Tampilkan postingan dengan label PEMAGANGAN BIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMAGANGAN BIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2012

LAPORAN PEMAGANGAN PART 4






4. Mawar (Rosa multiflora .L) 
          Mawar adalah tanaman semak dari genus rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter. Batang berduri, kasar dan berwarna coklat kehijauan, memiliki daun majemuk, tersebar, menrip ganjil, pangkal tangkai bersayap berduri, helaian daun bentuk oval sampai lonjong, ujungnya meruncing, pangkal tumpul, tepi bergerigi panjang 3 – 6 cm, lebar 1 – 3 cm, pertulangan menyirip, permukaan gundul dan berwarna hijau. Memiliki bunga majemuk yang ada di ujung batang atau diketiak daun berbentuk malai, bakal buah tenggelam, dan benang sari berjumlah banyak.berbuah tunggal bulat dan meruncing.dan memiliki biji yang bulat, keras dan kecil berwarna putih. System perakarannya adalah akar tunggang.


Keterangan : 

1. Bunga 
2. Daun begerigi di tepi 
3. Batang 
.
Klasifikasi: Mawar (Rose multiflora) 

Kerajaan : Plantae 
Divisi : Magnoliophyta 
Kelas : Magnoliopsida 
Ordo : Rosales 
Family : Rosaceae 
Up family : Rosoidae 
Genus : Rosa 
Spesies : Rosa multiflora 

A. Pembudidayaan Tanaman Mawar 

          a. Pembibitan 
          Bibit tanaman mawar dapat diperbanyak dengan stek batang, cangkokan dan yang paling digemari adalah okulasi. Stek batang digunakan untuk batang bawah dan biasanya digunakan mawar pagar sebagai batang bawah, karena jenis ini cukup kuat, cepat tumbuh, tahan hama penyakit dan mudah diperbanyak dengan stek. Kebanyakan pengusaha bunga potong mawar di Indonesia sampai saat ini masih mengimpor bibit dari negeri Belanda. Bibit yang didatangkan biasanya berupa tanaman hasil okulasi yang telah berumur tiga bulan dan bibit yang berumur setengah tahun. Bila menggunakan bibit yang berumur 3 bulan tanaman baru didapat hasilnya setelah 6 bulan ditanam. Bibit ini selain diimpor berupa bibit cabutan tanpa media (stump), juga bisa berupa bibit dengan media buatan, misalnya roockwool. Bibit berumur setengah tahun umumnya berupa stump, yaitu bibit tanpa akar dan tanpa daun. Bibit ini sudah dapat diambil hasilnya setelah 4 bulan ditanam dengan memberikan percabangan yang baru sekitar 2 - 3 cabang utama.

          b. Penyiapan lahan dan Penanaman 
           Pasir, pupuk kandang dan tanah kebun dibutuhkan untuk media tanam dengan perbandingan 1: 2: 1. Pupuk kandang diberikan pada awal tanam. Pemberian pupuk dasar super fosfat sebanyak 0,25 kg/m2 diberikan 1 - 2 minggu sebelum tanam. Bila tanah terlalu asam dapat ditambahkan kapur pertanian sebanyak 2,5 kg/10 m2 dan bila tanah terlalu basa dapat ditambahkan belerang ¼ kg/10 m2. Pupuk kandang diberikan sebanyak 75 ton/ha. Tambahan pupuk NPK 50 kg/ha/bl. Pemberian unsur mikro Fe, Mg dan S dapat diberikan melalui spray 1 bulan sekali. Sterilisasi dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia basamid atau vapam dengan dosis yang dianjurkan.Persiapan dimulai dengan pembuatan lubang - lubang tanam berdiameter sekitar 15 cm dengan kedalaman 30 cm. Jarak tanam tergantung varietas. Jarak tanam jenis Hybrid tea dan floribunda 100 cm x 60 cm, sedang jenis Polyantha 40 cm x 60 cm. Beberapa varietas baru bunga mawar potong ditanam dengan jarak 31 cm x 31 cm atau 38 cm, atau 20 cm x 40 cm tergantung jenis mawar yang ditanam. Pemasangan pelindung berupa shading net 50% dilakukan untuk menghindari transpirasi yang tinggi dari tunas - tunas muda. Pelindung ini dapat dibuka setelah tanaman berumur 4 minggu. Untuk tanaman merambat dapat dibuat tiang penyangga pergola.Sebelum ditanam, bibit disterilisasi dahulu dalam larutan fungisida, misalnya Benlate (0.5 g/l) selama 1 - 2 menit. Penanaman dilakukan dengan menempatkan bibit di tengah lubang dan diusahakan agar akar - akarnya menyebar ke semua arah serta tidak ada yang patah atau tertekuk. Setelah penanaman selesai saluran irigasi yang berupa sprinkler atau drip dapat dipasang dan bibit yang baru ditanam ini disiram sampai cukup basah. 

          c. Pemeliharaan Mawar 

           Pembentukan tanaman mawar muda dilakukan dengan pemotongan/ pinching. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara tanaman agar tetap muda, sehingga selalu menghasilkan tunas - tunas baru yang produktif berbunga. Dari tunas - tunas baru yang muncul 5 minggu setelah tanam akan muncul bakal bunga yang kecil dan harus dipotong (di’pinching’). Soft pinch dilakukan pada tunas yang masih muda, bertujuan untuk memaksimumkan pertumbuhan vegetatif. Bakal batang baru dengan warna kemerah - merahan akan tumbuh keluar dari cabang bibit atau dari cabang tunas pertama. Tunas ini dibiarkan tumbuh panjang sampai dewasa dan setelah bakal bunganya berwarna, maka harus segera dibuang (pinching yang dilakukan pada tunas yang sudah tua ini dikenal dengan istilah hard pinch). Perundukan tanaman (bending) dilakukan apabila cabang bibit sudah tua. Tempat pelekukan tunas/batang yang harus dibending sekitar 5 - 10 cm dari pangkal batang. Untuk membantu perundukan agar tunas tidak kembali tegak maka tunas tersebut dapat dijepit dengan sepotong belahan bambu yang ditancapkan ke tanah. Dari tunas yang dibending ini kadang-kadang tumbuh tunas kecil baru dan bila dari tunas kecil ini keluar bunga maka bunga ini harus dibuang dan daun dipotong sebanyak 2 daun sejati (lima daun) agar tanaman mempunyai banyak daun. 
           Tunas baru yang merupakan tunas produksi yang akan muncul setelah beberapa minggu melakukan perundukan. Pada waktu panen, tunas ini dipotong dengan menyisakan 3 - 4 daun sejati. Dari tunas yang telah dipanen setelah sekitar 10 hari pada umumnya akan muncul 2 – 3 tunas baru dan akan berbunga setelah sekitar 6 - 7 minggu. Dari tunas produksi ini selanjutnya dipanen dengan menyisakan dua daun sejati.           
           Cara merawat berikutnya adalah Pemangkasan bertujuan untuk memelihara bentuk tanaman agar memperoleh batang yang kokoh, mendorong pembungaan, peremajaan tanaman, menghasilkan tunas-tunas baru yang produktivitasnya tinggi, dan menjaga tanaman agar tetap sehat dan berumur panjang. Pemangkasan yang dilakukan adalah pemangkasan ringan (30%) dengan memangkas sedikit pucuk - pucuk dari semak mawar, sehingga menghasilkan kuntum bunga banyak tapi kecil - kecil. Pemangkasan sedang (50%) dilakukan dengan memangkas cabang - cabang atau pucuk, tetapi tidak terlalu panjang. Biasanya dilakukan pada jenis - jenis Floribunda dan Polyantha. Sedangkan pemangkasan berat dilakukan pada batang yang sudah tua dan tanaman terkena penyakit yang sudah parah yang dilakukan dengan memangkas seluruh cabang sampai ketinggian 60 cm atau meninggalkan 2 - 3 mata tiap - tiap batang.
           Pemangkasan untuk pembentukan tanaman dapat dilakukan pula dengan mengatur cara pemotongan saat panen. “Pemangkasan biasa” dilakukan dengan menyisakan 1 - 2 daun lima (yaitu daun yang mempunyai lima helai daun individu) dari percabangan, dikenal dengan istilah normal cut. “Pemangkasan dalam” dilakukan dengan memotong batang dibawah percabangan dikenal dengan istilah under cut. Cara panen ini dilakukan pada tahun kedua dengan tujuan agar percabangan tanaman tumbuh rendah kembali. “Pemangkasan sendi” dilakukan dengan memotong tangkai bunga tepat di atas percabangan yang akan dipanen, dikenal dengan istilah knuckle cut. Cara ini dilakukan bila budidaya mawar sudah memasuki tahun ketiga agar tanaman tinggi kembali. 
          Waktu pemangkasan yang paling baik adalah beberapa saat setelah musim hujan berakhir, oleh karena saat itu umumnya tanaman dalam keadaan subur dengan pembentukan cabang dan ranting tidak teratur. Pemangkasan dilakukan sekali dalam setahun. 

d. Pemupukan 

          Pemberian pupuk untuk tanaman mawar tergantung dari hasil analisis tanah yang akan ditanam, sehingga setiap kebun / growers mempunyai aturan pemupukan yang berbeda - beda. Menurut penelitian BALITHI (Balai Penelitian Tanaman Hias) Cipanas, tanaman mawar perlu dipupuk NPK sebanyak 5 gram per tanaman pada umur 1 - 2 minggu setelah tanam. Pemupukan selanjutnya dapat diberikan satu bulan sekali tergantung pertumbuhan tanaman. Pupuk NPK yang dianjurkan per hektar dalam 1 tahun adalah 1350 kg urea, 2100 kg, TSP dan 800 kg KCl. Pupuk tersebut disebar dalam larikan (parit) kecil yang dibuat di antara tanaman, kemudian ditutupi tanah kembali dan segera disiram air hingga cukup basah.

e. Panen dan Pasca Panen 

          MawarTanaman mawar dapat dipanen setelah 4 - 5 bulan tergantung dari varietas dan tingkat pertumbuhannya. Tanaman ini bila dipelihara secara benar akan dapat tumbuh dan diambil hasilnya sampai umur 6 tahun. Bunga mawar dapat dipanen bila seluruh kelopak bunga (sepal) telah membuka dan satu atau dua mahkota (petal) telah membuka. Pemanenan awal ini dilakukan apabila bunga mawar akan disimpan untuk waktu yang cukup lama, tetapi mekarnya bunga akan kurang sempurna, sedangkan panen pada tingkat yang lebih mekar, vase life yang diperoleh lebih pendek. 
          Panen mawar dapat dilakukan pada pagi dan sore hari tergantung suhu udara dan tingkat kematangan bunga panen, dilakukan dengan cara under cut, knuckle cut dan normal cut dengan menyisakan satu atau dua daun sejati. Tanaman yang telah dipanen akan bertunas lagi dan bunganya dapat dipanen kembali setelah 40 sampai 50 hari. Dari 1 m2 tanaman rata-rata dapat dipanen 120 - 160 tangkai per tahun. 
          Bunga yang telah dipanen dikumpulkan, lalu pangkal tangkainya direndam dalam ember yang berisi air yang mengandung larutan silver thio sulfat dan segera dimasukkan ke dalam cold storage sebelum disortir. Bunga disortir dan dipisahkan menurut varietas dan panjang tangkainya. Grading kualitas mawar umumnya dibedakan berdasarkan panjang tangkai dengan beberapa kriteria menurut Standar Nasional Indonesia (SNI). Bunga-bunga yang telah digrading, daun serta durinya dibuang sekitar 20 cm dari pangkal tangkai kemudian diikat dan dibungkus masing - masing 10 - 20 tangkai. Bunga yang telah dibungkus ini pangkal tangkainya kembali direndam ke dalam bak yang berisi air kemudian dikirim ke tempat penjualan atau disimpan kembali dalam cold storage. 
          Apabila bunga mawar akan dikirimkan ke luar kota, bunga mawar dapat dikirim dalam keadaan kering, yaitu dimasukkan dalam box karton. Bunga - bunga yang dikirim dalam box karton, setibanya ditempat tujuan harus segera direndam dalam air yang bersih, tetapi sebelumnya batangnya dipotong sekitar 5 cm dari bagian bawah pangkal batang.

B. Manfaat Bunga Mawar 

          Mawar termasuk kelompok aroma terapi yang sangat penting. Minyak esense mawar berfungsi sebagai antiseptik, pembunuh jamur penyebab keputihan, dan menambah daya tahan tubuh. Aromanya yang harum sering digunakan sebagai aroma terapi yang mampu menenangkan dan meningkatkan mood. Mawar juga berkhasiat melancarkan peredaran darah, menyembuhkan memar kulit, nyeri haid, TBC, kelenjar leher, batuk darah, sembelit, pembengkakan payudara, rematik, sakit lambung, maag, dan antikejang. Ia juga mampu melancarkan aliran empedu, mengurangi rasa sakit pada perut, menghilangkan depresi, dan menyegarkan ginjal. Akarnya dapat digunakan untuk penyembuhan haid yang tidak teratur, bengkak, dan keputihan. 
          Pemanfaatan mawar bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sebagai esense dengan cara mengeringkan bunga, mengambil kelopaknya saja lalu dimasukkan ke dalam botol. Lalu dibiarkan di tempat tertutup selama 6 minggu hingga aromanya tercium tajam. Kemudian disaring dan disimpan di tempat tertutup. Esense mawar dapat digunakan untuk campuran minuman dan bahan campuran membuat kue. Sedangkan sebagai tonikum menggunakan bunga yang agak besar. Selanjutnya direndam 2 - 3 bunga ke dalam 300 cc air putih sampai layu, kurang lebih 2 - 3 jam. Dan diminum airnya sedikit demi sedikit. Sedangkan untuk terapi dengan memilih kuntum yang belum terbuka, lalu mengulum rapat dan beraroma harum. disimpan dalam lemari yang tidak mudah lembab. Terapi ini dapat digunakan untuk penderita dada sesak, down, sedih atau depresi. 
           Dan berikutnya digunakan sebagai menurunkan kadar lemak sekaligus mengatur peredaran darah serta mencerahkan dan meranumkan warna kulit yaitu dengan meminum teh mawar. Caranya memasukkan teh mawar, melati, dan green tea bag ke dalam air mendidih. Dibiarkan 2 - 3 menit hingga aroma harumnya keluar. Jangan lupa gunakan cangkir yang telah dibilas dengan air panas. Bisa juga dengan menambahkan sedikit madu agar aromanya bertambah harum. Atau dapat juga dipakai sebagai pengharum teh. Dengan cara merebus kelopak mawar kering dengan teh dan air, kemudian saring. Kemudian dengan menambahkan gula, madu, dan sedikit air jeruk. Dan diminum dalam keadaan hangat. Namun harus diingat bahwa teh mawar tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Sebab mawar bersifat melancarkan darah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan janin.

C. Kandungan 

          Akar daun mawar mengandung saponin, kardenolin dan tanin, sedangkan bunganya mengandung flavonoid dan polifenol. Mawar sebagai bahan baku parfum dan bahan baku obat. Hampir semua kelompok tanaman mawar bisa digunakan untuk keperluan bahan baku parfum (yaitu dengan mengekstraksi minyak mawar) maupun untuk bahan baku obat, asalkan memenuhi syarat harus berbau wangi cukup kuat (untuk bahan baku parfum) dan mengandung zat antibiotika atau senyawa kimia penting yang dibutuhkan seperti sitral, sitronelol, geraniol, linalol, nerol, eugenol, fenil etil alkohol, farnesol, dan nonilaldehid (untuk bahan baku obat ataupun jamu tradisional). Untuk bahan baku parfum biasanya digunakan mawar jenis mawar teh.

D. Kendala yang dihadapi dan Cara Mengatasinya 

          Pengendalian hama dan penyakit. Hama yang banyak terdapat pada tanaman mawar antara lain adalah :

  1. Tungau (Tetranicus urticae) Gejala dan serangan hama ini ialah timbulnya bintik-bintik nekrosa pada daun dalam jumlah yang banyak. Ada semacam jaring laba-laba yang halus terutama pada bagian bawah daun bila serangan sudah parah. Hama ini akan mudah timbul bila temperatur di dalam rumah naungan tanaman tinggi, dengan kelembaban udara yang rendah. 
  2. Kutu daun (Aphids) banyak menyerang tanaman bila kondisi panas dan kering. Hama ini akan menghisap cairan tanaman pada ujung daun dan kuncup tanaman muda serta kuntum bunga yang masih muda, yang akan mengakibatkan ujung-ujung tanaman menjadi ‘salah bentuk’ ketika dewasa. Kutu ini sering meninggalkan sekresi yang mengundang embun jelaga. 
  3. Thrips hama ini menyukai kondisi rumah naungan tanaman yang panas dan kering seperti pada tungau. Hama ini akan menyerap cairan tanaman terutama pada mahkota bunga, dan sulit dikendalikan karena bersembunyi didalam kuncup bunga pada siang hari. 
  4. Kumbang hama kumbang menyerang tanaman mawar dengan cara memakan daun, tangkai, serta kuntum bunga sehingga menimbulkan lubang -lubang pada bagian bunga yang dimakan. Pada kondisi lingkungan yang kurang baik, yaitu pada kelembaban tinggi, sirkulasi udara yang kurang, serta banyak kabut, banyak penyakit yang mungkin muncul pada tanaman mawar. 
          Berikut adalah beberapa penyakit :
  1. Embun tepung (Powdery mildew). Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Spaeroteca pannosa yang menyerang daun, batang, serta bunga tanaman mawar, tampak seperti ada tepung yang berwarna putih pada bagian tanaman. Penyakit ini timbul bila pada malam hari temperatur siang turun sampai 150C atau lebih rendah dengan kelembaban yang tinggi 90% - 99%, sedangkan pada siang hari temperatur tinggi dengan kelembaban yang rendah. 
  2. Black spot. Tumbuhnya bercak-bercak hitam terutama pada daun mawar, diikuti dengan menguningnya daun dan kemudian gugurnya daun merupakan akibat serangan ‘black spot’ yang disebabkan oleh cendawan Diplocarpon rosae dan Mansanina rosae. 
  3. Busuk bunga. Penyebab penyakit busuk bunga adalah cendawan Botrytis cinerea. Kuntum bunga yang akan dan telah mekar tampak membusuk dan berwarna coklat merupakan gejala serangan penyakit ini.4)
E. Inovasi atau Harapan 
          Harapan saya semoga dengan adanya bunga mawar yang banyak mengandung khasiat atau manfaat bagi kesehatan maupun sebagai parfum dan taman. Dapat membawa komoditi ekspor yang terbesar bagi Negara dan dapat menambah devisa Negara. 

5. Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) 

          Bentuk dan ciri-ciri tanaman binahong , Warta Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, binahong (Anredera cordifolia) adalah tanaman yang berupa tumbuhan menjalar, panjangnya bisa mencapai lebih dari 10 m. Akar berbentuk rimpang, berdaging lunak. Batang lunak, silindris, saling membelit, berwarna kemerahan, bagian dalam solid, permukaan halus, jika tanaman sudah tua batangnya berubah berwarna putih kusam dan agak mengeras. Panjang batang dan cabang bisa mencapai 20 - 30 m dan diameter pangkal batang mencapai 3,5 cm pada tanaman umur 3 tahun, membentuk semacam umbi atau rimpang yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. 
           Daun keluar dari setiap buku pada batang, berdaun tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang daun antara 5 - 13 cm, lebar antara 3 - 10 cm, tebal daun 0,1 - 0,2 mm dan 8 panjang tangkai daun antara 1 - 3 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan agak licin, bisa dimakan. Daun Binahong mempunyai kadar air tinggi. 
           Bunga keluar dari ketiak daun pada tiap ranting, setiap tangkai bunga akan keluar antara 40 - 60 kuntum bunga berwarna putih dengan ukuran bunga kecil, mahkota berwarna krem keputih – putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, panjang helai mahkota 0,5 - 1 cm, berbau harum. Bunga akan muncul pada tanaman yang sudah berumur sekitar 2,5 - 3 tahun. Umbi keluar dari setiap ketiak daun pada awalnya berbentuk bulat agak kasar dan keluar seperti bulu yang panjangnya sekitar 1 - 3 mm. Umbi akan muncul pada tanaman yang berumur sekitar 2 bulan lebih. Kulit umbi berwarna hijau kecoklatan dan daging umbi berwarna putih, panjang umbi antara 5 - 17 cm dan berdiameter antara 1 - 4 cm. 






Keterangan : 

  1. Bunga
  2. Daun 
  3. Batang
Klasifikasi Binahong (Anredera cordifoli (Ten.) Steenis ) 
Kingdom : Plantae 
Sub kingdom : Trachibionta 
Superdivisio : Spermatophyta 
Divisi : Magnoliophtya 
Kelas : Magnoliopsida 
Sub kelas : Hamamelidae 
Ordo : Caryophyllales 
Family : Baselaceae 
Genus : Anredera 
Spesies : Anredera cordifolia

A. Pembudidayaan Binahong (Anredera cordifolia) 

          a. Perbanyakan 
          Tanaman binahong (Anredera cordifolia) berkembangbiak dengan cara generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetative melalui rimpangnya. Tumbuhan ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Banyak ditanam di dalam pot sebagai tanaman hias dan obat. Perbanyakan , Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, perbanyakan tanaman binahong dilakukan secara vegetatif dan generatif dengan menggunakan akar rimpang dan biji. Perbanyakan dari rimpang akar dengan mencabut atau memisahkan rimpang dari pohon induk, dipilih rimpang yang telah cukup tua. Rimpang ditanam pada media tanah yang telah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan   1 : 1. Rimpang yang telah di tanam sebaiknya diberi naungan sampai 50%. Untuk perbanyakan melalui biji dapat dilakukan apabila bijinya telah matang. Biji yang disemaikan pada pembibitan setelah mem lapangan. Sampai saat ini perbanyakan tanaman umumnya lebih banyak menggunakan cara vegetatif dengan menggunakan rimpang karena lebih cepat tumbuh dan sifatnya sama dengan induknya. 
          Binahong tumbuh baik pada tempat teduh dan agak lembab (Feri Manoi, 2009). Menurut hasil wawancara dengan bapak Aan pengelola apotik hidup di daerah cibiru desa cilengkrang, menanam tanaman binahong juga dapat dilakukan di dalam pot. Dengan cara menyiapkan pot yang berukuran sedang atau besar. Kemudian menyiapkan umbi atau rimpang dari tanaman Binahong. Lalu memasukan tanah yang subur dan bagus kedalam pot. Setelah tanah dimasukkan kedalam pot. Selanjutnya memasukan umbi atau rimpang tanaman Binahong. Setelah umbi atau rimpang dimasukan ke dalam pot kemudian umbi tersebut ditutup dengan tanah lalu disiram dengan air pupuk, jika tidak ada dengan air bersih. 

          b. Cara Perawatan 

           Tanaman BinahongMenurut bapak Aan pengelola apotik hidup di daerah cibiru desa cilengkrang jl. Manglayang 7 yang juga memelihara tanaman Binahong “Cara perawatan tanaman binahong cukup mudah hanya disiram dengan air setiap hari, lebih baik lagi menggunakan pupuk karena dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Tanaman Binahong dapat tumbuh dengan cepat dan bagus jika ditanam pada tempat yang agak lembab dan sedikit terkena matahari”.

          c. Panen Masa 

           panen binahong adaloah sekitar berumur 3 bulan. Daunnya yang tua dan lebar itulah yang bagus untuk di panen.

B. Manfaat tanaman Binahong (Anredera cordifolia) 
          Ada cerita, dalam perang Vietnam beberapa dekade lalu, tentara Amerika terheran-heran, bagaimana bisa tentara Vietkong terlihat segar bugar meski sebelumnya terluka parah. Setelah ditelusuri, obat mujarab untuk menyembuhkan luka luar maupun dalam akibat tembakan maupun goresan senjata tajam adalah binahong. Seluruh bagian tanaman menjalar ini berkasiat, mulai dari akar, batang dan daunnya.  
          Pemanfaatanya bisa direbus atau dimakan sebagai lalapan untuk daunnya. Tanaman ini tumbuh merambat. Sering digunakan sebagai gendola atau gapura yang melingkar di atas jalan taman. Ada yang menamainya binahong dan berasal dari Korea. Namun tanaman ini sebenarnya sudah lama ada di Indonesia dan biasa disebut gendola (Basella rubra Linn). Kasiat Utama yaitu mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, melahirkan, khitan, segala luka-luka dalam, radang usus, melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah. 

C. Kandungan dan Efek Farmakologis Binahong 

           Menurut Yellia Mangan dalam bukunya yang berjudul Solusi Sehat Mencegah dan Mengatasi Kanker (2009 : 56), Kandungan tanaman binahong masih belum banyak diketahui. Namun berdasarkan manfaat dan efek farmakologisnya jika dikonsumsi, binahong diduga memiliki kandungan antioksidan dan antivirus yang cukup tinggi. Setiap tanaman akan memproduksi bermacam-macam senyawa kimia untuk tujuan tertentu. Senyawa kimia ini lebih banyak fungsinya untuk bersaing dengan mahluk hidup lainnya. Senyawa ini disebut dengan metabolit sekunder. Untuk mengungkapkan ada apa dibalik khasiat tanaman binahong maka perlu dilakukan penelitian lebih jauh mengenai kandungan senyawa aktif. Dari hasil penelitian pendahuluan Universitas Gadjah Mada, dinyatakan bahwa pada kultur in vitro daun binahong terkandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin. 
           Kandungan kimia, Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, kemampuan binahong untuk 14 menyembuhkan berbagai jenis penyakit ini berkaitan erat dengan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya seperti flavonoid. Flavonoid dapat berperan langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik. Alkaloid memiliki aktivitas hipoglikemik. Senyawa terpenoid adalah senyawa hidrokarbon isometric membantu tubuh dalam proses sintesa organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Sedangkan saponin dapat menurunkan kolesterol, mempunyai sifat sebagai antioksidan, antivirus dan anti karsinogenik dan manipulator fermentasi rumen. Berdasarkan penelitian, binahong sangat baik untuk revitalisasi kulit, memberi stamina ekstra, melancarkan peredaran darah, mencegah stroke, dan asam urat. Selain itu, mengkonsumsi binahong mampu meningkatkan vitalitas pria, mengatasi pembengkakan dan pembekuan darah, memulihkan kondisi lemah, dan menyembuhkan luka.

D. Inovasi atau Harapan 

           Harapan saya semoga dengan adanya tanaman binahong ini para masyarakat Indonesia bisa mengolahnya dalam bentuk yang lebih komersil sehingga bisa di nikmati oleh semua orang. Mungkin bisa diolah sebagai manisan atau mungkin juga es krim dengan kandungan binahong.
 

Kamis, 23 Februari 2012

LAPORAN PEMAGANGAN PART 3











2. Pegagan (Centella asiatica, (Linn), Urb.)

          Terna liar, terdapat di seluruh Indonesia, berasal dari Asia tropik. Menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh, seperti di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya. Kadang-kadang ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran (sebagai lalab), terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Pegagan merupakan terna menahun tanpa batang, tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 cm - 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, bertangkai panjang sekitar 5 cm - 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi atau beringgit, dengan penampang 1 cm - 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 - 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunga berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Tangkai bunga 5 mm - 50 mm. Buah kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 - 2,5 mm, memiliki bau yang wangi dan rasanya agak pahit.





A. Pembudidayaan Tanaman Pegagan (Centella asiatica, (Linn), Urb.) 


     a. PerbanyakanKetinggian tempat optimum untuk tanaman ini adalah 200 – 800 m dpl. Di atas 1.000 m dpl. Produksi dan mutunya akan menjadi lebih rendah. Tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik hampir pada semua jenis tanah lahan kering. Pada jenis tanah Latosol dengan kandungan liat sedang tanaman ini tumbuh subur dan kandungan bahan aktifnya cukup baik.Pegagan tidak tahan terhadap tempat yang terlalu kering, karena sistim perakarannya yang dangkal. Oleh karena itu faktor iklim yang penting dalam pengembangan pegagan adalah curah hujan. Apabila pegagan ditanam pada musim kemarau dan tanaman mengalami kekurangan air, maka perlu dilakukan penyiraman. Tanaman ini akan tumbuh baik dengan intensitas cahaya 30 – 40 %, sehingga dapat dikembangkan sebagai tanaman sela (semusim maupun tahunan), misalnya di antara tanaman jagung, kelapa, kelapa sawit, buah-buahan yang tidak terlalu rindang. Di tempat dengan naungan yang cukup, helaian daun pegagan menjadi lebih besar dan tebal dibanding apabila tanaman tumbuh di tempat terbuka. Sedangkan pada tempat-tempat yang kurang cahaya, helaian daun akan menipis dan warna daun akan memucat. 
     b. Penanaman, pemeliharaan dan kendala yang dihadapiPenanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pengolahan tanah dilakukan sedalam 30 cm, digemburkan dan dibersihkan dari gulma dan ranting-ranting, lalu dibuat bedengan dan saluran drainase, untuk mencegah terjadinya genangan di lahan. Penanaman dilakukan pada bedengan yang telah disiapkan dengan jarak tanam antar baris 20 - 30 cm, dan dalam baris 20 – 25 cm.Pemupukan sebaiknya dilakukan seminggu sebelum tanam diberikan pupuk dasar terdiri dari 10 - 20 ton pupuk kandang, 150 – 200 kg SP36 dan 150 – 200 kg KCl per hektar. Pada umur 1, 2 dan 3 bulan setelah tanam dipupuk sepertiga bagian pupuk Urea dengan dosis 150 – 300 kg/hektar. Selain itu untuk meningkatkan kandungan bahan aktifnya, dapat ditambahkan pupuk daun, dengan dosis sesuai anjuran dari produk yang digunakan.Sampai saat ini pada budidaya tanaman ini, yang perlu mendapat perhatian adalah tumbuhnya gulma, hama maupun penyakit. Pada saat musim kemarau yang berkepanjangan harus dilakukan penyiraman, atau untuk mengatasi kondisi tersebut, dapat dilakukan penanaman tanaman peneduh sejak awal tanam. Tetapi apabila tanaman naungan terlalu rindang harus dilakukan pemangkasan. 
     c. Panen Panen biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 3 – 4 bulan, dengan cara memangkas bagian daun dan batangnya. Selang pemanenan dengan panen selanjutnya sekitar dua bulan. 
B. Manfaat Pegagan (Centella asiatica, (Linn), Urb.) 
          Tanaman obat Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, anti spasma, anti inflamasi, hipotensif, insektisida, anti alergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises dan salah urat, meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh, serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU Dr. Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah. Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut. 
C. Kandungan 
          Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoisde, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral ( seperti garam kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi), zat pahit vellarine dan zat samak. Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam berbagai aktivitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside berperan dan senyawaan sejenis juga berkhasiat anti lepra (kusta). Secara umum, pegagan berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya.Banyaknya manfaat tanaman ini nampaknya berkaitan dengan banyaknya komponen minyak atsiri seperti sitronelal, linalool, neral, menthol, dan linalil asetat. Dengan adanya komponen tersebut dalam minyak atsiri pegagan, tanaman ini memiliki potensi sebagai sumber bahan pengobatan terhadap anti penyakit yang disebabkan tujuh jenis bakteri Rhizobacter spharoides, Escherichia coli, Plasmodium vulgaris, Micrococcus luteus, Baccillus subtilis, Entero aerogenes dan Staphyllococcus aureus. 
D. Inovasi atau Harapan
        Semoga tanaman pegagan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa, terutama sebagai peningkat kecerdasan masyarakat yang terkait pada fungsi pegagan sebagai penguat memory otak. 
3. Lidah buaya (Aloe vera) 
       Lidah buaya (Indonesia), jadam (Malaysia), crocodile tongue (Inggris) merupakan tanaman sukulen berbentuk roset (seperti bunga rose) dengan tinggi 30 - 60 cm dan diameter tajuk 60 cm atau lebih (McVicar, 1994). Daunnya berdaging, kaku, lancip (lanceolate) dengan warna daun hijau keabu-abuan dan memiliki bercak putih (Evans,1993). Pada bagian pinggir daun terdapat duri-duri kecil berwarna hijau muda (Briggs dan Calvin, 1987).Tanaman lidah buaya memiliki batang yang tertutup oleh pelepah daun dan sebagian lagi tertimbun oleh tanah. Dari batang tersebut akan muncul tunas-tunas baru yang selanjutnya menjadi anakan (Sudarto, 1997). Di daerah subtropik, tanaman ini akan berbunga pada akhir musim dingin dan musim semi (McVicar, 1994). Bunga berbentuk seperti lonceng berwarna kuning atau orange berukuran kira-kira 2,5 cm dan tumbuh diatas tangkai bunga (raceme) yang tingginya mencapai 1 meter (Briggs dan Calvin, 1987; McVicar, 1994). 





A. Pembudidayaan Tanaman Lidah buaya (Aloe vera) 

  
     a. Syarat Tumbuh
        Sebelum melakukan budidaya tanaman lidah buaya dilakukan penyiapan lahan untuk budidaya. Lahan disiapkan dalam keadaan telah dibajak dan di gemburkan terlebih dahulu kemudian di buat saluran drinase dan bedengan. Bendengan dibuat dengan ukuran 1 x 2 meter dan tinggi 30-40 cm dan panjang di sesuaikan dengan kondisi lahan. Budidaya tanaman lidah buaya dimulai dengan melakukan pembibitan terlebih dahulu, pembibitan dilakukan cara vegetatif, bibit diambil dari tanaman induk berupa anakan dengan jalan dicongkel dan diusahakan agar akarnya tidak putus. Anakan yang telah didapatkan ditanam dalam polibag. Lama pembibitan adalah 3-5 bulan. Setelah masa pembibitan barulah bisa ditanam diareal pembudidayaan. Bibit tanaman lidah buaya ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. Pada waktu penamanan diusahakan agar tanaman lidah buaya tidak berhimpitan agar daun tidak patah. 
     b. Pemeliharaan dan panen
        Pemeliharaan tanaman lidah buaya dilakukan dengan cara memasukan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 2-5 kg pada waktu 1-2 minggu sebelum ditanam. Kemudian setelah pasca tanam dapat diberikan pupuk Urea dan Furadan. Lidah buaya sudah dapat dipanen pada umur 12-8 bulan setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan setiap bulan. Pasca panen, pelepah lidah buaya di bawa ke tempat penyortiran. Setelah disortir kemudian dibungkus dan selanjutnya dibawa ke tempat pemerosesan lebih lanjut. 
B. Manfaat Lidah buaya (Aloe vera) 
          Khasiat dari tanaman lidah buaya ini antara lain ialah menyembuhkan luka bakar dan merangsang regenerasi kulit (McVicar, 1994). Sudarto (1997), menambahkan bahwa khasiat lidah buaya yang lain adalah menyembuhkan memar, bisul, menguatkan dan menyuburkan rambut, menghaluskan kulit, obat mata, membersihkan gigi, mengeluarkan cacing (antelmintik), mengeluarkan dahak (ekspektoran) dan menyembuhkan batuk. Bagian dari tanaman ini yang dimanfaatkan sebagai bahan obat dan kosmetik adalah bagian daunnya yang berdaging. Daun lidah buaya mengandung getah dan daging buah. Getah pada daun mengandung aloin berupa barbaloin (sejenis glikosid antrakinan) dan daun yang berisi pulp (gel) mengandung asam trisofan, glukomanan, asam amino dan vitamin serta mineral (Suseno, 1993). Kekayaannya akan bahan yang dapat berfungsi sebagai bahan kosmetik, obat dan pelengkap gizi menjadikan lidah buaya sebagai tanaman ajaib, konon tidak ada tanaman lain yang menguntungkan kesehatan selengkap yang dimiliki tumbuhan ini. Disamping itu ada kelebihan lain yang dimiliki yaitu kemampuannya untuk meresap dalam jaringan kulit. 
C.Kandungan 





D. Inovasi atau Harapan 


       Semoga dengan adanya tanaman lidah buaya (Aloe vera) ini dapat menyelamatkan manusia dari keracunan serta dari bakteri – bakteri yang membahayakan dan juga dapat mengurangi kebotakan.

Selasa, 14 Februari 2012

LAPORAN PEMAGANGAN PART 2







BAB IITINJAUAN PUSTAKA 

           Indonesia sebagai negara beriklim tropis, mempunyai tanaman obat yang sangat beragam, sehingga tradisi penggunaan tanaman obat sudah ada dari nenek moyang yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, baik penyakit dalam maupun penyakit luar. Secara umum yang dimaksud dengan obat tradisional atau herbal adalah ramuan dari tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat yang diketahui dari penuturan orang-orang tua atau pengalaman. 
           Umumnya masyarakat memanfaatkan bahan-bahan asal tanaman obat masih dalam keadaan segar, maupun yang sudah dikeringkan sehingga dapat disimpan lama yang disebut dengan simplisia (Agus & Jacob, 1992 dalam Mumpuni, 2004). Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dari pada obat modern (Lusia, 2006). 
           Kelebihan pengobatan dengan menggunakan ramuan tumbuhan secara tradisional tersebut disamping tidak menimbulkan efek samping, juga ramuan tumbuh-tumbuhan tertentu mudah didapat di sekitar pekarangan rumah, dan mudah dibuat. Proses pengolahan obat tradisional pada umumnya sangat sederhana, diantaranya ada yang diseduh dengan air, dibuat bubuk kemudian dilarutkan dalam air, ada pula yang diambil sarinya; cara pengobatan pada umumnya dilakukan peroral (diminum) (Pudjarwoto et al, 1992). 
           Tanaman obat di Indonesia terdiri dari beragam spesies yang kadang kala sulit untuk dibedakan satu dengan yang lain. Komponen aktif yang terdapat pada tanaman obat yang menentukan tercapai atau tidaknya efek terapi yang diinginkan (Lusia, 2006). Berikut adalah beberapa tanaman herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan secara tradisional antara lain : 

           1. Kenanga (Canangium odoratum) 
          Tanaman kenanga (Canangium odoratum) termasuk keluarga Anonaceae (kenanga-kenangaan). Pada umumnya berbatang besar sampai diameter 70 cm dengan tinggi mencapai 25 meter lebih. Meski begitu, juga bisa digunakan sebagai tanaman hias dalam pot, dengan ketinggian maksimal 3 meter dan bertajuk lebar. Daunnya tunggal setangkai, berbentuk bulat telur atau bulat telur memanjang, dengan pangkal daun mirip jantung dan ujung daun runcing. Panjang daun mencapai 10 – 23 cm, dan lebar 4,5 – 14 cm.  
          Penampilannya memang menarik. Bunganya berbentuk “bintang” majemuk, pendek, menggantung dan berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi kuning setelah masak. Bunganya memancarkan aroma harum. Bunga itu muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon, dengan susunan yang khas. Mahkota bunga umumnya berjumlah 6, namun terkadang berjumlah 8 atau 9, berdaging, terlepas satu sama lainnya, dan tersusun dalam 2 lingkaran yang masing-masing biasanya berjumlah 3. Benang sarinya banyak, dan ruang tempat sari berhubungan terdapat di ujung tangkai sari, berbentuk memanjang dan tertutup, berwarna cokelat muda. Jumlah bakal buah sekitar 7 – 15. Kepala putik berbentuk tombol. Buah berbentuk bulat telur terbalik, panjang dua cm, berdaging tebal, berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi hitam setelah tua. Lazimnya, buah mengelompok sekitar 6 – 10 buah pada satu tangkai utama. Biji kenanga sekitar 8 – 12 per buah tersusun dalam dua baris, berbentuk bundar, pipih, berkulit keras dan warnanya cokelat. 





 

      1. Pembudidayaan Tanaman Kenanga 
          a. Perbanyakan 
              Kenanga bisa diperbanyak secara generative. Namun, perbanyakan secara generative masih sulit dilakukan, baik dengan cangkokan, okulasi maupun kultur jaringan. Benih kenanga tidak dapat disimpan dalam suasana kering. Pada kadar air 4 - 5% benih hanya dapat disimpan 3 – 4 hari. Pada kadar air diatas 50% dapat disimpan selama 1 – 2 minggu. Dengan sifat yang demikian, benih kenanga dapat dikategorikan ke dalam benih rekaisitran. 
               Benih kenanga dapat tumbuh dalam kisaran suhu 20 – 30oC, dengan terobosan sinar di atas 10%. Pada kondisi lingkungan yang optimal, benih kenanga dapat tumbuh setelah 3 – 4 minggu setelah penyemaian. 

          b. Pembibitan 
               Apabila tanaman ditanam secara monokultur, jarak tanam kenanga berkisar antara 5 – 7 m. dan lubang tanam disiapkan kira – kira sebulan sebelum ditanam yaitu dengan ukuran minimal 40, 40, 40 cm3. Dua minggu sebelum ditanam, lubang tanam ditutup, dan sebaiknya di beri pupuk kandang 5 – 10 kg tiap lubang. Untuk melilndungi bibit yang baru ditanam, pada setiap lubang tanaman disediakan naungan sementara. 

          c. Pemeliharaan 
          Pada tahun pertama setelah penanaman, perlu diusahakan agar disekitar tanaman bebas gulma terutama yang berbentuk semak. Pada tanah yang kosong bisa diisi tanaman misalnya tanaman semusim atau tanaman penutup tanah.
            Untuk pertumbuhan yang baik, tanaman memerlukan pupuk terutama menjelang berbunga. Dosis dan macam pupuk anjuran penelitian masih belum ada, begitu pula pengalaman petani. Mengingat produk utama adalah bunga, yang umumnya dipannen 2 kali setahun, maka diperkirakan diperlukan dosis pupuk yang cukup tinggi. Tetapi karena memiliki perakaran yang kuat dan cukup dalam, diperkirakan dosis pupuk lebih rendah. Untuk menjaga agar tanaman berproduksi normal, diperlukan pemupukan sekitar 1 – 2 kg NPK (Urea,TSP dan ZK) setiap pohon.

          d. Panen 
            Tanaman kenanga paling cepat berbunga sekitar 2 atau 5 tahun atau bisa juga dipanen ketika pangkal dari bunga menunjukkan warna kekuningan. Bunga yang dipanen pada akhir musim kemarau dapat menghasilkan mutu minyak atsiri terbaik. Untuk mutu terbaik bunga dipanen harus benar – benar tua atau matang yaitu warnaya kuning tua. Dan kandungan minyak atsiri tertinggi terdapat pada malam hari sedangkan pada siang hari kandungan minyak atsiri akan menurun, sehingga bisa mengurangi kualitas minyak atsiri. Oleh karena itu panen bunga hendaknya dilakukan sepagi mungkin dan tidak melebihi pukul 9 pagi . 

      2. Kendala dan cara penanganannya 
         Gangguan utama Dalam tanaman ini adalah serangan ulat pemakan daun (Maenas maculfasciee WLK) bersifat poliphagus dan menyerang pada musim hujan. Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara mekanik atau fisik, secara biologis maupun secara kimia. Pengendalian secara mekanik atau fisik dilakukan dengan cara membakar atau membunuh langsung larva yang terkumpul batang. Tindakan selanjutnya adalah dengan sanitasi di sekitar areal tanaman di sarang, di rumput dan disisa – sisa sampah. Dengan demikian pupa yang beredar disekitar tanah dapat dieradikasi. 
        Pengendalian secara biologis dapat dilakukan dengan cara parasit dari ordo dipetra serta bakteri yang menyerang larva Maenas maculfasciee. Sedangkan pengendalian secara kimiawi dengan menggunakkan Azodrin 15 WSC yang diaplikasikan secara sistemik (infus) dan langsung disemprotkan pada tanaman yang terserang dengan dosis 2ml/l. selanjutnya dari hasil penelitian diketahui bahwa Atabron 50 EC, dan Dursban 20 EC pada konsentrasi 0,5 ml/l cukup untuk membunuh larva instar ketiga. 

      3. Manfaat kenanga (Cananga odoratuum)
       Para wanita Thailand, wanita Malaysia (dan juga wanita Bali) banyak memanfatkan bunga kenanga segar untuk mengharumkan rambut, pakaian dan tempat tidur mereka. Bahkan dalam tradisi Jawa, kenanga sering hadir pada berbagai upacara atau kebudayaan adat. Misalnya, bersama bunga melati dan mawar, disebut “bunga setaman”, yang dipakai sebagai bunga tabur pada waktu ziarah ke makam. Selain itu, masyarakat Jawa juga mengolah kenanga menjadi minyak rambut, yang lebih populer disebut leno cemceman.
         Ada juga yang memanfatkan kenanga sebagai bahan campuran tembakau, agar beraroma harum. Tak kalah menarik, orang-orang Banyumas (Jawa Tengah) terbiasa memanfaatkan ekstrak bunga kenanga untuk menyembuhkan serangan penyakit malaria. Dengan caranya, mengeringkan 3 kuntum bunga kenanga, disedu dengan segelas air panas, dan kemudian ditutup rapat, lalu disaring selanjutnya diminum secara teratur. 

     4. Kandungan 
      Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak bunga kenanga juga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol. 

     5. Inovasi atau Harapan 
        Harapan saya semoga bunga kenanga ini bisa menjadi peluang usaha bagi para petani atau pebisnis atau bahkan bagi masyarakat luas guna dapat memajukan perekonomian tanah air dan mengurangi kemiskinan. Di samping perolehan, penanaman dan perawatannya yang cukup mudah, bunga kenanga juga banyak berkhasiat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit. 

Minggu, 12 Februari 2012

LAPORAN PEMAGANGAN PART 1







BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
          Pemagangan merupakan salah satu mata kuliah yang ada di jurusan Pendidikan Biologi, yang bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang terampil dan siap terjun dimasyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari pemagangan. Pemagangan atau disebut juga Praktik Kerja Lapang (PKL). Pemagangan ini akan kami laksanakan di EWID BRAIN ENERGY Pondok Blimbing Indah Malang. 
            EWID BRAIN ENERGY adalah salah satu bentuk Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang bergerak dibidang pengolahan tanaman herbal, ada beberapa bidang yang menjadi konsentrasi kerjanya, diantaranya adalah herbal, akupreisure, SPA, landscape, makanan dan minuman organic serta instruktur pertanian. Berdasarkan hal di atas, maka kami selaku mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi akan mengadakan kegiatan pemagangan dibidang biologi, khususnya pada pengolahan tanaman herbal dengan tema kasus penyakit kulit. 
          Adapun yang menjadi alasan pemilihan pemagangan di EWID BRAIN ENERGY adalah untuk mengetahui cara-cara bagamana pengolahan tanaman herbal itu sendiri serta bagaimana cara mendiagnosa dan menganalisis suatu penyakit khususnya pada penyakit kulit. Selain itu juga, pengolahan herbal ini sebagai aplikasi ilmu yang telah kami peroleh dari mata kuliah Fitofarmaka khususnya dalam hal pengolahan tanaman herbal.
          Berdasarkan hal tersebut, kami berharap supaya kegiatan pemagangan ini dapat dilaksanakan di EWID BRAIN ENERGY dibidang pengolahan tanaman herbal.Kegiatan pemagangan ini diharapkan memberi manfaat bagi mahasiswa, untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta informasi yang lebih luas tentang proses pengolahan tanaman herbal dan bagaimana cara menangani baik itu menganalisis maupun mendiagnosa suatu penyakit khususnya pada penyakit kulit. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengetahui karakteristik penyakit kulit yang biasa menyerang pada manusia. Sehingga, dengan adanya terapi penyakit kulit pada manusia diharapkan nantinya akan menghasilkan produksi obat herbal yang berkualitas, bermutu tinggi, dan bernilai jual tinggi. 
          Semoga semua manfaat yang diperoleh dari pemagangan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi mahasiswa yang telah lulus dari bangku kuliah untuk membuka peluang usaha. 

1.2 Tujuan 
1.2.1 Tujuan Pemagangan Pelaksanaan pemagangan memiliki beberapa tujuan, yaitu: 
          1.2.1.1 Pendidikan  
  • Mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi mengenai pengolahan obat herbal, cara menganalisis dan usaha mendiagnosa dari suatu penyakit, khususnya penyakit kulit pada manusia. 
  • Mahasiswa dapat menambah wawasan mengenai obat herbal apa saja yang dapat menyembuhkan penyakit kulit pada manusia itu sendiri. 
          1.2.1.2 Penelitian 
  • Mahasiswa diharapkan mampu memberikan sumbangan informasi tentang pengolahan obat herbal dan terapi khusus penyakit kulit pada manusia. 
  • Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami obat herbal apa saja yang dapat menyembuhkan penyakit kulit pada manusia itu sendiri. 
          1.2.1.3 Pengabdian 
  • Melalui pemagangan ini, mahasiswa diharapkan selalu ikut serta dalam melakukan berbagai jenis kegiatan ditempat pemagangan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan tentang proses pengolahan tanaman herbal dan terapi penyakit khususnya penyakit kulit. 
1.3 Manfaat Pemagangan 
1.3.1 Manfaat bagi mahasiswa
  • Melalui pemagangan ini mahasiswa dapat menambah wawasan, ilmu pengetahuan, serta pengalaman tentang tahapan-tahapan dan proses pengolahan tanaman herbal, juga terapi penyakit khususnya penyakit kulit. Harapannya, wawasan dan pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi mahasiswa untuk membuka lapangan pekerjaan ketika kegiatan pemagangan sudah berakhir. 
1.3.2 Manfaat bagi lokasi tempat pemagangan 
  • Membantu lokasi pemagangan dalam proses pengolahan tanaman herbal dan terapi penyakit khususnya pada penyakit kulit.