Pendidikan Lampost : Selasa, 22 Februari 2011
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Lampung, Yayasan Nusantara Tulangbawang membuka SMK Kesehatan Mitra Husada. SMK ini merupakan satu-satunya SMK Kesehatan yang ada di Lampung.
Ketua Yayasan Nusantara Tulangbawang Sutarno mengatakan SMK-nya menyiapkan tenaga yang memiliki kompetensi keahlian di bidang keperawatan, farmasi, keperawatan analisis, dan keperawatan gigi.
"Sekolah ini sudah dua tahun berdiri. Kami berharap melalui sekolah ini bisa memberikan kosntribusi positif terhadap pembangunan kesehatan di Lampung, khususnya Kabupaten Tulangbawang," kata Sutarno, di Bandar Lampung, Senin (21-4).
Terkait dengan dugaan pungutan liar (pungli) yang merebak belakangan ini, menurut Sutarno, berita itu sama sekali tidak benar.
"Tidak benar kalau sekolah kami mengadakan pungutan liar terkait biaya praktek medis Rp375 ribu dan biaya OSIS/Pramuka Rp250 ribu. Semua biaya itu kami tarik atas persetujuan siswa dan dicantumkan dalam brosus penerimaan siswa baru," kata dia.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar masyarakat bisa menyikapi pemberitaan yang menurutnya tidak benar tersebut.
"Kami juga terus berusaha memberi yang terbaik termasuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lulusan kami memiliki kompetensi," kata dia. (UNI/S-1)
Tampilkan postingan dengan label Kompetensi Siswa SMK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetensi Siswa SMK. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Februari 2011
Jumat, 11 Februari 2011
SMKN 4 Juara LKS Kota

Pendidikan Lampost : Kamis, 10 Februari 2011
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Siswa SMKN 4 Bandar Lampung memborong juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) untuk bidang manajemen dan pariwisata. Sekolah ini memborong empat kategori lomba, yakni administrasi perkantoran atas nama Ibtihad Alhawa, pemasaran (Linda Permata Sari), usaha perjalanan wisata (Ahmad Tubagus Yahya), dan akuntansi (Viana Maria Ursula).

Kepala SMKN 4 Bandar Lampung Septiyana mendampingi para siswanya, Rabu (9-2), mengatakan siswanya saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti LKS tingkat provinsi.
"Namun, kami masih menunggu pengumuman dari Dinas Pendidikan provinsi kapan lombanya akan digelar," ujarnya.

Menurut Septiyana, berbagai persiapan dilakukan siswa untuk bisa memenangkan LKS yang merupakan agenda tahunan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung tersebut. LKS untuk tingkat Kota Bandar Lampung tahun ini digelar di SMK 2 Mei Bandar Lampung pada 7—9 Februari lalu.
"Kami memang menyiapkan siswa sejak jauh-jauh hari, sebab ini sudah menjadi agenda tahunan," kata Septi.
Sementara itu, para siswa mengatakan mereka segera mempersiapkan diri mengikuti lomba di tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Sebab, untuk kategori usaha perjalanan wisata, Ahmad Tubagus Yahya merupakan wakil Lampung yang akan berlomba di tingkat nasional.
"Saya mengevaluasi diri bersama para pembimbing. Saya juga mencatat berbagai masukan dari dewan juri untuk memperbaiki diri. Sebab, dalam lomba tingkat nasional mendatang, lawan-lawannya pasti lebih baik," kata Tubagus yang mendapat nilai 100 untuk kategori ticketing ini.
Untuk kategori lomba usaha perjalanan wisata, ada empat bidang yang dilombakan, antara lain ticketing, guiding, dan menyusun paket tur. Menurut dia, masukan dewan juri saat dia mempresentasi adalah body language saat menjadi guide yang masih kurang bagus.
"Ini yang akan saya perbaiki agar hasil pada lomba tingkat nasional nanti memuaskan," ujarnya.
Sementara itu, Viana mengatakan untuk kategori akuntansi, dia akan terus memperbaiki diri dalam berbagai bidang yang dilombakan, seperti presentasi dan kecepatan menghitung.
"Kami mencoba untuk melakukan yang terbaik agar mampu memberikan prestasi terbaik untuk Kota Bandar Lampung," kata Ibti yang memenangkan lomba kategori administrasi perkantoran. (UNI/S-1)
Kamis, 10 Februari 2011
82 Siswa SMK ikuti LKS
Pendidikan Lampost : Selasa, 8 Februari 2011
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak 82 siswa dari 41 SMK se-Bandar Lampung mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2011, Senin (7-2).
Sekretaris Kegiatan Maryadi Saputra mengatakan lomba ini adalah event tahunan yang diselenggarakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Bandar Lampung sejak 1996.
"Kegiatan ini sebagai ajang pendidikan dan peningkatan kompetensi siswa SMK se-Bandar Lampung. Melatih siswa lebih terampil dalam pembelajaran sesuai dengan bidangnya. Melatih sikap sportif dalam iklim kompetitif dan meningkatkan kekeluargaan antarsiswa SMK," kata dia.
Ia menjelaskan peserta yang mengikuti LKS adalah siswa SMK negeri maupun swasta terbaik, yang merupakan perwakilan dari setiap sekolah dengan satu sekolah satu siswa satu pembimbing untuk satu cabang keahlian yang dilombakan.
Sementara untuk format kompetisi yang dipertandingkan, ia mengatakan meliputi teori dan praktek pada bidang keahlian, dengan sistem penilaian nilai tertinggi. Setiap siswa membawa perangkat dan peralatan, termasuk komputer dari sekolah masing-masing.
Perlombaan meliputi kelompok bisnis dan manajemen, kelompok teknologi dan kelompok pariwisata. Bertempat di SMKN 3, SMKN 2, SMK 2 Mei, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, dan SMK Krida Wisata Bandar Lampung. Juara I pada setiap kelompok perlombaan akan menjadi wakil Bandar Lampung pada ajang serupa tingkat provinsi.
"Agar pertandingan berlangsung sportif dan objektif, kami menggunakan juri dari praktisi. Sebanyak 18 stakeholder kami libatkan sebagai juri, di antaranya Ikatan Sekretaris Lampung, Supermarket Chandra, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Polinela, Unila, Daihatsu, Suzuki, Hotel Sheraton, dan Bengkel Berkah Kedaton. (MG14/S-1)
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebanyak 82 siswa dari 41 SMK se-Bandar Lampung mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2011, Senin (7-2).
Sekretaris Kegiatan Maryadi Saputra mengatakan lomba ini adalah event tahunan yang diselenggarakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Bandar Lampung sejak 1996.
"Kegiatan ini sebagai ajang pendidikan dan peningkatan kompetensi siswa SMK se-Bandar Lampung. Melatih siswa lebih terampil dalam pembelajaran sesuai dengan bidangnya. Melatih sikap sportif dalam iklim kompetitif dan meningkatkan kekeluargaan antarsiswa SMK," kata dia.
Ia menjelaskan peserta yang mengikuti LKS adalah siswa SMK negeri maupun swasta terbaik, yang merupakan perwakilan dari setiap sekolah dengan satu sekolah satu siswa satu pembimbing untuk satu cabang keahlian yang dilombakan.
Sementara untuk format kompetisi yang dipertandingkan, ia mengatakan meliputi teori dan praktek pada bidang keahlian, dengan sistem penilaian nilai tertinggi. Setiap siswa membawa perangkat dan peralatan, termasuk komputer dari sekolah masing-masing.
Perlombaan meliputi kelompok bisnis dan manajemen, kelompok teknologi dan kelompok pariwisata. Bertempat di SMKN 3, SMKN 2, SMK 2 Mei, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, dan SMK Krida Wisata Bandar Lampung. Juara I pada setiap kelompok perlombaan akan menjadi wakil Bandar Lampung pada ajang serupa tingkat provinsi.
"Agar pertandingan berlangsung sportif dan objektif, kami menggunakan juri dari praktisi. Sebanyak 18 stakeholder kami libatkan sebagai juri, di antaranya Ikatan Sekretaris Lampung, Supermarket Chandra, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Polinela, Unila, Daihatsu, Suzuki, Hotel Sheraton, dan Bengkel Berkah Kedaton. (MG14/S-1)
Rabu, 26 Januari 2011
Saatnya SMK Maju
Bintang Pelajar Lampost : Selasa, 25 Januari 2011
DI era globalisasi, perlu keahlian dan keterampilan hidup untuk bersaing di dunia kerja. Untuk itulah kita perlu selektif memilih sekolah. Nah, salah satu pilihan yang cukup selektif adalah memilih sekolah menengah kejuruan (SMK). Mengapa?
SMK merupakan institusi pendidikan yang bertujuan mendidik dan melatih serta memproduksi bibit-bibit siap kerja atau siap saing.
Apa keunggulan SMK dibandingkan intitusi pendidikan lain? Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 1 Seputihagung, Lampung Tengah, Widiyanto mengatakan SMK memiliki banyak kelebihan, di antaranya pelajaran yang diberikan lebih banyak. Di SMK, siswa tidak hanya belajar pelajaran umum, seperti Fisika, Matematika, Biologi, Ekonomi, PPKn, dan lainnya, tapi juga memperdalam keahlian tertentu. Penguasaan keahlian dan keterampilan ini disesuaikan dengan jurusan yang dipilih siswa, misalnya teknik mesin, teknik otomotif, tata boga, dan lainnya. Karena itu, dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi dari siswa kalau ingin lulus dengan predikat yang baik. Penguasaan keahlian dan kedisiplinan yang tinggi menjadi modal bagi siswa untuk bersaing menghadapi kerasnya persaingan di dunia kerja.
Untuk ujian kelulusan, misalnya, siswa SMK tidak hanya harus lulus ujian nasional (UN), tapi juga harus lulus ujian kompetensi keahlian sesuai jurusan masing-masing. Kompetensi keahlian ini juga tidak main-main, SMK bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk menguji dan menetapkan standar keahlian nasional.
"Inilah kelebihan sekolah di SMK, siswa tidak hanya mempelajari pengetahuan umum, tetapi juga di latih untuk menguasai keterampilan dan keahlian khusus," kata Widiyanto. Sehingga, ketika siswa lulus, mereka sudah siang kerja dan siap pakai.
Menyadari keunggulan sekolah kejuruan ini, Presiden SBY mencanangkan program SMK untuk kemajuan bangsa. Dengan jumlah populasi manusia yang terus meningkat setiap tahunnya dan dengan posisi ke-4 penduduk terpadat di dunia, pemerintah ditantang untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyak. Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah kejuruan. Pemerintah menggalakkan program 70% SMK dan 30% SMA.
Nah dengan kelebihan SMK dibanding sekolah lain, tentu kita bisa lebih selektif memilih jalan kita kelak. Ayo ke SMK!
DI era globalisasi, perlu keahlian dan keterampilan hidup untuk bersaing di dunia kerja. Untuk itulah kita perlu selektif memilih sekolah. Nah, salah satu pilihan yang cukup selektif adalah memilih sekolah menengah kejuruan (SMK). Mengapa?
SMK merupakan institusi pendidikan yang bertujuan mendidik dan melatih serta memproduksi bibit-bibit siap kerja atau siap saing.
Apa keunggulan SMK dibandingkan intitusi pendidikan lain? Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 1 Seputihagung, Lampung Tengah, Widiyanto mengatakan SMK memiliki banyak kelebihan, di antaranya pelajaran yang diberikan lebih banyak. Di SMK, siswa tidak hanya belajar pelajaran umum, seperti Fisika, Matematika, Biologi, Ekonomi, PPKn, dan lainnya, tapi juga memperdalam keahlian tertentu. Penguasaan keahlian dan keterampilan ini disesuaikan dengan jurusan yang dipilih siswa, misalnya teknik mesin, teknik otomotif, tata boga, dan lainnya. Karena itu, dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi dari siswa kalau ingin lulus dengan predikat yang baik. Penguasaan keahlian dan kedisiplinan yang tinggi menjadi modal bagi siswa untuk bersaing menghadapi kerasnya persaingan di dunia kerja.
Untuk ujian kelulusan, misalnya, siswa SMK tidak hanya harus lulus ujian nasional (UN), tapi juga harus lulus ujian kompetensi keahlian sesuai jurusan masing-masing. Kompetensi keahlian ini juga tidak main-main, SMK bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk menguji dan menetapkan standar keahlian nasional.
"Inilah kelebihan sekolah di SMK, siswa tidak hanya mempelajari pengetahuan umum, tetapi juga di latih untuk menguasai keterampilan dan keahlian khusus," kata Widiyanto. Sehingga, ketika siswa lulus, mereka sudah siang kerja dan siap pakai.
Menyadari keunggulan sekolah kejuruan ini, Presiden SBY mencanangkan program SMK untuk kemajuan bangsa. Dengan jumlah populasi manusia yang terus meningkat setiap tahunnya dan dengan posisi ke-4 penduduk terpadat di dunia, pemerintah ditantang untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyak. Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah kejuruan. Pemerintah menggalakkan program 70% SMK dan 30% SMA.
Nah dengan kelebihan SMK dibanding sekolah lain, tentu kita bisa lebih selektif memilih jalan kita kelak. Ayo ke SMK!
Langganan:
Postingan (Atom)