Tampilkan postingan dengan label APK/ APM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label APK/ APM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Februari 2011

Definisi, Rumus, Kreteria dan Kegunaan Indikator data Pendidikan

Data pendidikan yang disajikan berikut ini meliputi empat jenis yaitu Pemerataan, Mutu, Relevansi dan Evisiensi Internal serta dijabarkan dalam 37 indikator.



Data Pemerataan



a. Angka Partisipasi Kasar (APK)



Defenisi; Persentase jumlah siswa pada jenjang pendidikan tertentu dibandingkan dengan penduduk kelompok usia sekolah.



Rumus :



Jumlah siswa dijenjang pendidikan tertentu *)

APK = ------------------------------------------------------------ x 100 %

Jumlah penduduk kelompok usia tertentu



Keterangan :

*) Tingkat SD : kelompok usia 7 - 12 tahun

Tingkat SLTP : kelompok usia 13 - 15 tahun

Tingakt SM : kelompok usia 16 - 18 tahun



Kriteria; Makin tinggi APK berarti makin banyak anak usia sekolah yang bersekolah disuatu daerah, atau makin banyak anak usia di luar kelompok usia sekolah tertentu bersekolah di tingkat pendidikan tertentu. Nilainya APK bisa lebih besar dari 100% karena adanya sisiwa di luar usia sekolah, daerah kota, atau daerah perbatasan.

Kegunaan; Untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah disuatu jenjang pendidikan.



b. Angka Partisipasi Murni (APM)



Defenisi; Persentase jumlah siswa pada jenjang pendidikan tertentu dibandingkan dengan penduduk kelompok usia sekolah.



Rumus :



Jl. siswa kelpk usia sekolah dijenjang pendidikan tertentu *)

APM = ---------------------------------------------------------------- x 100 %

Jumlah penduduk kelompok usia tertentu



Keterangan :

*) Tingkat SD : kelompok usia 7 - 12 tahun

Tingkat SLTP : kelompok usia 13 - 15 tahun

Tingakt SM : kelompok usia 16 - 18 tahun



Kriteria; Makin tinggi APM berarti makin banyak anak usia sekolah yang bersekolah disuatu daerah, atau makin banyak anak usia di luar kelompok usia sekolah tertentu bersekolah di tingkat pendidikan tertentu. Nilainya APK bisa lebih besar dari 100% karena adanya sisiwa di luar usia sekolah, daerah kota, atau daerah perbatasan.

Kegunaan; Untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah disuatu jenjang pendidikan.



c. Perbandingan Antarjenjang Pendidikan (PAJ)



Defenisi; Persentase jumlah siswa pada jenjang pendidikan tertentu dibandingkan dengan penduduk kelompok usia sekolah.



Rumus :



Jumlah sekolah dijenjang pendidikan tertentu *)

PAJ = -----------------------------------------------------------------

Jumlah sekolah jenjang pendidikan lebih tinggi **)



Keterangan :

*) SD, SLTP

**) SLTP,ST



Kriteria; Makin tinggi nilai PAJ berarti makin besar kesenjangan antar sekolah jenjang pendidikan tertentu dengan yng lebih tinggi.

Kegunaan; Untuk mengetahui kurangnya jumlah sekolah pada jenjang yang lebih tinggi.



d. Rasio Siswa per Sekolah (R-S/S)



Defenisi; Perbandingan antar jumlah siswa dengan sekolah pada jenjang pendidikan tertentu.



Rumus :



Jumlah sekolah pada jenjang pendidikan tertentu *)

R-SS = -----------------------------------------------------------------------
Jumlah sekolah pada jenjang pendidikan tertentu *)



Ketengan :

*) SD, MI, SLTP, MTS, SMU, MA,SMK



Kriteria; Mendekati angka nasional.

Kegunaan; Untuk mengetahui rata-rata besarnya sekolah disuatu daerah



e. Rasio Siswa per Kelas (R-S/K)



Defenisi; Perbandingan antar jumlah siswa dengan kelas pada jenjang pendidikan tertentu.



Rumus :



Jumlah siswa pada jenjang pendidikan tertentu *)

R-SK = ---------------------------------------------------------------------

Jumlah kelas pada jenjang pendidikan tertentu *)



Keterangan

*) SD, MI, SLTP, MTS, SMU, MA,SMK



Kriteria; Mendekati angka nasional.

Kegunaan; Untuk mengetahui rata-rata besarnya kelas disuatu daerah



f. Rasio Siswa per Guru (R-S/G)



Defenisi; Perbandingan antar jumlah siswa dengan guru pada jenjang pendidikan tertentu.



Rumus :



Jumlah siswa pada jenjang pendidikan tertentu *)

R-SK = ---------------------------------------------------------------------------

Jumlah guru pada jenjang pendidikan tertentu *)



Keterangan :

*) SD, MI, SLTP, MTS, SMU, MA,SMK



Kriteria; Mendekati angka nasional.

Kegunaan; Untuk mengetahui rata-rata guru yang dapat melayani siswa disuatu sekolah



g. Rasio Kelas per Ruang Kelas (R-K/RK)



Defenisi; Perbandingan antar jumlah kelas dengan ruang kelas pada jenjang pendidikan tertentu.



Rumus :



Jumlah kelas pada jenjang pendidikan tertentu *)

R-KRK = -------------------------------------------------------------------

Jumlah ruang kelas pada jenjang pendidikan tertentu *)



Keterangan :

*) SD, MI, SLTP, MTS, SMU, MA,SMK



Kriteria; Nilai 1 berarti ruang kelas hanya digunakan sekali, kurang dari 1 berarti terdapat ruang kelas yang tidak digunakan, dan lebih dari 1 berarti terdapat ruang kelas yang digunakan lebih dari sekali.

Kegunaan; Untuk mengetahui kekurangan/kelebihan ruang kelas disuatu daerah



h. Rasio Kelas per Guru (R-K/G)



Defenisi; Perbandingan antar jumlah kelas dengan guru pada jenjang pendidikan tertentu.



Rumus :



Jumlah kelas pada jenjang pendidikan tertentu *)

R-KG = ---------------------------------------------------------------

Jumlah guru pada jenjang pendidikan tertentu *)



Keterangan :

*) SD, MI, SLTP, MTS, SMU, MA,SMK



Kriteria; Mendekati angka nasional.

Kegunaan; Untuk mengetahui kekurangan/kelebihan guru khususuntuk SD dan MI.



i. Angka Melanjutkan (AM)



Defenisi; Persentase jumlah lulusan yang melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.



Rumus :



Jumlah siswa baru tingkat I pada jenjang pendidikan tertentu *)

AM = ---------------------------------------------------------------------------------------

Jumlah lulusan pada pada jenjang pendidikan yg lebih rendah *)

tahun ajaran sebelumnya *)



Keterangan :

*) Tingkat SLTP dan Tingkat SM

**) Tingkat SD dan Tingkat SLTP



Kriteria; Makin tinggi angkanya makin baik. Idealnya = 100 % berarti semua lulusan dapat ditampung di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kegunaan; Untuk mengetahui banyaknya lulusan yang dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi atau daya serap sekolah yang lebih tinggi.



j. Tingkat Pelayanan Sekolah (TPS)



Defenisi; Banyaknya penduduk usia 7 - 12 tahun atau lulusan yang akan melanjutkan yang harus dilayani oleh sekolah ekuivalen. Sekolah ekuivalen dimaksud adalah sekolah yang diasumsikan memiliki 6 kelas..



Rumus :



Jumlah penduduk usia sekolah

TPS sd = -------------------------------------------------

Jumlah sekolah ekuivalen



Jumlah lulusan *)

TPS sltp/sm = ------------------------------

Jumlah sekolah ekuivalen



Keterangan :

*) Tingkat SD atau Tingkat SLTP



Kriteria; Makin kecil nilainya berarti makin baik karena makin banyak kesempatan belajar di sekolah, walaupun ada batas minimalnya.



Kegunaan; Untuk mengetahui besarnya kesempat belajar yang disediakan oleh sekolah.

Jumat, 24 Desember 2010

APK SEKOLAH DASAR BANDAR LAMPUNG TINGGI

Pendidikan Lampost : Jum'at, 24 Desember 2010

WAJIB BELAJAR

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Angka partisipasi kasar (APK) tingkat sekolah dasar (SD) di Bandar Lampung cukup tinggi, mencapai 114,1 persen.

Kepala Subbagian (Kasubbag) Penyusunan Program Monitoring dan Evaluasi Dinas Pendidikan Bandar Lampung Tatang Setiadi mengatakan hal itu di ruang kerjanya, Kamis (23-12).

Tatang menjelaskan untuk pelaksanaan pendidikan wajib belajar 2010 di Bandar Lampung tingkat SD sudah cukup baik. Sedangkan tingkat SMP masih harus ditingkatkan. Berdasarkan data Disdik Bandar Lampung, jumlah anak tidak sekolah atau putus sekolah untuk pendidikan dasar tingkat menengah di Bandar Lampung diperkirakan mencapai 29,64 persen.

"Angka partisipasi kasar SD di Bandar Lampung adalah 111.189, sementara angka partisipasi murni (APM) 93.903 dari anak usia sekolah di Bandar Lampung 7 hingga 13 tahun yang mencapai 97.585 anak,” ujarnya.

Sedangkan angka partisipasi kasar SMP di Bandar Lampung adalah 47.533, angka partisipasi murni (APM) 33.039 dari anak usia sekolah di Bandar Lampung 13 hingga 15 tahun yang mencapai 47.896 anak.

"Sederhananya APK itu menunjukkan ketuntasan program dengan menggambarkan berapa persentasi anak sekolah, sementara APM itu menunjukkan berapa anak yang tidak sekolah atau putus sekolah di Bandar Lampung," kata dia.

Tatang menerangkan APK dapat lebih dari seratus persen karena anak yang bersekolah di Bandar Lmmpung bisa dari luar Bandar Lampung. Sementara APM maksimal pasti seratus persen karena menunjukkan persentase jumlah anak di Bandar Lampung yang bersekolah.

Ia menambahkan peningkatan APK dapat dilakukan dengan penambahan jumlah sekolah baru atau penambahan jumlah ruang belajar baru. Peningkatan APM dapat dilakukan dengan pemberian beasiswa atau program BOS di sekolah-sekolah. (MG14/S-1)