7

28

3

12

5

20

2

8

2

8

19

98

Garis ke-5

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

Rumput teki

21

126

7

42

3

18

5

30

6

36

42

252

Klencir

8

32

5

20

2

8

2

8

3

12

20

80

Tabel NP (Nilai Penting)

No

Jenis Tumbuhan

NP%

1

Rumput teki

0,0026

2

Klencir

0,00236

V. PEMBAHASAN

Dengan menggunkan metode garis kita dapat mengunakan data yang didapat sebagai perbandingan dengan data yang didapat dengan menggunakan metode kuadrat. Dari data yang di dapat

VI. KESIMPULAN

VII. DAFTAR PUSTAKA

  • Anwar, 1995, Biologi Lingkungan. Ganexa exact. Bandung.
  • Guritno, 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Rajawali Press. Jakarta
  • Harun, 1993. Ekologi Tumbuhan. Bina Pustaka. Jakarta.
  • Rahardjanto Abdul Kadir,2005. Buku Petunjuk Pratikum Ekologi Tumbuhan. UMM Press. Malang

1.1 Latar Belakang

Ilmu vegetasi sudah di mulai hampir tiga abad yang lalu, mula- mula kegiatan utama dilakukan lebih di arahkan pada deskripsi dari bentang alam dan vegetasinya.

Kemudian pada abab ke XX usaha-usaha di arahkan untuk menyederhanakan deskripsi

dan vegetasi dengan tujuan untuk meningkatkan keakuratan dan untuk mendapatkan

standar dasar dalam evolusi secara kuantitatif.

Vegetasi sebagai salah satu komponen dari ekosistem yang dapat menggambarkan pengaruh dari kondisi-kondisi fakta lingkungan yang mudah di ukur dan nyata. Dalam mendeskripsikan vegetasi harus di mulai dari suatu titik padang bahwa vegetasi merupakan suatu pengelompokkan dari suatu tumbuhan yang hidup di suatu hidup tertentu yang mungkin di karakterisasi baik oleh spesies sebagai komponennya

maupun oleh kombinasi dan struktur serta fungsi sifat-sifatnya yang mengkarakterisasi gambaran vegetasi secara umum.

1.3 Rumusan Masalah

  • Bagaimana bentuk cuplikan dari vegetasi di Coban Rondo?
  • Bagaumana kerimbunan,kerpatan dan frekuensi tanam secara umum di Coban Rondo?

1.3.Tujuan

Untuk mengetahui bentuk cuplikan dan sistem analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat dan metode garis.

  • Dapat menggunakan variabel kerimbunan, kerapatan, dan frekuensi dengan cara yang berbeda dengan metode kuadrat dan metode garis.

II DASAR TEORI

2.1. Metode Kuadrat

Bentuk Cuplikan

Bentuk sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran dengan luas tertentu. Hal ini tergantung pada bentuk vegetasi. Berdasarkan metode pantauan luas minimum akan dapat di tentukan luas kuadrat yang di perlukan untuk setiap bentuk vegetasi tadi. Untuk setiap plot yang di sebarkan di lakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi. Variabel kerimbunan dan kerapatan di tentukan berdasarkan luas kerapatan. Dari spesies yang di temukan dari sejumlah kuadrat yang di buat (Rahardjanto, 2001).

Sistim analisis

1. kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis tumbuhan didalam area cuplikan. Pada beberapa keadaan kesulitan dalam melakukan batasan individu tumbuhan, kerapatan dapat ditentukan dengan cara pengelompokan berdasarkan kreteria tertentu.

2. Kerimbunan, ditentukan berdasarkan penutupan oleh populasi jenis tumbuhan. Apabila dalam menentukan kerapatan di jabarkan dalam bentuk kelas kerapatan, maka untuk perimbunannyapun lebih baik di gunakan kelas keribunan.

3. Frekuensi, di tentukan berdasarkan kerapatan dari jenis tumbuhan di jumpai dlam sejumlah area cuplikan (n) di bandingkan dengan seluruh atau total area cuplikan yang dibuat (N) biasa dalam persen (%).

2.2 Metode Garis

Selain metode kuadran kita juga bisa menggunakan metode garis untuk menganalisis vegetasi. Panjang sample berupa garis, untuk vegetasi hutan dapat lebih dari 50 meter, semak belukar sepanjang minimal 1 meter cuplikan berupa garis, untuk vegetasi sangat di pengaruhi oleh kekompleksitasan dari hutan tersebut.

III METODE KERJA

3.1 Alat dan Bahan

3.1.1 Metode Garis

  • Tali raffia - Pasak ukuran 50cm 12 buah
  • Meteran

3.1.2 Metode Kuadrat

  • Tali raffia - Pasak ukuran 50 cm 12 buah
  • Meteran - Alat tulis

3.2 Cara Kerja

3.2.1 Metode Garis

  • Membuat garis sepanjang 10 m sebanyak 5 garis
  • Membagi masing-masing garis sebanyak 5 segmen dengan ukuran segmen 2 meter.
  • Mencatat dan menghitung semua jenis tumbuhan yang tersentuh dan berada di bawah garis
  • Menentukan persentase kanopi masing-masing jenis tumbuhan
  • Menghitung harga relatif dari tiap segmen
  • Menentukan nilai penting denganmenggunanan angka perhitungan relatif.
  • Menyusun jenis-jenis tumbuhan berdasarkan nilai penting yang terkecil.
  • Memberi nama bentuk vegetasi berdasarkan 2 jenis tumbuhan dengan harga nilai penting terbesar.
  • Rumus

Kabs =

Dabs =

Fabs =

Perhitumgan Krelatif =

Perhitungan Drelatif =

Perhitungan Frelatif =

NP tiap jenis suatu tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif

3.2.2 Metode Kuadrat

  • Membuat plot dengan ukuran 5 x 5 m secara acak sebanyak 5 plot
  • Setiap plot di lakukan analisis vegetasi berdasarkan variabel-variabel kerapatan
  • Menganalisa vegetasi di seluruh kuadrat dan melakukan perhitungan untuk mencari harga relatifnya dari setiap jenis tumbuhan
  • Melanjutkan perhitungan untuk mencari harga nilai penting dari setiap jenis atau spesies tumbuhan.
  • Menyusun dalam satu tabel jenis tumbuhan berdasarkan harga nilai penting dari harga terbesar sampai terkecil.
  • Memberi nama vegetasi berdasarkan dua jenis atau spesies dengan harga nilai penting terbesar.
  • Rumus Perhitungan
  • Kbs =
  • Dbas =
  • Fabs =
  • Perhitungan Krelatif =
  • Perhitunan Drelatif =
  • Perhitungan Frelatif =
  • NP tiap jenis tumbuhan = Krelatif + Drelatif + Frelatif

IV DATA PENGAMATAN

Tabel.I pengamatan metode Kuadrat

No

Spesies

Plot 1

Plot 2

Plot 3

Plot 4

Plot5

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

9

36

12

48

41

164

10

40

9

36

81

324

2

Tnm klencir

50

200

60

240

55

220

40

160

45

180

250

1000

3

Ilalang

30

120

40

160

7

28

20

80

15

60

112

448

4

Urang aring

22

88

4

16

11

44

11

44

13

52

61

244

5

P. Elephanus

19

76

70

280

9

36

43

172

54

216

195

975

Tabel.I.I NP ( Nilai Penting)

No

Jenis Tumbuhan

NP%

1

Rumput teki

9,606

2

Tanaman klencir

29,649

3

Ilalang

13,282

4

Urang aring

7,234

5

Pseudo elephanus

23,126

Tabel.II Pengamatan Metode Garis

Garis ke-1

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

2

12

5

30

3

18

1

6

2

12

13

78

2

Klencir

9

36

3

12

5

20

2

8

3

12

22

88

Garis ke-2

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

20

60

3

18

5

30

8

48

2

12

38

168

2

Klencir

10

40

2

8

4

16

2

8

3

12

21

89

Garis ke-3

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

1

Rumput teki

15

60

5

30

3

18

1

6

4

24

28

138

2

Klencir

7

28

6

24

2

8

-

-

3

12

16

72

Garis ke-4

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

Rumput teki

20

120

1

6

8

48

3

18

10

60

42

252

Klencir

7

28

3

12

5

20

2

8

2

8

19

98

Garis ke-5

No

Spesies

Segmen I

Segmen II

Segmen III

Segmen IV

Segmen IV

Total

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

∑

Cov

Rumput teki

21

126

7

42

3

18

5

30

6

36

42

252

Klencir

8

32

5

20

2

8

2

8

3

12

20

80

Tabel NP (Nilai Penting)

No

Jenis Tumbuhan

NP%

1

Rumput teki

0,0026

2

Klencir

0,00236

V. PEMBAHASAN

Dengan menggunkan metode garis kita dapat mengunakan data yang didapat sebagai perbandingan dengan data yang didapat dengan menggunakan metode kuadrat. Dari data yang di dapat

VI. KESIMPULAN

VII. DAFTAR PUSTAKA

  • Anwar, 1995, Biologi Lingkungan. Ganexa exact. Bandung.
  • Guritno, 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Rajawali Press. Jakarta
  • Harun, 1993. Ekologi Tumbuhan. Bina Pustaka. Jakarta.
  • Rahardjanto Abdul Kadir,2005. Buku Petunjuk Pratikum Ekologi Tumbuhan. UMM Press. Malang